Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

06 March 2014

Jika Diberi Sanksi, Rusia Akan Sita Aset Negara Barat

10:35 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Sejumlah tentara yang tidak memakai tanda identitas menolak menjawab apakah mereka dari Rusia atau Ukraina, dan terlihat berjaga di Bandara Internasional Simferopol, Crimea, Ukraina, di mana massa pro-Rusia berkumpul, 28 Februari 2014.
Sejumlah tentara yang tidak memakai tanda identitas menolak menjawab apakah mereka dari Rusia atau Ukraina, dan terlihat berjaga di Bandara Internasional Simferopol, Crimea, Ukraina, di mana massa pro-Rusia berkumpul, 28 Februari 2014. (sumber: Getty Images via TIME)

Brussel:(DM) - Rusia mengancam akan menyita sejumlah aset negara-negara barat yang tergabung dalam Uni Eropa jika berani menjatuhkan sanksi terhadap negaranya.

Media lokal Rusia menyebutkan, sanksi terhadap Rusia itu diperkirakan akan menjadi agenda pembicaraan pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kamis (6/3). Sanksi itu bakal keluar jika tidak ada kemajuan untuk mengakhiri pertikaian yang dipicu oleh intervensi militer Rusia di wilayah Crimea, Ukraina.

Dilaporkan, sanksi yang diterima Rusia, dipastikan akan berdampak bagi negara-negara lainnya juga.
Tetapi Rusia tidak akan tinggal diam. Bahkan, saat ini, parlemen Rusia tengah menyusun undang-undang yang akan memungkinkan Rusia untuk menyita aset milik perusahaan-perusahaan AS dan Eropa jika sanksi negara-negara itu jadi menjatuhkan sanksi untuk Moskow.


Ancaman Rusia memang tidak spesifik disebutkan dalam bentuk apa dan untuk negara mana. Tapi, tapi banyak perusahaan-perusahaan di Eropa dan AS memiliki kepentingan besar di Rusia. Selain itu, Rusia juga merupakan pemasok utama gas ke Eropa.

Dukungan Jerman untuk sanksi terhadap Rusia bisa menjadi kunci tawar-menawar untuk terciptanya penyelesaian di Ukraina. Hal itu dikatakan Bill Richardson, mantan Duta Besar AS untuk PBB.
"Mereka negara ekonomi terkuat di Eropa, dan mereka adalah negara dengan keterikatan energi gas paling alami untuk Rusia,” ujar Richardson.

Makanya, jika Jerman mulai menjauh, dan tidak bergabung dengan pemberian sanksi, maka akan sangat menguntungkan Rusia.

Beritasatu
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment