Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

11 June 2015

Dalam 5 Bulan di 2015, 9 Kali Pesawat Asing Melintas di Perairan Ambalat

7:17 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
Dalam 5 Bulan di 2015, 9 Kali Pesawat Asing Melintas di Perairan AmbalatTarakan:(DM) - Komandan Landasan Udara (Danlanud) Tarakan Letkol TNI AU Toipan Hutapea mengatakan perairan Ambalat, Kalimantan terancam direbut oleh negara lain. Hal itu lantaran pesawat asing kedapatan telah 9 kali melintas di perairan Ambalat sejak tahun 2015.

"9 Kali pelanggaran dilakukan oleh pesawat Asing. Pesawat-pesawat yang tidak dikenal melintas di atas perairan Ambalat," ujar Letkol Toipan di Lanud Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (10/6/2015).

Toipan menjelaskan selama 5 bulan, pesawat asing melintas pada bulan Januari dan bulan Mei. Tujuh kali melintas di atas perairan Ambalat sejak bulan Januari dan pada bulan Mei dua kali melintas. Pesawat asing yang melintas diantaranya pesawat militer, pesawat sipil, dan pesawat tanpa awak.

"Ini sudah 9 kali, mau sampai berapa kali mereka masuk wilayah kita," keluhnya.

Saat pesawat asing sering melintas di bulan Januari, TNI AU mengantisipasi dengan menghadirkan pesawat Sukhoi. Dampaknya, pada bulan Februari, Maret dan April tidak ada pesawat asing yang melintas.


"Itu pesawat Sukhoi memang untuk menghancurkan bukan menakut-nakuti lagi. Pelanggaran udara setelah bulan Januari langsung menghilang karena diseganinya pesawat ini. Saat pesawat Sukhoi pergi dia (pesawat asing) balik lagi tidak sampai 24 jam," jelasnya.

"Berarti ini bukan hanya kebetulan (pesawat asing melintas) pasti ada strategi dari negara seberang untuk merebut secara perlahan-lahan," sambungnya.

Menurutnya, apabila pesawat asing tidak dapat diajak berbicara secara baik-baik, maka dengan tegas TNI AU akan menghancurkan pesawat asing yang melintas di atas perairan Ambalat.

"Menghancurkan itulah cara yang paling terakhir. Apabila tidak bisa diajak baik-baik, mau tidak mau kami boleh menghancurkan. Dengan kondisi seperti ini, Lanud Tarakan membutuhkan pesawat berkemampuan tempur sergap. Harapannya kedepan tidak ada lagi pelanggaran udara," pungkasnya.

detik
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment