Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

16 September 2015

Su-35 vs Lawan di Kawasan

10:16 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
image001
JAKARTA:(DM) - Menteri Pertahanan (MenHan) telah memutuskan Su-35 sebagai pengganti F-5, jadi banyak muncul artikel di blog dalam maupun luar negeri. Disini penulis ingin membahas tentang kemampuan Su-35 terhadap potensi lawan-lawannya di kawasan sekitar Indonesia, terutama dari teknologi radar.
Dalam hal perbandingan tipe vs tipe, isu yang paling bermasalah adalah berbagai macam varian armada pesawat tempur, subtipe dan konfigurasi yang unik di seluruh AS, Uni Eropa dan Rusia. Namun teknologi dasar menentukan jenis apa dari airframe, propulsi, sistem dan persenjataan yang dapat digunakan oleh kedua pihak dalam sebuah konflik. Pihak dengan keunggulan teknologi dasar yang penting akan menang, dengan lainnya dianggap sama, karena kinerja dan kemampuan yang didapat dari keunggulan tersebut.
Teknologi dasar tersebut adalah Radar,  Radio Frequency Threat Warning,  Radio Frequency Jammers, IRST, Sistem Propulsi, TVC, Digital Flight Control Systems, Radar Absorbent Materials and Structures, Airborne Datalinks and Networks, Inertial and Satellite Navigation Equipment, Glass Cockpit Technology, Active Radar Guided Missile Seekers, Electro Optical Guided Missile Seekers, dan Guided Bomb Technology.
Pada kali ini yang dibahas dari teknologi dasar terutama adalah radar.
Radar adalah salah satu metrik terpenting dalam perbandingan tipe pesawat tempur. Salah satu atribut Su-35, bahkan yang terpenting, adalah memiliki radar dengan kemampuan yang luar biasa, yaitu NIIP Irbis-E. Pabrikannya NIIP dalam brosurnya menyebut jarak jangkaunya 350 km untuk sasaran dengan RCS 3 m2. Ini adalah salah satu radar terkuat di dunia. Bagaimana jangkauannnya kalau RCS sasarannya lebih kecil, sampai ke RCS siluman? Cara mengetahuinya adalah dengan memakai Persamaan Radar Klasik (lihat Gambar 1).
Gambar 1
Gambar 1
Persamaan Radar Klasik mengatakan bahwa radius jangkauan radar berbanding lurus dengan akar 4 dari RCS. Dengan spreadsheet secara mudah dapat dihitung jangkauannya untuk beberapa RCS termasuk siluman (lihat Gambar 2).
PesawatRCS m2Akar 4 dari RCSDeteksi Irbis-E
  Radar equationKm Nm
F-22 – metal marble* – dari depan0,000180,123117
F-22 – dari samping**0,0010,184726
F-35 – metal golf ball* – dari depan0,001430,195228
F-35 – dari samping**0,010,328445
Pespur lain pada RCS Þ0,10,5615081
Pespur lain pada RCS Þ0,50,84224121
Pespur lain pada RCS Þ11,00266144
Pespur lain pada RCS Þ21,19316171
Pespur lain pada RCS Þ31,32350***189
Pespur lain pada RCS Þ51,50398215
Pespur lain pada RCS Þ101,78473255
*  pernyataan RCS dari jenderal USAF
** asumsi
*** pernyataan pabrikan Irbis-E
Gambar 2
Bagaimana kalau “Pespur lain” itu adalah saudaranya sendiri? Jawabannya lihat Gambar 3 (sepertinya standar Rusia adalah mengukur kemampuan radarnya terhadap sasaran RCS 3 m2).
Gambar 3 (kredit gambar APA)
Gambar 3 (kredit gambar APA)
Dari Gambar 3 dengan asumsi RCS sasaran adalah 3 m2 tampak bahwa :
  • Jangkauan radar NIIP Irbis-E Su-35 162 nm – 190 nm atau 300 km – 352 km.
  • Jangkauan radar NIIP N011 Bars Su-30MKI/MKM adalah 85 nm = 157 km
  • Jangkauan Tail Warning Radar seri Flanker adalah 50 nm = 93 km
  • Acquisition Radar rudal R-77 – R-27 adalah 10 – 15 nm = 18 – 28 km
  • Acquisition Radar rudal R-37 adalah 20 nm = 37 km
Bagaimana kalau “Pespur lain” itu adalah potensi lawannya? Jawabannya lihat Gambar 4. Diasumsikan sama RCS-nya adalah 3 m2.
Gambar 4 (kredit gambar APA)
Gambar 4 (kredit gambar APA)
Dari Gambar 4 dengan asumsi RCS sasaran adalah 3 m2 tampak bahwa :
  • Jangkauan radar APG-77 AESA F-22A adalah 125 nm = 232 km
  • Jangkauan radar APG-79 AESA F-18E/F adalah 100 nm = 185 km
  • Jangkauan radar APG-79 AESA F-35 JSF adalah 95 nm = 176 km
  • Jangkauan radar APG-63 (V)2 AESA F-15C adalah 90 nm = 167 km
  • Jangkauan radar NIIP N011 Bars Su-30MKI/MKM adalah 85 nm = 157 km
  • Jangkauan radar APG-80 AESA F-16E/F adalah 69 nm = 123 km
  • Jangkauan radar NIIP N001 Su-30SKM/MK2 adalah 60 nm = 111 km
  • Jangkauan radar Phazotron Zhuk MiG-29 adalah 42 nm = 78 km
Agak aneh bahwa radar APG-77 AESA F-22A kalah dari Irbis-E. Apakah mungkin karena desain lama?
AU Singapura telah memiliki F-16C/D dan baru membeli F-15SG menggantikan F-5 mereka. F-16C/D tidak akan kompetitif terhadap Su-35BM, dan pada setiap metrik parameter Su-35 secara bersih menang kelas. Rencananya F-16C/D akan di-upgrade, dimana upgrade ini tidak akan bisa melebihi kemampuan F-16E/F Blok 60. Upgrade ini juga tidak akan kompetitif terhadap Su-35BM, pada setiap metrik parameter Su-35 secara bersih menang kelas.
Versi F-15SG adalah turunan tipe F-15A/B sebelumnya yang terbang untuk pertama kali pada tahun 1972/73. Artinya adalah murni pesawat tempur gen-4 yang punya semua keterbatasan padaairframe-nya bila akan di-upgrade.
Jika kita membandingkan model akhir subtipe F-15K / SG dilengkapi AESA terhadap model akhir Su-35, yang keduanya diproduksi pada saat yang sama, Super Flanker ini akan mengungguli F-15SG di banyak bidang penerbangan, terutama pada kecepatan transonik. Dengan mesin AL-41F1S Su-35 akan dapat mempertahankan kecepatan supersonik yang layak pada daya dorong kering, memberikan keuntungan energi di seluruh bidang penerbangan. Dengan TVC, kelincahan WVR Su-35 akan lebih baik dibandingkan F-15SG yang tidak mempunyainya. Ditambah lagi rate of climb Su-35 adalah >280 m/s dibandingkan F-15SG yang hanya 254 m/s. Dengan tangki bahan bakar konformal F-15SG  akan memiliki jangkauan sebanding dengan Super Flanker dengan eksternal drop tank.
Namun CFT mempunyai kelemahan : tidak bisa dibuang / dicopot di udara, menambah berat kosong pesawat dengan demikian mengurangi daya angkut di bawah sayap / cantelan, dan menambah drag selama penerbangan. Dilengkapi dengan Irbis-E Sukhoi akan mencapai kemampuan pertama melihat / menembak di atas F-15 dengan radar APG-63 (V)2 AESA. Sedangkan kemampuan radar APG-63 (V)3 AESA yang diusung F-15SG tidak akan banyak beda dalam radius jangkauan mengingat diameternya kurang lebih sama sehingga kekuatannya juga kurang lebih sama, yang berbeda kemungkinan hanya perawatan dan lain-lain yang lebih baik.
Dalam hal kemampuan ECM, Sorbstiya jammers akan lebih baik daripada seri warisan ALQ -135, dan Khibiny-M akan sebanding dengan seri ALR-56M. Dalam hal kemampuan IRST, Su-35 mempunyai on board OLS-35, sedangkan F-15SG harus membawanya sebagai cantelan di bawahfuselage, dengan segala kelemahannya (lihat Gambar 5).
Gambar 5 (kredit gambar Mindef)
Gambar 5 (kredit gambar Mindef)
Ringkasan keseluruhan, Su-35 akan mengungguli atau sama dengan F-15SG di sebagian besar parameter kemampuan utama.
Australia mendasarkan kemampuan pesawat tempurnya kepada 3 jenis : F/A-18E/F Super Hornet, EA-18G Growler, dan F-35 JSF.
Keduanya F/A-18E/F Super Hornet dan EA-18G Growler membanggakan radar APG-79 AESA. Akan tetapi Su-35 melebihi pada semua parameter utama, termasuk radar.
F-35 JSF akan kalah di semua parameter kinerja utama, dengan pengecualian tanda tangan radar ketika JSF diterbangkan bersih dengan senjata internal saja. Akan tetapi senjata internal rudal AAM terbatas hanya kepada 2 rudal AIM-120C saja! Begitu habis ditembakkan, JSF akan winchesterrudal dan tinggal punya kanon saja, makanan empuk bagi Su-35 yang punya kinerja kecepatan, daya jelajah dan weapons load yang jauh lebih besar.
Kelebihan tersebut mungkin sama sekali berubah jika Su-35 tersebut diintegrasikan ke jaringan dengan radar frekuensi rendah VHF dan L-band untuk memberikan isyarat posisi JSF. Hal ini juga tidak sepenuhnya jelas apakah tanda tangan radar dari varian ekspor JSF akan cukup rendah untuk menyangkal penguncian kuat Irbis E pada rentang jangkauan rudal yang berguna (lihat Gambar 1). Atau Su-35 menggunakan taktik formasi tembok seperti telah dibabarkan dalam artikel sebelumnya.
Malaysia menggantungkan kekuatan pesawat tempurnya kepada 3 jenis yaitu F/A-18D Hornet, MiG 29N/UB dan Su-30MKM.
Apalagi F/A-18D Hornet (bukan Super Hornet), Su-35 melebihi pada semua parameter utama, termasuk radar.
MiG 29N/UB adalah keponakan kecil Su-35, tentu akan kalah pada semua parameter utama, termasuk radar.
Su-30MKM adalah kakaknya Su-35. Namun bila dibandingkan dengan Su-35, kecuali pada TVC dan Radio Frequency Threat Warning,  serta Radio Frequency Jammers, akan kalah pada semua parameter utama, termasuk radar. Catatan : Su-30MKM lebih unggul dari Su27SKM / Su-30MK2 kepunyaan TNI AU pada sebagian besar parameter utama, termasuk radar.
Kabarnya Malaysia meminati Dassault Rafale. Rafale akan bersaing dengan Su-35 dalam hal kelincahan tempur dan kecepatan lari pertempuran WVR, tetapi tidak memiliki keunggulan yang menentukan dalam sistem dan sensor dan tidak dapat membandingi jangkauan radar dari Irbis-E.
Terbukti bahwa pilihan Su-35 TNI AU adalah tepat dan cerdas. Sebuah wilayah ketidakpastian adalah berapa banyak teknologi canggih Su-35 yang Rusia akan memasukkan dalam versi ekspor Su-35. Indonesia HARUS memastikan ini ketika membelinya. Penulis menduga bahwa setelah Su-35 dibeli, Su27SKM / Su-30MK2 akan lebih diprioritaskan kepada misi maritime / ground strike.
Semoga mencerahkan dan selamat membaca.
Referensi :Australian Air Power (APA)
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment