Subscribe:

12 October 2012

Armada Jaya Tingkatkan Kesiapan di Perairan

kapal-sub
BANJARMASIN (Pos Kota) – Unsur komando tugas gabunggan amfibi (Kogasgabfib) melaksanakan pengecekan kesiapan di daerah latihan umum   perairan sebelah  utara Pulau Sebuku Banjarmasin, Jumat (12/10) sore.
Kogasfib dibawah Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi Laksda TNI Sadiman,S.E yang sehari hari menjabat Pangarmabar  melaksanakan tahapan kegiatan latihan umum, uji komunikasi dan naik turun jaring pasukan pendarat  marinir .

Unsur-unsur  KRI angkut pasukan jenis  LST dan Froch sebagai badan utama Kogasgabfib sejak tiba di daerah perairan latihan umum menempati sektor  lego jangkar KRI Teluk Mandar -514, KRI Teluk Ratai-509, KRI Teluk Sampit -515,  jenis Froch KRI Celukan Bawang-532 dan KRI Teluk Cendrawasih-533 dan kapal markas KRI Banjarmasin-592.serta kapal bantu KRI Arun-903 melaksanakan bekal ulang bahan bakar.

Proyeksi Helikopter Serang Apache TNI AD

apache 2 Proyeksi Helikopter Serang Apache TNI AD

Salah satu alutsista mutakhir yang diincar oleh TNI AD adalah helikopter serang Apache AH-64 buatan  Amerika Serikat.  Helikopter ini dibutuhkan sebagai payung udara untuk melindungi pergerakan pasukan dan mesin perang Angkatan Darat.  Helikopter Apache  akan bergerak bersama- sama dengan pasukan di darat.

Bagaimana dengan dukungan TNI AU ?
TNI AU diposisikan sebagai pasukan yang memberi perlindungan dari jarak jauh dan menengah. Dengan konsep ini TNI AD tidak sepenuhnya menggantungkan nasib pertahanan udara mereka kepada matra lain.  Ketika pesawat atau helikopter musuh sudah mendekat, TNI AD akan melindungi diri mereka sendiri.

KRI Klewang Anyar Berbahan Baja


Kobaran api meludeskan KRI Kelewang 625 di dermaga Lanal Banyuwangi. Foto : Galih Cokro/Radar Banyuwangi
JAKARTA - Insiden terbakarnya KRI Klewang membuat TNI Angkatan Laut berpikir ulang memesan kapal dari bahan komposit karbon. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Soeparno mengatakan bahwa KRI Klewang yang baru bakal dibuat dari bahan yang lebih kuat.

"Jelas bahannya harus lebih kuat. Jangan komposit kayak KRI Klewang yang kemarin. Bisa terbakar lagi gara-gara korsleting listrik," kata Soeparno, Kamis (11/10).

Soeparno menambahkan , pembuatan KRI Klewang bakal ditanggung asuransi dan ganti rugi atas kebakaran kapal yang diklaim antiradar tersebut.

Konvoi Kapal Perang RI Mendapat Ancaman di Kaltim

Kegiatan SAR dengan mengunakan pesawat helly dan selanjutnya dilaksanakan perawatan medis di kapal peranh jenis umah sakit KRI Soeharso-990

Konvoi Kapal Perang RI Mendapat Ancaman di Kaltim
Peran helli. Sebuah helli diterbangkan dari KRI Banjarmasin-592 dalam rangka melaksanakan evakusi medis prajutir pasukan pendarat di KRI Teluk Mandar-514 yang sakit dan prajurit jatuh di laut sesuai dengan prosedur tetap , di perairan Laut Jawa (11/10/20

Surabaya,POL
KONVOI unsur kapal perang yang tergabung dalam Komando tugas gabungan amfibi ( Kogasgabfib) dipimpin Paangarmabar Laksda TNI Sadiman,S.E selaku Panglima Komando Tugas gabungan Amfibi (Pagkogasgabfib) mendapat ancaman kapal permukaan pada saat melaksanakan lintas laut di Pulau Jawa  menuju perairan Sangatta Kalimantan Timur.

TNI perketat penjagaan di perbatasan RI-Malaysia

TNI perketat penjagaan di perbatasan RI-Malaysia
TNI memperketat dan meningkatkan pengamanan di perbatasan Kalimantan Barat untuk menjaga keamanan Negara Kesatuan RI (NKRI). Hal ini dilakukan untuk menjaga batas wilayah RI-Malaysia.

"Saat ini ditempatkan Batalyon 305 Kostrad dan penambahan enam pos di perbatasan Kalbar, dan nantinya ada pergantian dari Batalyon 305 Kostrad kepada Batalyon 123 Sumatera," kata Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Ridwan di Palangka Raya, Kamis (11/10). Demikian dikutip antara.

Menurutnya, untuk pengamanan wilayah teritorial di perbatasan selama ini sudah berjalan dengan baik yang selalu rutin dilaksanakan dan akan terus ditingkatkan. Apalagi dengan adanya penambahan alat utama sistem senjata (alutsista) yang semakin canggih.

TUNTUTAN KEMANDIRIAN ALUTSISTA

Compact_alutsistaDihadapkan dengan alokasi anggaran Negara bagi pemenuhan kebutuhan pokok minimum hingga tahun 2014, maka pemenuhan  Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) bagi TNI secara mandiri perlu diprioritaskan. Fokus pembangunan Alutsista dalam negeri untuk memenuhi berbagai kebutuhan persenjataan dalam negeri mendesak untuk direalisasikan. Karena kondisi riil alokasi anggaran yang tersedia, tidak memungkinkan jika kita hanya mengandalkan Alutsista buatan luar negeri.

Harus kita sadari bahwa kondisi Alutsista yang memadai baik dari segi kualitas dan kuantitas di samping sebagai show of force, juga merupakan sebuah tuntutan  yang melekat kuat dalam sistem pertahanan negara dan bahkan menjadi syarat mutlak dalam melakukan diplomasi internasional. Sehebat apapun cara kita berdiplomasi dengan negara lain,  tanpa didukung kekuatan pertahanan negara yang kuat, maka kita akan cenderung diremehkan oleh bangsa lain. Apalagi hingga saat ini, belum ada kekuatan lain yang bisa menopang kewibawaan sebuah negara dan mampu menaikkan bargaining  power, selain kondisi pertahanan negara yang kuat.

TNI Anggarkan Dana Rp1,4 Triliun untuk Pengamanan Blok Masela


JAKARTA-(IDB) : Mabes TNI memperkirakan anggaran untuk mengamankan proyek Lapangan gas Abadi di Blok Masela, Maluku sebesar Rp1,4 triliun.

Dalam dokumen yang didapat Bisnis disebutkan Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Widodo menyatakan dana sebesar itu akan digunakan untuk menggelar operasi permanen, operasional sehari-hari, dan pembangunan landasan pesawat.

Untuk pengamanan permanen Angkatan Darat, yang meliputi operasi sejumlah pos seperti koramil, markas batalion, dan markas kompi dibutuhkan dana minimal Rp274 miliar dan gelar operasi Rp1,5 miliar, sehingga total dana yang dibutuhkan sekitar Rp276 miliar.


Angkatan Laut membutuhkan Rp139 miliar untuk gelar tetap dan Rp18 miliar untuk biaya operasional, sehingga total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp157miliar.

Bising, Pesawat Nirawak RI Bisa Jadi Sasaran Empuk Musuh


"Ditembak musuh kalau pesawat nirawak kita suaranya seperti itu."
Pesawat nir awak, Wulung, diuji terbang di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta  
VIVAnews - Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta senang dan bangga karena Indonesia bisa menciptakan Pesawat Nir Awak (PUNA). Namun, Gusti mengaku kurang puas ketika menyaksikan uji coba pesawat yang dinamai Wulung di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Kamis 11 Oktober 2012.

Menurut Gusti, suara pesawat Wulung tersebut terlalu bising. “Seharusnya pesawat nir awak tidak mengeluarkan suara. Bisa-bisa ditembak musuh kalau pesawat nir awak kita suaranya seperti itu,” kata Gusti dalam keterangan tertulisnya.

Untuk itu, dia berharap Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kementerian Pertahanan bisa lebih baik lagi mengembangkan pesawat tersebut jika memang ditujukan sebagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

“Awalnya, pesawat tanpa awak memang diprioritaskan untuk keperluan sipil seperti memantau wilayah di Indonesia. Namun dalam perkembangannya pesawat tersebut bisa dijadikan sebagai alat utama sistem persenjataan TNI. Untuk itu pesawat ini harus canggih. Saya yakin BPPT bisa membuatnya,” tambah Menristek.

Pesawat Tanpa Awak Jadi "Pasukan Kamikaze" TNI

Pesawat tanpa awak ini akan dipersenjatai.

VIVAnews - Indonesia melalui kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil menciptakan lima jenis pesawat tanpa awak atau Pesawat Udara Nir Awak (PUNA).

Pesawat-pesawat yang terdiri dari Puna Sriti, Puna Alap-alap, Puna Pelatuk, Puna Gagak, dan Puna Wulung ini ini akan menambah kekuatan dan daya tempur TNI khususnya Angkatan Udara. Lihat fotonya di tautan ini.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang turut menyaksikan uji coba pesawat terlihat begitu sumringah. Dia berjanji akan memprioritaskan anggaran untuk pengembangan pesawat-pesawat perang tersebut.

"Saya senang, sampaikan selamat kepada yang membuat, peneliti, dan yang mendesain ini. Nanti saya on top-kan pengembangannya," kata SBY.

Perang UAV Negara-Negara Asean


JAKARTA-(IDB) : Negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) memang lagi getol memperkuat armada militernya. Mulai dengan senjata ringan hingga berat. Pesawat udara tanpa awak menjadi salah satu yang gencar dikembangkan oleh sejumlah negara di kawasan ASEAN.

Malaysia misalnya. Negeri jiran ini mengembangkan pesawat udara tanpa awaknya melalui Unmanned Systems Technology (UST), yang didirikan pada 2007. Tugasnya, khusus untuk menarik segala sumber daya untuk mengembangkan pesawat udara tanpa awak.

Malaysia telah menemukan momentumnya. Melalui UST, Malaysia berhasil mengembangkan pesawat udara tanpa awak dan sukses mengembangkan produksi dalam negerinya, baik untuk kepentingan sipil maupun militer. Bahkan, Malaysia saat ini telah menawarkan beberapa produk pesawat tanpa awak produksinya.

Hizbullah: Pesawat tanpa Awak Kami Buatan Iran


LEBANON-(IDB) : Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah) mengatakan, pesawat tanpa awak yang dioperasikan Hizbullah dan berhasil menembus wilayah udara Palestina pendudukan (Israel) adalah buatan Iran.
 
Sayid Hasan Nasrullah dalam pidato yang disiarkan langsung oleh televisi al-Manar mengatakan, kami tengah berada dalam operasi khusus dan penting dalam sejarah Muqawama dan kawasan, di mana orang-orang Israel memberikan pendapat sama tentang pentingnya operasi ini bagi Muqawama. Demikian Fars News melaporkan, Kamis (11/10).
 
"Muqawama Lebanon mengirim sebuah pesawat tanpa awak canggih dari wilayah Lebanon ke laut dan terbang ratusan kilometer di atas laut kemudian menerobos pertahanan udara musuh (Iron Dome) dan masuk ke wilayah pendudukan dari selatan Palestina," imbuhnya. Ditambahkannya bahwa pesawat ini sebelum di identifikasi oleh pasukan udara rezim Zionis telah terbang di pusat-pusat penting Israel.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...