Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

07 March 2014

Krisis Ukraina – Russia

8:59 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
eurasian-union-map-3

CRIMEA:(DM) - Krisis Ukraina dasarnya adalah tarik-tarikan kekuatan di dalam dan diluar negara itu sendiri. Di dalam adalah adanya pihak pro terhadap Uni Eropa (etnis Ukraina, 77.8% populasi ) dan yang pro Russia (etnis Russia, 17.3% populasi ). Sementara pengaruh dari luar adalah akibat geografis Ukraina yang berbatasan dengan negara Uni Eropa di barat dan Russia di Timur. Perebutan pengaruh EU/NATO vs Russia.

Perebutan pengaruh ini kemudian berujung dan bereskalasi menjadi kerusuhan masal dengan korban puluhan jiwa. Dengan alasan melindungi masyarakat etnis Russia (terutama di Crimea dan sebagian Ukraina Timur), kemudian pemerintah Russia mengirimkan paskan ke wilayah Ukraina Timur. Berikut beberapa peristiwa kunci yang berujung kerusuhan dan mendorong masuknya militer Russia.

  • 21 November 2013 : Perjanjian Asosiasi Uni Eropa ditinggalkan, hal ini memicu protes besar di Kiev
  • 30 November : Polisi meluncurkan serangan brutal terhadap para mahasiswa demonstran.
  • 17 Desember : Rusia menawarkan pinjaman sebesar $15 milyar dan pasokan gas dengan harga yang lebih murah, masyarakat melihatnya sebagai upaya sogokan Russia kepada Presiden Yanukovych.
  • 16 Januari 2014 : Parlemen mengeluarkan undang-undang anti-protes. Sebagian besar undang-undang kemudian dicabut
  • 19-20 Januari : intensitas bentrokan meningkat
  • 22 Januari : Kematian pertama pengunjuk rasa : dua orang meninggal akibat luka tembak setelah bentrokan dengan polisi. tubuh seorang aktivis ditemukan di hutan berhari-hari setelah penculikannya
  • 23-24 Januari : Demonstran merebut gedung-gedung pemerintah di Lviv, Ivano – Frankivsk, dan kota-
  • kota Ukraina barat lainnya, protes juga menyebar ke timur
  • 28 Januari : Perdana Menteri Mykola Azarov dan pemerintahnya mengundurkan diri
  • 14-16 Februari : Di bawah kesepakatan amnesti, pengunjuk rasa mengosongkan gedung-gedung
  • pemerintah yang diduduki, dan tuduhan terhadap mereka yang sudat ditangkap dicabut
  • 18 Februari : Juru bicara parlemen menolak perdebatan tentang perubahan konstitusi, bentrokan
  • meletus di Kiev, mengakibatkan banyak korban meninggal
  • 20 Februari : Independence Square dan jalan-jalan sekitarnya menjadi medan perang. Setidaknya 77  orang tewas dalam periode 48 jam, ratusan terluka dalam bentrokan antara demonstran dan polisi, termasuk banyak ditembak oleh penembak jitu berseragam
Crimea secara strategis penting sebagai lokasi pangkalan Angkatan Laut Rusia. Armada Laut Hitam berpangkalan di semenanjung Crimea sejak didirikan oleh Pangeran Potemkin pada tahun 1783. Posisi strategis armada Rusia di sana sangat berperan ketika mengalahkan Georgia dalam perang Ossetia Selatan pada tahun 2008, dan tetap penting untuk kepentingan keamanan Rusia di wilayah tersebut.

60 persen populasi Crimea adalah etnis Rusia. Hubungan telah tegang antara Rusia dan Ukraina sejak semenanjung itu secara resmi menjadi bagian dari Ukraina pasca keruntuhan Uni Soviet pada tahun 1991. Pekan lalu parlemen majelis tinggi Rusia menyetujui penggunaan kekuatan militer di Crimea, dan menuntut pasukan Ukraina di wilayah tersebut untuk menyerah.


Memorandum Jaminan Keamanan Budapest ditandatangani pada tahun 1994 oleh Ukraina, Amerika Serikat, Inggris dan Rusia, untuk melindungi wilayah Ukraina dan kedaulatannya setelah senjata nuklir Soviet yang berada di Ukraina dipindahkan. Namun, hal itu lebih berupa dokumen diplomatik daripada perjanjian formal, dan legalitasnya juga kompleks. Hal ini menyebutkan bahwa secara moral para penandatangan punya kewajiban campur tangan jika Ukraina dalam kondisi terancam, tetapi hal tersebut tidak bisa dipaksakan (tidak mengikat).

Ukraina bukan termasuk salah satu negara anggota dari 28 negara anggota NATO, namun para pejabat NATO memperingatkan mereka akan mendukung “batas-batas (wilayah Ukraina) yang tidak dapat diganggu gugat”.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Rusia kemungkinan akan memveto setiap misi PBB ke wilayah tersebut. Dewan Keamanan bertemu dalam sidang darurat tertutup Jumat lalu, dan minggu ini Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menyerukan Rusia untuk “menahan diri dari setiap tindakan lebih lanjut yang bisa memperuncing situasi”.

Presiden Obama memperingatkan Rusia bahwa akan ada “biaya” yang mahal untuk intervensi militer Rusia di Ukraina. Namun, setelah gagal untuk campur tangan di Suriah dan menghadapi kemacetan di Kongres, tidak mungkin bahwa Obama akan bersedia mengorbankan resiko politik dengan intervensi sebelum pemilu mid-term November ini.

Tentara reguler Ukraina hanya berjumlah 65.000 personel, dibandingkan dengan hampir 300.000 pasukan yang dikerahkan Russia di distrik militer barat dan selatan yang perbatasan Ukraina. Rusia juga sudah mengirimkan pasukan militer di wilayah Crimea-Ukraina, berpusat di sekitar pangkalan Armada Laut Hitam di pelabuhan Sevastopol. Kekuatan ini sekarang telah menyebar di Crimea dan secara de facto menguasai wilayah tersebut.



Ada tiga jaringan pipa gas yang disepanjang wilayah Ukraina ke Polandia dan Slovakia menuju ke negara-negara Uni Eropa. Sanksi perdagangan bagi Russia tidak populer di kalangan negara-negara Eropa yang sangat bergantung pada minyak dan gas Rusia. Eropa dipasok 40 persen kebutuhan gas alamnya dari Rusia. Jerman yang terutama sangat enggan untuk menerapkan sangsi karena mereka lebih dari sepertiga kebutuhan minyak dan gas mereka didapat dari Rusia.


Resiko Krisis Ukraina
Resiko bagi satu blok adalah keuntungan blok yang lain. Dari sudut ekonomi juga saling terkait dan krisis saat ini sudah membuat harga berbagai saham turun dan naiknya harga komoditi migas dan emas di pasar dunia. Dari sudut pandang lebih besar bagi keamanan dunia, Simon Saradzhyan, seorang peneliti di Belfer Center for Science and International Affairs Universitas Harvard menyampaikan resiko jika Ukraina (yang adalah  sebuah negara besar dengan industri militer strategis) menjadi negara gagal.  Yaitu menjadi  “bazaar raksasa bagi pelanggan yang mencari ICBM [rudal balistik antarbenua] serta teknologi persenjataan mematikan lainnya.” 

Pihak Russia sendiri menyatakan bahwa fakta dan pernyataan poin penting dari pihak Russia benar- benar diabaikan oleh “Mesin Perang Pers Barat.”

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin merujuk sudah lama ada kehadiran 25.000 pasukan pinjaman Russia untuk Ukraina. Sementara FM Sergey Lavrov menekankan militer Rusia “benar-benar melaksanakan perjanjian yang menetapkan adanya kehadiran armada Rusia di Ukraina, serta mengikuti sikap dan klaim yang datang dari otoritas sah di Ukraina, dan dalam hal ini otoritas yang sah dari pemerintah Otonomi Republik Crimea juga.”. Fakta-fakta yang disampaikan ihak Russia:

1 ) Kehadiran angkatan laut Rusia di Crimea sudah ada sejak tahun 1783 ketika kota pelabuhan Sevastopol didirikan oleh Pangeran Rusia Grigory Potemkin. Crimea adalah bagian dari Rusia sampai Nikita Khruschev memberikannya kepada Ukraina pada tahun 1954.

2 ) Pada tahun 1997, di tengah reruntuhan Uni Soviet, Rusia & Ukraina menandatangani Perjanjian Partisi menentukan nasib pangkalan militer dan kapal di Crimea. Kesepakatan yang memicu pembelotan secara luas perwira ke Rusia itu telah disahkan oleh parlemen Rusia & Ukraina pada tahun 1999. Rusia menerima 81,7 persen dari kapal armada setelah membayar pada pemerintah Ukraina sejumlah US$ 526.5 juta dollar.

3 ) Kesepakatan itu memungkinkan Armada Laut Hitam Rusia untuk tetap tinggal di Crimea sampai tahun 2017. Perjanjian ini sudah diperpanjang lagi 25 tahun hingga tahun 2042 dengan opsi perpanjangan 5 tahun pada tahun 2010.  

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment