Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

08 March 2014

Anggaran Pertahanan China 2014

11:49 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Militer China

BEIJING:(DM) - Hari Rabu yang lalu China mengumumkan kenaikan belanja militer terbesar dalam dalam tiga tahun terakhir. Pemerintah China mengatakan akan meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 12,2 persen tahun ini menjadi 808.2 milyar Yuan atau sekitar $131.5 milyar USD, bersamaan dengan upaya China untuk mengembangkan lebih banyak senjata berteknologi tinggi untuk pertahanan laut dan udara.
Kenaikan ini meneruskan tren tak terputus kenaikan dua digit dalam anggaran pertahanan Cina, hanya berada di bawah Amerika Serikat dalam jumlah selama dua dekade terakhir.

“Ini berita mengkhawatirkan untuk tetangga China, terutama Jepang,” kata Rory Medcalf, analis keamanan regional di Lowy Institute independen di Sydney.

Mereka yang berpikir Presiden Xi akan lebih memilih berkonsentrasi pada pembangunan domestik daripada ekspansi militer di tengah perlambatan ekonomi telah “meremehkan tekad China untuk membangun lingkungan strategis”, tambahnya .


Anggaran pertahanan 2014 adalah yang pertama bagi Presiden Xi, anak ‘pangeran’ dari seorang sesepuh Partai Komunis yang telah wafat, dan peningkatan pengeluaran tampaknya mencerminkan keinginannya untuk membangun apa yang disebutnya sebagai “China yang kuat dan diremajakan.”
Xi juga belum lama ini mendesak pimpinan militer China bekerja lebih cepat untuk membuat satu-satunya kapal induk mereka siap tempur.

Lonjakan anggaran belanja militer ini adalah yang terbesar sejak kenaikan sebesar 12,7 persen pada tahun 2011.



Beberapa jam setelah pengumuman itu, para pejabat di Jepang dan Taiwan menyampaikan kekhawatiran atas tidak adanya rincian tentang bagaimana Beijing akan membelanjakan anggaran tersebut, kekhawatiran yang bergema sampai Washington.

China dan Jepang, sekutu utama AS di kawasan itu, semakin saling siap beradu demi pulau-pulau berbatu tak berpenghuni yang diklaim oleh masing-masing negara di Laut Cina Timur.
Militer China bukanlah “Pramuka dengan tombak”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Qin Gang dalam suatu briefing menanggapi kritik Jepang.

“Beberapa orang asing selalu mengharapkan China untuk menjadi anak bawang, ” kata Qin “Jika seperti itu, bagaimana kita bisa menjaga keamanan nasional dan perdamaian dunia?”
Beijing juga mengklaim 90 persen dari 3,5 juta km persegi wilayah Laut Cina Selatan, yang diyakini kaya minyak dan gas. Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan mengklaim bagian-bagian dari perairan tersebut.

Berbicara pada pembukaan sidang tahunan parlemen China, Ketua parlemen Li Keqiang mengatakan pemerintah akan “memperkuat penelitian dalam pertahanan nasional dan pengembangan senjata dan peralatan teknologi tinggi dan baru ” dan “meningkatkan pertahanan perbatasan, laut dan udara”.
“Kami secara komprehensif akan meningkatkan sifat revolusioner angkatan bersenjata Cina, semakin memodernisasi dan meningkatkan kinerjanya, dan terus meningkatkan pencegahan dan kemampuan tempur di era informasi, “kata Li pada Kongres Nasional Rakyat.

Belanja militer China telah memungkinkan Beijing untuk menciptakan kekuatan modern yang mampu memproyeksikan kekuatan tidak hanya di perairan yang disengketakan di Timur dan Selatan laut China, tetapi juga lebih jauh ke Samudra Pasifik dan Hindia Barat.

Banyak pengeluaran militer yang diperkirakan di luar anggaran resmi, bagaimanapun, dan banyak ahli memperkirakan pengeluaran riil lebih dekat ke $200 miliar USD. Anggaran dasar Departemen Pertahanan AS sendiri untuk tahun fiskal 2014 adalah $526.8 miliar USD.





Lonjakan anggaran China diumumkan ketika negara-negara Asia tengah gugup menghadapi serangkaian langkah terbaru China untuk menegaskan kedaulatannya di wilayah sengketa, memperluas jangkauan militernya dan menantang dominasi tradisional pasukan AS di wilayah tersebut.

Pesawat tempur Cina dan pesawat pengintai sekarang ini secara rutin berpatroli zona identifikasi (ADIZ) kontroversial yang mencakup pulau-pulau yang disengketakan dengan Jepang ndi Laut Cina Timur. Kapal induk Beijing, sementara itu, melanjutkan latihan pertama di Laut Cina Selatan akhir tahun lalu.

Ketika Washington memutuskan untuk meningkatkan kehadiran militernya di Asia pasifik sebagai bagian dari strategi Pivot Asia, Cina sedang membangun kapal selam baru, kapal permukaan dan rudal balistik anti-kapal, dan telah menguji suatu teknologi baru yang bertujuan menghancurkan rudal di udara.

Namun demikian, para ahli mengatakan masih perlu beberapa dekade sebelum militer China sebanding dengan kekuatan angkatan bersenjata Amerika.

Kepala sekretaris kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan kurangnya kejelasan Cina dalam kebijakan pertahanan dan pengeluaran menjadi perhatian global.
Sambil mengingatkan tidak ada hal kebutuhan “substansial” untuk meningkatkan anggaran memodernisasi militer China, David Lo, juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan, mengatakan banyak yang masih tersembunyi.

“Transparansi anggaran pertahanan China selalu dipertanyakan, walau banyak terlihat ada sejumlah besar persenjataan militer yang tersembunyi,” katanya .

Di Washington, David Helvey, deputi asisten menteri pertahanan untuk Asia Timur, mengatakan pada sidang komite Senat AS pada hari Selasa bahwa Pentagon sedang berusaha untuk membangun hubungan “sehat” dengan militer China, namun juga mengatakan Beijing harus lebih terbuka mengenai peningkatan kemampuan pasukan bersenjatanya.

Amerika Serikat bulan lalu mengatakan pihaknya khawatir bahwa klaim maritim China di Laut China Selatan adalah upaya untuk mendapatkan cengkraman kendali lautan di wilayah Asia-Pasifik.
“Kami tetap prihatin tentang kurangnya transparansi pertumbuhan militer China dan perilaku yang semakin asertif dalam domain maritim,” kata Helvey.

China telah berulang kali mengatakan bahwa dunia tidak perlu takut dengan peningkatan anggaran pengeluaran militer, yang dikatakan diperlukan militer China untuk tujuan defensif yang sah dan untuk modernisasi peralatan.

Fu Ying, juru bicara parlemen, menegaskan kebijakan tersebut pada Selasa lau, bahwa China sedang mencari perdamaian melalui “kekuatan”.
China akan “merespon secara efektif ” pada segala provokasi oleh mereka yang ingin mensabotase keamanan dan ketertiban wilayah, tambahnya.(reuters.com)

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment