Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

17 December 2015

Alutsista TNI Harus Modern dan Mandiri

7:45 PM Posted by Ikh Sanudin 1 comment

10440769_663037797109242_691350094976390567_n
JAKARTA:(DM)  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kebergantungan terhadap impor kebutuhan pertahanan nasional harus diminimalisasi untuk mewujudkan kemandirian pertahanan nasional.
Hal itu diutarakan Jokowi saat memberi pengarahan kepada peserta rapat pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun Anggaran 2016 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
“Kita harus mewujudkan kemandirian pertahanan dan mengurangi kebergantungan kepada impor kebutuhan-kebutuhan pertahanan melalui pengembangan industri pertahanan nasional kita,” ujar Jokowi, Rabu (16/12/2015).
Dalam rapat itu dihadiri Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal TNI Mulyono, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi.
Mengenai persoalan alat utama sistem persenjataan (alutsista), sambungnya, harus semakin lengkap atau semakin modern. “Teknologi pertahanan harus dilakukan untuk mengimbangi kemajuan zaman,” kata Presiden.
df72406a-4ff9-4646-be35-129c79a5c859_169
Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi atas kehadiran Panser Badak dalam jajaran alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jokowi berharap alutsista buatan anak negeri ini dapat semakin memperkuat TNI.
“Panglima TNI dan KSAD tentu akan dukung kehadiran alutsista buatan anak-anak negeri,” ujar Jokowi di sela-sela kunjungannya ke booth PT PINDAD di Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2015 yang berlangsung di Markas Besar TNI, Jakarta, Rabu (16/12/2015).
KSAD TNI Jenderal Mulyono yang turut mendampingi kunjungan Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyambut baik dukungan Jokowi untuk kehadiran panser Badak di jajaran alutsista TNI Angkatan Darat. Panser Badak ini akan menggantikan tugas tank yang sudah harus segera dikandangkan.
“Kami ada rencana menggantikan jajaran tank Saladin yang sudah tua dengan Badak buatan Pindad,” ujar Mulyono.
Hal senada juga dikatakan Direktur Komersial PT Pindad, Widjajanto, yang menjadi ‘sales person’ untuk menjelaskan sosok Badak kepada Presiden dan para petinggi TNI itu. WIdjajanto menjelaskan keunggulan anggota baru alutsista TNI AD tersebut.
“Perkenankan kami sampaikan pada pekan lalu, Badak dengan dukungan Dislitbang TNI AD telah sukses jalani uji tembak di Cipatat. Akurasi tinggi dan kondisi kendaraan tercatat stabil dalam berbagi posisi penembakan sebagaimana bisa dilihat dalam video presentasi kami,” ujar Widjajanto.
Panser Badak merupakan produk kendaraan tempur terbaru buatan PT Pindad. Panser 6×6 ini memiliki turret 90 mm hasil kerjasama PT Pindad dengan CMI Defense dari Belgia.
Dalam paparannya Widjajanto menjelaskan kini staf PT Pindad telah menyelesaikan program Transfer of Technology dan telah mampu melakukan proses manufaktur turret 90 mm. “Tinggal laras senjata 90 mm yang kami import dari Belgia selebihnya dikerjakan oleh anak-anak negeri di pabrik kendaraan tempur PINDAD di Bandung,” tambahnya. Pindad siap memproduksi Badak untuk tahun anggaran 2016.
Reaksi:

1 komentar:

Post a Comment