Subscribe:

07 April 2012

Ultah Ke 66, TNI AU Tampilkan Atraksi 64 Pesawat

JAKARTA---Korps TNI Angkatan Udara akan mengadakan hajatan besar. Lusa, kesatuan bersesanti Swa Bhuwana Paksa itu akan merayakan ulang tahun ke 66. Tak tanggung-tanggung, akan dikerahkan 64 pesawat untuk tampil di atas langit ibukota.

"Besok (hari ini) akan ada gladi resik," ujar Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus kepada Jawa Pos kemarin.

Selain Sukhoi, TNI AU akan menampilkan  pesawat Hawk-200, pesawat F-5 E, pesawat F-16 A/B, pesawat CN-235 MPA, pesawat C-212,pesawat KT-1 B, pesawat NAS-332, pesawat SA-330, pesawat Cessna AAU, dan helikopter EC-120 Colibri.

Satu yang cukup istimewa, tim aerobatik Jupiter TNI AU juga akan tampil.  Tim yang bermarkas di Pangkalan Udara Adisucipto Jogjakarta itu akan menampilkan 17 manuver antara lain manuver Jupiter Roll, yakni enam pesawat yang telah menempati posisi masing-masing, kemudian berputar 360 derajat longitudinal secara bersamaan.

Tak kalah menariknya, di antara 17 manuver yang ditampilkan dua pesawat melakukan manuver "Mirror", yakni kedua pesawat akan terbang lintas beriringan dengan salah satunya berada pada posisi terbalik. Dua pesawat lainnya juga melakukan manuver "Heart sebagai tanda rasa cinta Tanah Air.

Tim aerobatik Jupiter  akan tampil dengan enam pesawat KT-1B Wong Be atau satu tim dengan dua pesawat cadangan. Selain itu, peringatan HUT TNI AU nantinya akan dimeriahkan demo udara dan demo darat.

Untuk demo udara, dikerahkan sebanyak 64 pesawat berbagai jenis TNI Angkatan Udara dengan beragam atraksi, seperti "Banner Towing", terbang lintas, penerjunan free fall, demo operasi udara, "Dynamic Show", dan "Bomb Burst". Demo darat antara lain parade, demo Tae Kwon Do, terjun statik, combat SAR, dan demo pembebasan sandera. "Masyarakat umum silahkan menonton di sekitar Halim Perdanakusuma,"katanya.

Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945.  Lalu, berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945 diganti dengan nama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR jawatan penerbangan ditingkatkan lagi menjadi Tentara Rakyat Indonesia jawatan penerbangan. Pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan nama Angkatan Udara Republik Indonesia dan diperingati sebagai hari lahir sampai sekarang.(rdl)
 
Sumber: JPNN
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...