Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

25 November 2015

“Ini Bukan Rahasia Lagi, Jadi Biarkan Orang Tahu”

1:38 PM Posted by Ikh Sanudin 1 comment
 RSS Formidable (68)
Frigate RSS Formidable (68), Singapura
ANALISIS:(DM) - Menurut kalian light frigate mana yang lebih hebat, Formidable class, Sigma class, SGPV milik Malaysia ???
Bingung??? Jangan bingung, karena yang terhebat di antaranya adalah Formidable class Singapura.
Sulit untuk diterima memang, tapi, itulah kenyataannya dan itu sebenarnya bukan masalah yang besar UNTUK ARMADA YANG BESAR.
Benar, armada Indonesia terdiri atas seratusan lebih kapal perang. Tapi, kapal-kapal itu sudah tua dan ketinggalan dalam hal persenjataan dan teknologi. Di saat Singapura pertama kali mengakusisi lafayate, kapal perang stealth pertama di Asia, Indonesia masih tetap yakin dengan kemampuan van speijk. Sekarang, kapal perang berteknologi tinggi dan siluman bukan barang baru lagi di asia. Indonesia juga sekarang mempunyai beberapa.
Tapi, jumlah ini tidak cukup untuk menggantikan seluruh armada yang sudah menua. Tapi, kenapa Indonesia masih adem-adem ayam di tengah banyaknya kemungkinan yang mengancam kedaulatan negaranya? Ternyata, Usut-punya usut hal ini didasarkan suatu topeng saja. Karena bangsa Indonesia yang selama ini merasa dilecehkan di lautnya sendiri sudah menyadari kekurangannya, kini kembali ingin mengembangkan layarnya dan menyiapkan armada laut yang pernah menjadi terkuat di masanya.
Semboyan di laut kita jaya dan sejarah panjang kekuatan armada angkatan laut Indonesia seakan-akan dijadikan guyonan oleh para tetangga. Ini tidak bisa diterima.
Berangkat dari itu, seorang pemimpin baru Indonesia yang didampingi para veteran yang telah lama sakit hati dengan kesewenangan barat dan beberapa pemangku militer yang pada masa itu merasa seperti ditusuk dari belakang oleh kapitalisme, kini mengemban suatu misi dan mulai menyusun siasat.
Mereka memahami siapa yang mereka hadapi. Menunjukkan sikap tidak bersahabat adalah kebodohan yang akan menggagalkan rancangan besar bangsa ini yang telah disusun dan diwariskan oleh beberapa pemimpin-pemimpin terdahulu setelah orba dan sebelum orba.
Kini mereka menunjukkan sikap bersahabat. Dengan demikian maksud sebenarnya tidak akan terlalu mencolok untuk ukuran negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu pion US di asia.
Saat itu, saat setelah diambil sumpahnya beliau berkata “Akan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia”. Terkesan meragukan, mungkin bagi beberapa kalangan. Tapi, anda jangan lupa.
Di belakangnya berdiri para veteran kancah politik Indonesia, pemangku-pemangku militer jaman orba yang merasa sakit hati karena ditikam oleh kapitalisme yang coba mereka lindungi eksistensinya. Mereka mempunyai strategi yang didapat melalui pembelajaran lintas generasi. Harus diakui, mereka penasihat yang ulung dan paham asam pahitnya dunia perpolitikan Indonesia dan kawasan.
Dan jangan lupa, ini dendam lama yang diwariskan dari satu kepemimpinan ke pemimpin lainnya dengan pesan “Engkau boleh menjual hasil tanah kita. Tapi, kau harus berjanji tidak akan menyerahkan tanah ini kepada mereka. Karena kelak akan tiba waktunya tanah ini menjadi saksi kamu semua dapat berdiri dengan kebanggan sebagai bangsa yang besar yang di hormati dan disegani”
Bagus tidak pembukaannya???
Itu cuma bahan candaan saya, jangan terlalu serius yak.
Ok. Back to the topic,
” Green Water Navy
Hence, in 2005, TNI-AL announced its “Green-Water Navy” blueprint to achieve a 274-ship force structure by 2024,divided into a Striking Force (110 ships), Patrolling Force (66 ships), and Supporting Force (98 ships). In addition, it is also upgrading existing assets with new systems and armaments. This is Indonesia’s largest naval modernisation plan in over 40 years. The last major modernisation was during 1959-1961 when Indonesia purchased a substantial number of Soviet-made naval vessels”
Ada yang ingat kalimat ini “Sekarang Indonesia sudah membangun kapal perang modern sejenis fregat kelas La Fayette seperti yang dimiliki Singapura dan akan selesai dalam waktu empat tahun oleh PT PAL”, ujar Menteri Pertahanan 03/2012.
Ya, itu kalimat menteri pertahanan tentang Indonesia yang sedang membangun KAPAL PERANG bersama Prancis.
Tapi, anda tidak akan menemukan informasi apapun tentang adanya pembelian la fayette kepada Indonesia walau sekuat apapun anda mencari. Kenapa? Karena yang dimaksud yang sejenis la fayette tadi bukanlah korvet la fayette tetapi LIGHT FRIGATE YANG LEBIH MODERN. Apakah itu??? Namanya gowind 2500. Yak, satu tingkat di atas SGPVnya Malaysia yang mengacu pada desain GOWIND 2500 dengan mengalami berbagai perubahan sesuai spech yang diinginkan Malaysia (juga berdasarkan keuangan. Karena anda tahu sendiri, negara tetangga ini lagi sedang bokek serius).
Dan tidak tanggung-tanggung Indonesia membangun 12 kapal ini berdasarkan lisensi Prancis dengan pembiayaan mencapai belasan triliyun (pada kisaran dollar Rp.15.000).
Dan kapal ini merupakan produk ke 2 penjualan DCNS kepada pihak Indonesia selain beberapa scorpane 1000 yang jumlahnya belum diputuskan oleh Indonesia. Kapal ini akan memakan waktu persiapan 2 tahun. 8 modul akan dibuat di Indonesia. 4 lagi disiapkan dan dikirimkan dari Prancis.
Jangan tanya linknya. Itu rahasia. Tanggal selesainya juga. Yang pasti kapal ini belum dibuat sekarang. Karena menunggu kapal Malaysia dan Mesir selesai.
Nah, sekarang beberapa Formidable class dan kapal selam Archer melawan belasan Gowind dan puluhan PKR ditambah di bawah ada paduan Scorpene 1000, Amur dan Changbogo, siapa sih yang bakal menang.
“Percaya kita bisa”
Oleh : B Stepanus  jkgr
Reaksi:

1 komentar:

Post a Comment