Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

17 November 2015

Amerika Serikat Beri 2 Kapal Perang untuk Filipina

11:26 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Presiden AS Barack Obama di Filipina (AP Photo/Susan Walsh)
Presiden AS Barack Obama di Filipina (AP Photo/Susan Walsh)
MANILA:(DM) - Dengan latar belakang kapal perang di belakangnya, Presiden AS Barack Obama di Manila, Selasa (17/11/2015), mengumumkan AS akan menyerahkan dua kapal kepada Angkatan Laut Filipina.
Bantuan ini guna memperkuat kemampuan keamanan maritim Filipina di perairan Laut China Selatan yang selama ini menjadi sengketa.
Obama mengatakan kedua kapal itu masing-masing satu kapal pengawal pantai dan satu kapal penelitian, sebagai bagian dari rencana AS yang lebih luas untuk meningkatkan bantuan kepada pasukan angkatan laut di Asia Tenggara.
Presiden AS  Barack Obama di Filipina (AP Photo/Susan Walsh)
Presiden AS Barack Obama di Filipina (AP Photo/Susan Walsh)
Ia mengatakan AS mempunyai komitmen yang kuat kepada Filipina sebagai sekutunya dan komitmen bersama untuk pelayaran bebas dan aman di laut.
“Angkatan laut yang lebih berkemampuan sangat penting bagi keamanan kawasan ini,” kata Obama ketika ia memulai lawatan enam hari di Filipina dan Malaysia.
Ia mengatakan kapal-kapal itu akan membantu Filipina berpatroli di perairan wilayahnya.
Presiden AS  Barack Obama di Filipina (AP Photo/Susan Walsh)
Presiden AS Barack Obama di Filipina (AP Photo/Susan Walsh)
Obama tidak pernah menyebut China ketika ia berdiri di depan BRP Gregorio del Pilar, frigat bekas milik Amerika, namun secara tersirat mengarahkan kepada masalah di Laut China Selatan.
Selama ini, negara-negara di sekitar Laut China Selatan terusik oleh gerakan agresif China untuk menunjukkan kekuasaan atas perairan tersebut.
Presiden AS  Barack Obama di Filipina (AP Photo/Susan Walsh)
Presiden AS Barack Obama di Filipina (AP Photo/Susan Walsh)
Ketegangan di kawasan itu telah memanas dalam beberapa tahun ini. AS berusaha dengan cara simbolis untuk melawan klaim Beijing di kawasan itu tanpa menempatkan dirinya dalam konfrontasi langsung.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment