Subscribe:

22 March 2012

Perisai Rudal: Adu Strategi AS-Rusia yang akan Terus Berlanjut

Pasca publikasi berita yang menyebutkan Amerika berkeinginan menyerahkan informasi mengenai instalasi perisai rudalnya di Eropa kepada Rusia, para pejabat Amerika dengan segera membantah berita ini. Seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Amerika yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan bahwa instalasi perisai rudal Eropa merupakan tema penting yang dibicarakan dengan pihak Rusia dalam pertemuan sebelumnya. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyepakati kelanjutan partisipasinya terkait isu perisai rudal lewat perundingan.

Menurutnya, pemerintah Amerika akan memberikan kesempatan Rusia berpartisipasi dalam masalah perisai rudal dalam bentuk bilateral atau dalam kerangka NATO. Pejabat Kemenlu Amerika ini menambahkan bahwa rencana Amerika untuk menempatkan perisai rudal di Eropa sangat transparan dan Rusia juga mengetahui dengan baik bahwa rencana ini digelar untuk melindungi sekutu Amerika di Eropa dari serangan sebagian negara.


Sementara Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen hari Rabu (21/3) tanpa menyinggung perbedaan pendapat antara Rusia dan Amerika soal perisai rudal AS di Eropa mengatakan, "Situasi politik di dalam negeri Rusia sendiri menjadi kendala bagi penyelenggaraan pertemuan akan datang para pemimpin Dewan Rusia-NATO yang dijadualkan akhir bulan Mei di Chicago, Amerika." Ditambahkannya, "Penyelenggaraan pertemuan para pemimpin NATO dan Rusia di Chicago telah disampaikan dalam bincang-bincang dengan Vladimir Putin, Presiden terpilih Rusia. Kedua pihak sama-sama memahami dan menilai waktu pelaksanaan pertemuan ini tidak terlalu tepat dengan mencermati kondisi dalam negeri Rusia."

Perlu diketahui bahwa pertemuan para pemimpin NATO rencananya akan diselenggarakan di akhir bulan Mei di Chicago dan agenda utama yang akan dibicarakan adalah situs perisai rudal. Sementara pertemuan para pemimpin Dewan Rusia-NATO akan diselenggarakan di sela-sela pertemuan ini. Para pejabat Rusia sebelum ini telah mengumumkan bahwa mengingat belum dicapainya kata sepakat antara Rusia dan Amerika terkait penempatan perisai rudal di Eropa dan ketidakpedulian partner "Barat" Rusia akan kekhawatiran Moskow membuat tidak ada alasan untuk melaksanakan pertemuan ini.

Para pejabat Rusia berkali-kali menyatakan bahwa penempatan perisai rudal di Eropa membahayakan keamanan Rusia. Oleh karenanya, Rusia menuntut adanya jaminan agar perisai rudal ini tidak digunakan terhadap Rusia. Amerika sendiri hingga kini tidak pernah menyatakan kesediaannya untuk memberikan jaminan yang diminta Rusia.

Namun penolakan Rusia soal penempatan perisai rudal NATO di Eropa tidak membuat Amerika dan sekutu NATO-nya surut dari upaya untuk menempatakan perisai rudal di negara-negara lain. Rusia sendiri melihat penempatan perisai rudal Amerika di Turki dan rencana penempatan perisai rudal di Rumania pada tahun 2015 dan pada tahun 2018 di Polandia, begitu juga program AS lainnya dalam bentuk kesepakatan dengan Spanyol merupakan langkah AS untuk menyempurnakan lingkaran situs perisai rudal global Amerika. Strategi ini dengan sendirinya akan melemahkan kemampuan rudal strategis Rusia.

Oleh karenanya, selain menyatakan penolakannya akan rencana ini, Rusia juga melakukan langkah-langkah yang sama dengan menempatkan instalasi radar di kawasan Kaliningrad dan rudal Iskandar di daerah ini. (IRIB Indonesia)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...