Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

03 April 2014

Dijual Rp 45 Miliar/Unit, Pesawat N219 Bakal Laris Manis

10:21 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
http://images.detik.com/content/2014/04/03/1036/081831_n219pesawatdalam.jpg
Jakarta:(DM) -Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen pesawat, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) saat ini sedang mengembangkan pesawat sipil asli produksi dalam negeri. Pesawat tersebut diberi nama N219.

Pesawat berkapasitas 19 penumpang ini nantinya dibanderol seharga US$ 4,5 juta atau setara Rp 45 miliar per unit. Harga ini dinilai relatif murah sehingga pesawat ini bakal laris di pasaran.

"Harga menarik. Harganya sekitar US$ 4,5 juta. Itu bisa dicapai dengan local content yang tinggi," kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisyahbana kepada detikFinance di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Andi menerangkan harga pesawat N129 buatan PTDI dibandrol lebih murah ketimbang pesawat sejenis yang memiliki tipe yang tidak jauh berbeda karena PTDI mengutamakan komponen lokal. Komponen lokal yang dipakai sebanyak 60% sehingga mampu menjual produk pesawat dengan harga kompetitif.

"Target local content kita itu cukup besar yakni 60%. Itu tertinggi dari semua pesawat kita," sebutnya.

Direncanakan pesawat N219 mulai diproduksi paling cepat pada tahun 2016. Andi menegaskan pengembangan hingga sertifikasi pesawat N219 bakal berjalan terus meski terjadi pergantian pemerintahan.

Pengembangan N219 menggunakan dana korporasi yang didukung Kementerian Riset dan Teknologi. Ia mengaku pesawat N219 tidak akan bernasib seperti pesawat rancangan BJ Habibie yakni N250. Pesawat N250 terhenti pengembangannya sebelum fase produksi massal karena proyeknya dihentikan akibat rekomendasi IMF pasca krisis ekonomi 1998.

"Kita nggak perlu takut karena keadaan ekonomi Indonesia nggak seburuk tahun 1997," tegasnya.

Meski belum berwujud purwarupa atau prototype, Andi menerangkan setidaknya PTDI telah mengatongi 150 pesanan pesawat N219 dari maskapai dalam negeri. Sehingga ia optimis pesawat N219 bakal laku di pasaran.

"150 itu baru letter of intent belum drop duit. Kita optimis bisa laris. Kita rancang bangun begitu keras sehingga harga terjangkau," paparnya.
(feb/ang) detik
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment