Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

17 November 2014

AS Mulai Upgrade Senjata Nuklir

10:55 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Rudal Minuteman
WASHINGTON:(DM) - Amerika Serikat mengumumkan bahwa program belanja darurat sebesar USD 10 miliar akan dilakukan untuk memperbarui senjata-senjata nuklir yang sudah tua. Dan dana hingga USD 1 triliun akan dihabiskan dalam rencana program 30 tahun untuk mengupgrade selusin kapal selam nuklir rudal balistik, 100 pesawat pembom baru, dan hingga 400 rudal balistik darat.

Berbicara di Pentagon, Chuck Hagel, Menteri Pertahanan Amerika Serikat menyatakan: "Tidak ada misi lain yang lebih penting. Ini untuk menghalau serangan nuklir terhadap Amerika Serikat dan sekutu dan mitra kami. Ini akan mencegah musuh dari mencoba mencari jalan keluar ketika agresi konvensional gagal."

Belanja tahunan AS untuk senjata nuklir adalah sebesar USD 16 miliar dan rencananya akan meningkat rata-rata 10 persen pertahun dalam lima tahun ke depan. Belanja darurat selama lima tahun ke depan ditujukan untuk merombak fasilitas-fasilitas senjata-senjata nuklir tua yang telah 'membusuk' sejak era Perang Dingin, salah satunya akibat pemotongan anggaran.

Menurut Associated Press, Hagel mengatakan bahwa keputusan Pentagon untuk mengupgrade senjata-senjata nuklirnya muncul setelah dilakukan serangkaian peninjauan. Dia mengatakan berdasarkan tinjauan internal dan eksternal, terungkap bahwa kurang konsistennya investasi (dana yang dikucurkan) dan dukungan bagi pasukan nuklir telah membuat AS mengalami kemunduran beberapa tahun, sehingga tekanan dirasakan semakin besar.

Keadaan memalukan dari gudang senjata nuklir AS ini semakin digarisbawahi oleh temuan bahwa perisai pertahanan yang melindungi pangkalan nuklir AS ada yang masih menggunakan helikopter-helikopter dari tahun 1969, yang pernah ambil bagian dalam Perang Vietnam.
Hagel mengakui bahwa: "Akar penyebabnya mulai dari kurangnya fokus dan perhatian yang berkesinambungan dan sumber daya, sehingga dalam arti luas bahwa karir di bidang nuklir tidak menawarkan banyak kesempatan pertumbuhan dan kemajuan."
Selain itu, dua perang AS di Irak dan Afghanistan selama 13 tahun terakhir telah berkontribusi besar dalam pengabaian misi nuklir AS, katanya.

Dengan naiknya ketegangan antara Gedung Putih dan Kremlin (istana kepresidenan Rusia) terkait krisis Ukraina, dan ancaman lama dari Korea Utara yang kini bahkan menargetkan roketnya ke pantai barat Amerika, membuat AS tampak seperti tak memiliki pilihan lain selain memperkuat persenjataan nuklirnya. Namun, rencana AS ini bertolak belakang dengan janji kampanye Obama sebelumnya yang akan menjadikan dunia yang bebas nuklir.
Tidak hanya AS, Rusia juga terus maju dengan perombakan militer besar-besaran. Dmitry Rogozin, Wakil Perdana Menteri Rusia, mengatakan pada September bahwa dalam beberapa tahun ke depan, negaranya akan "merenovasi" persenjataan nuklirnya.

Pekan lalu, Rusia juga mengumumkan akan memboikot pertemuan puncak keamanan nuklir internasional, yang dijadwalkan akan diselenggarakan oleh Obama pada tahun 2016. (The Times) artileri
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment