Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

05 November 2015

Tank Boat X-18 Menggebrak Di Thailand

9:47 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
BANYUWANGI:(DM) - Salah satu desain produk yang paling inovatif di Pameran Defence & Security 2015 Thailand adalah “Tank Boat” X18 yang dikembangkan oleh PT. Lundin (North Sea Boats) bekerjasama dengan Pindad dan CMI Defence, Juga terlibat dalam proyek ini adalah OIP Sensor System yang bertanggung jawab untuk sensor suite boat.
John Lundin dari PT Lundin menjelaskan bahwa konsep X18 dibangun atas ide dari Igor Sikorsky dari perusahaan Sikorsky Aircraft yang mengembangkan prototipe Assault Support Patrol Boat selama perang Vietnam.
Dipersenjatai dengan meriam 105mm dan dua senjata 20 mm, prototipe ASPB diserahkan kepada Angkatan Laut AS pada tahun 1969, tapi terlambat untuk terlibat pada perang Vietnam. ASPB kemudian digunakan oleh pasukan khusus AS untuk melatih perang di sungai, sampai tahun 1980 kapal tank itu dihentikan operasionalnya.
download (2)
Lundin menyatakan bahwa seperti pasukan AS yang dikerahkan di Vietnam, banyak negara di Asia dan tempat lain yang membutuhkan perahu perang yang lebih baik untuk beroperasi disungai.
Ditujukan untuk “mengisi celah pasar yang masih kosong”, X18 muncul dan ditawarkan ke militer Indonesia yang dihadapkan dengan kesulitan menjaga wilayah negara kepulauannya yang luas yang terdiri dari lebih 17.000 pulau dan memiliki kontur wilayah dengan penduduk padat yang tinggal didekat sungai atau tepi lautan.
Hal yang harus diketahui, tank berat Leopard 2 yang telah dibeli dari Jerman tidak bisa menangani banyak medan di Indonesia yang terdiri dari banyak rawa dan jembatan kecil. Oleh karena itu, PT. Lundin memutuskan untuk mengembangkan “tank boat” yang memiliki turret ringan “hampir setengah dari berat turret standar”, dan dari sinilah CMI Defence dari Belgia datang bergabung.
Turret ringan CT-CV 105mm Cockerill dapat memberikan dukungan tembakan langsung, kemampuan penting yang dibutuhkan untuk menghancurkan kubu pertahanan musuh yang keras dengan menggunakan amunisi HESH ( High Explosive Squash Heads) ketika mendukung misi serangan amphibi.
Namun, turret ringan juga memungkinkan dukungan tembakan tidak langsung hingga 10 km jauhnya karena elevasi meriam yang bisa mencapai 42 derajat. Selain itu, meriam juga bisa digunakan untuk meluncurkan rudal anti tank Falarick 105 Cockerill yang memiliki jangkauan 5 km. Diawaki oleh empat orang kru, X18 juga dilengkapi dengan senapan mesin RCWS 7.62 mm Bofors Lemur dan meriam 30 mm.
Didukung oleh dua mesin diesel MAN 1200 HP dan dua waterjets MJP450, “tank boat” multirole ini juga mampu menampung 20 tentara dan boat pendarat RIB yang dapat digunakan untuk penyusupan pasukan. Atau, bisa juga digunakan untuk dukungan logistik disungai.
Dengan desain catamaran, bahan lambung X18 terbuat dari infus vinylester komposit.” Tantangannya adalah untuk mengembangkan sebuah kapal kecil yang dapat mengatasi hentakan meriam 105 mm “, kata Lundin.
Tidak seperti desain monohull baja Sikorsky yang tiga kali lebih berat, X18 sepanjang 18 meter akan menggunakan turret gyrostabilized yang ringan dan perlindungan yang lebih baik.
Dalam upaya untuk menghemat berat dan meningkatkan lapisan perlindungan, Lundin mengatakan ia akan memilih untuk “mengintegrasikan bahan yang dibutuhkan untuk perlindungan balistik ke dalam desain struktural boat”.
Sementara itu, direktur regional CMI Patrick Ledig menunjukkan selama acara di Bangkok bahwa Departemen Pertahanan Indonesia telah mengindikasikan ingin bergabung dengan pengembangan proyek tank boat ini .

M
ilytertechnology  jkgr
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment