Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

19 November 2015

Jet Tempur F-15C Upgrade Dengan Rudal Ganda

10:51 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
F-15_2040C-1024x431


LOCKHEED MARTIN:(DM) -  Boeing telah meluncurkan versi Up-Gunned pada jet tempur F-15C, yang juga dirancang berbarengan dengan program penambahan umur operasional pesawat hingga tahun 2040.

Disebut 2040C, paket upgrade termasuk rak amunisi “quad pack” yang dirancang untuk menggandakan muatan rudal udara-ke-udara hingga 16 buah dan tangki bahan bakar konformal.
Untuk sistem komunikasi, Boeing menawarkan “Talon HATE”, sistem yang mampu menghubungkan F-15 dengan pesawat siluman F-22 Raptor.

Dalam hal kemampuan survivability, Boeing juga menambahkan radar AESA – APG-63 (v) 3 dan sensor Infrared Search And Track (IRST) jarak jauh untuk kemampuan ” first sight, first shot, first kill ” dalam pertempuran diudara. 2040C juga mendapatkan sistem peperangan elektronik modern Eagle Passive/Active Warning Survivability System (EPAWSS).

Wakil Presiden Boeing program F-15 Mike Gibbons mengatakan konsep 2040C merupakan evolusi dari Silent Eagle yang diusulkan ke Korea Selatan, kelihatan seperti hanya perbaikan ringan tapi sebenarnya fokus pada kemampuan pertempuran udara terbaru dan mematikan.

“F-15 dan F-22 akan bertempur bersama di tahun 2030-an, kami telah mengkaji dan menganalisis solusi yang tepat untuk angkatan udara, “katanya pada konferensi Asosiasi Angkatan Udara di Washington.
“Menggandakan jumlah rudal pada jet tempur bukanlah program yang digariskan sejak lama, tapi itu adalah sesuatu yang sangat menarik bagi angkatan udara.”

Gibbons mengatakan upgrade penambahan senjata pada F-15 terutama untuk menghadapi ” ancaman” dari Rusia dan China yang terus mengembangkan jet tempur canggih dengan muatan senjata yang besar.
Pentagon menghentikan produksi F-22 hanya 195 buah, memaksa Angkatan Udara untuk tetap mengoperasikan F-15C lebih lama dari yang direncanakan.

Boeing melihat pasar pada 200 pesawat tempur F-15C yang masih aktif bertugas, dan muatan baru ini juga bisa diikutkan pada program layanan perpajangan masa hidup (SLEP).

Gibbons mengatakan sebagian F-15C milik AU AS masih baru dan sebagian lainnya sudah memiliki lebih dari 20,000 jam terbang, yang akan membutuhkan sayap dan ekor vertical baru. Boeing juga menargetkan opengguna F-15C lainnya, termasuk Jepang, Israel, dan Arab Saudi.

flightglobal jkgr
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment