Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

12 September 2015

Proyek Pesawat KFX/IFX dan Revolusi Mental Kita

9:47 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
JAKARTA:(DM) - Dalam sepekan terakhir, kita disuguhi berita yang kontradiktif tentang proyek pesawat tempur KFX/IFX kerja sama dengan Korea Selatan.
Dalam satu sisi, Indonesia melakukan peletakan batu pertama pembangun hanggar untuk proyek KFX/IFX yang berlangsung Rabu, 2/9/2015, dilakukan Sekjen Kemhan Letjen TNI Ediwan Prabowo, bersama-sama dengan Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia Budi Santoso, Kabalitbang Kemhan Dr. Ir. Anne Kusmayati, M.Sc, Tim Ahli KF-X/IF-X Marsdya TNI (Pur) Eris Herryanto dan Komandan Koharmatau (Komando Pemeliharaan Materiil TNI AU) Marsda TNI Robert S. Marut.
Pembangunan hanggar pesawat tempur KF-X/IF-X dilakukan di atas tanah seluas 4 ha dan diharapkan selesai pada bulan Desember 2015 ini, menjadi momentum bersejarah bagi kebangkitan industri pertahanan nasional dan realisasi program industri pertahanan Indonesia dalam rangka memperkuat sistem pertahanan negara.
Namun di sisi lain, program kerjasama pengembangan pesawat tempur KFX/IFX antara Indonesia dan Korea Selatan dievaluasi oleh pemerintahan Presiden Jokowi-JK. Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, penundaan kerjasama ini sudah dengan berbagai pertimbangan.
Menurut Ryamizard, salah satu pertimbangan adalah, masih ada yang lebih prioritas dibanding proyek pengembangan pesawat tempur generasi 4,5 itu. Pesawat KFX/IFX yang akan dibangun setara dengan jet tempur tipe F-18 Super Hornet, Eurofighter Typhoon, hingga Dessault Rafale.
Penundaan ini tentu berdampak banyak terhadap kegiatan yang telah dilakukan untuk pembuatan pesawat KFX/IFX. Sejak tahun lalu bahkan tim pengembang IFX Indonesia telah bekerja, untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Mengapa proyek strategis ini ditunda ?. Kata ditunda biasanya berdekatan dengan kata “batal.
Beberapa pejabat teras Indonesia yang ditanya tentang penundaan ini mengatakan, sebenarnya Presiden Korea Selatan meminta Indonesia untuk terus melanjutkan proyek ini. Namun Indonesia berdalih, akan fokus dulu ke alutsista yang lain yakni tank.
Ada juga pejabat yang berpendapat, saat ini Indonesia lebih membutuhkan Tank daripada pembuatan pesawat tempur KFX.
Seharusnya proyek pembuatan tank tidak bisa dibandingkan dengan proyek pembuatan pesawat tempur KFX. Mengapa bangsa kita ini mudah sekali surut, ketika menghadapi suatu persoalan kecil.
Proyek pembangunan pesawat tempur KFX/IFX ini, seharusnya bisa melambungkan pamor Presiden Jokowi. Apalagi jika di masa pemerintahannya ini, prototype pesawat itu sudah jadi. Siapa sebenarnya penasehat yang membisikkan penundaan pesawat KFX ini kepada presiden ?.
Negara kita memang sedang sedikit terguncang secara ekonomi. Namun hal itu, bukan berarti membuat mental dan nyali kita menjadi surut. Justru di masa-masa seperti ini, pemerintah harus bisa membuat proyek yang menjadikan kebanggan bangsa dan merealisasikannya. Hal ini pula yang sempat dikatakan Presiden Jokowi, bahwa kita butuh revolusi mental. Menurut saya, revolusi mental itu adalah, kita tidak surut membangun pesawat tempur KFX/IFX meski ada sedikit guncangan ekonomi.
Cobalah kita jangan bertingkah seperti negara miskin atau mental yang miskin. Apa pun ada di Indonesia dan bisa dijadikan value, jika kita mau. Seharusnya para pejabat mengatakan, “kalau perlu kita makan rumput, agar pembangunan pesawat KFX terwujud”.Setidaknya untuk menunjukkan mental petarung kita.
Pembangunan pesawat tempur KFX/IFX adalah sebuah lompatan teknologi, bagi bangsa Indonesia. Tidak banyak negara yang bisa atau mencoba untuk membuat pesawat tempur. Pembangunan pesawat tempur KFX/IFX adalah investasi besar Indoensia, untuk teknologi.
Saya yakin insinyur-insinyur Indonesia yang nantinya terlibat dengan proyek KFX/IFX akan menemukan teknologi teknologi terapan baru lainnya bagi Indonesia, yang bisa dikomersialkan, misalnya: telepon seluler Indonesia, tv dan monitor digital Indonesia, kamera dan video Indonesia, hard disk Indonesia dan sebagainya.
Belum lagi penundaan ini bisa membuat buruk hubungan Indonesia dan Korea Selatan, karena Indonesia menundanya/ menghentikannya secara sepihak.
Satu yang membingungkan dan perlu kita cerna adalah, bangsa kita ini sepertinya punya sindrom “gagap”, untuk sebuah lompatan teknologi baru. Ketika pesawat N-250 buatan Indonesia akan diterbangkan, Indonesia “gagap” dan menghentikannya dengan berbagai alasan. Alasan bisa dicari. Bisa benar atau tidak. Namun faktanya, Indonesia menghentikan proyek tersebut.
Kini ketika tim pengembang KFX/IFX Indonesia sudah bekerja, ketika hanggar pesawat KFX/IFX mulai dibangun di areal PT DI Bandung, ketika PT KAI Korea Selatan sudah menemukan partner Lockheed Marthin, Ketika pemerintah Korsel sudah menyetujui desain twin engine, eh….Indonesia mundur dan mengatakan menundanya.
Apakah pemerintah Indonesia tersinggung, karena pemerintah AS katanya tidak mau berbagi teknologi strategis kepada Indonesia, karena negara muslim. Apakah hanya karena itu kita mundur ?, mutung ?, ngambek…?. Please deh. Kita butuh revolusi mental.
Seharusnya Presiden Joko Widodo mendorong proyek pesawat tempur KFX/IFX ini lebih cepat, untuk mendorong lompatan teknologi Indonesia. Presiden Joko Widodo, harus hati-hati dengan pembisiknya/ penasehatnya, seperti bisikan maut kepada presiden Soeharto kala itu, yang menghentikan proyek pesawat N-250.
Momen kerjasama pesawat tempur KFX/IFX ini, seharusnya bisa menjadi modal bagi presiden Joko Widodo, untuk lima tahun ke depan. Menghadirkan sesuatu yang membanggakan dan berkelas bagi bangsa Indonesia. Mengangkat martabat bangsa Indonesia ke tempat yang lebih baik. (JKGR).
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment