Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

06 December 2015

Ada Pencurian Minyak Tapi Tak Besar

6:56 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Washington:(DM)  – Jumlah minyak yang diselundupkan dari Suriah ke Turki dianggap tidak cukup besar untuk bisa menjadi bisnis yang menguntungkan secara besar-besaran.
Pernyataan ini dikeluarkan seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang sekaligus menolak klaim Rusia bahwa para pejabat tinggi Turki mendapat keuntungan dari penyelundupan minyak dari Suriah yang dikuasai ISIS.
“Kami menilai tidak banyak terjadi penyelundupan dalam jumlah besar antara wilayah yang dikuasai ISIS dan Turki,” kata pejabat yang menolak disebutkan namanya itu.
Volume minyak yang diselundupkan itu sangat kecil dan terus menurun.”
Dia memperkirakan diperlukan seribu truk untuk menyelundupkan sekitar 20 ribu barel minyak ke Turki setiap hari, dan jumlah truk yang menyebrang perbatasan tidak sampai sedemikian besar.
“Keuntungan ekonominya tidak masuk akal [bagi penyelundupan] itu terjadi,” katanya.
“Bukti yang ada tidak memperlihatkan ada ribuan truk yang melalui wilayah itu, melewati perbatasan di wilayah yang dikendalikan oleh oleh kelompok berbeda. Mereka harus membayar untuk setiap titik.”
“Saya tidak melihat ada cerita yang masuk akal dalam pernyataan bahwa ada penyelundupan besar-besaran.”
Pejabat ini mengatakan, AS yakin sebagian besar minyak dari wilayah Suriah yang dikuasai ISIS diselundupkan ke wilayah Suriah yang dikuasai pemerintah negara itu dan sebagian lagi ke Irak.
Meski pejabat ini mengakui ada penyelundupan antara dua negara yang bertetangga itu, dia dengan tegas menolak volumenya demikian besar sehingga menghasilkan keuntungan.
“Hampir seluruh minyak itu dikonsumsi di dalam wilayah yang dikendalikan oleh ISIS, dan untuk dijual ke rejim” Presiden Bashar al-Assad, kata pejabat itu.
“ISIS menjualnya ke pemerintah negara itu.”
Kementerian pertahanan Rusia minggu lalu mengklaim memiliki bukti Presiden Turki Tayyip Erdogan dan keluarganya mendapat keuntungan dari penyelundupan minyak dari wilayah yang dikuasai ISIS.
Erdogan membantah tuduhan itu dengan mengatakan akan mundur jika tudingan itu terbukti benar.
Para pejabat AS mengatakan gambar tanker minyak sedang menyebrang masuk ke wilayah Turki dari Suriah yang diunggah oleh Rusia, adalah gambar lama dan bukan truk yang sedang menyebrang masuk ke wilayah Turki.
CNN Indonesia
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment