Subscribe:

08 May 2012

Hadapi Filipina, China dalam Kondisi Siaga


BEIJING - Wakil Menteri Luar Negeri China Fu Ying mengatakan, China siap menghadapi berbagai eskalasi konflik dengan Filipina terkait sengketa wilayah di Laut China Selatan. Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Beijing menolak upaya mediasi internasional yang ditawarkan Filipina.

"China telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi setiap eskalasi konflik yang mungkin akan dilakukan Filipina," ujar Fu Ying seperti dikutip AFP Selasa, (8/5/2012).

Sejak 8 April lalu ketegangan antar kedua negara dikabarkan semakin meningkat setelah kapal China berhasil menghalangi kapal Filipina yang dituding menangkap nelayan China. Terkait dengan masalah ini, Fu menegaskan pihaknya telah memanggil kuasa usaha yang berada di Kedutaan Besar Filipina di Beijing.


Menurut Fu, pemanggilan itu bertujuan untuk memberikan penjelasan terkait dengan kondisi serius yang terjadi di kawasan sengketa itu.

"Filipina tidak menyadari bahwa pihaknya telah melakukan pelanggaran serius dan tidak hanya itu, mereka justru berupaya untuk meningkatkan ketegangan," tutur Fu.

Dalam pernyataannya, Fu juga menuding selama ini Filipina telah memberikan pernyataan keliru yang menyesatkan publik Filipina dan masyarakat internasional.

"Filipina telah berulang kali membuat pernyataan yang salah dan menyesatkan publik Filipina dan masyarakat internasional. Mereka mempermainkan perasaan publik sehingga merusak hubungan bilateral China-Filipina. Oleh karenanya sulit bagi kita untuk bersikap optimis terkait situasi ini," tegas Fu.

Pekan lalu juru bicara Presiden Benigno Aquino menegaskan, pihaknya akan menahan diri dengan tidak melakukan tindakan apapun yang dapat memperpanas situasi di kawasan sengketa tersebut.

"Kami tidak ingin meningkatkan ketegangan melalui tindakan apapun. Karena itu apa yang kami lakukan saat ini adalah mencermati situasi dan berbagai konsekuensinya sebelum membawa ini ke Mahkamah Internasional," ujar juru bicara Presiden Benigno Aquino.

Selama ini kedua negara diketahui mempersengketakan Dangkalan Scarborough di kawasan Laut China Selatan. Wilayah sengketa itu diyakini menyimpan minyak dan gas dalam jumlah yang besar.

Namun, dalam perkembangannya China diketahui mengklaim hampir seluruh wilayah di Laut China Selatan sebagai bagian dari kedaulatannya.

Bahkan klaim China itu hampir mendekati wilayah di dekat Pantai Filipina serta sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. China dan Filipina pun selama ini saling tuding bahwa masing-masing pihak melanggar hukum maritim.

Sumber: okezone
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...