Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

29 December 2015

Kapal Pencuri Ikan China, Butakan Kapal Patroli Indonesia

7:15 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

Jakarta:(DM) – Satuan Tugas Pemberantasan Illegal Fishing kembali menemukan modus baru praktik pencurian ikan. Kapal-kapal asing yang mencuri ikan di Indonesia sudah menggunakan teknologi tinggi untuk memanipulasi pendeteksi kapal di laut atau Automatic Identification System (AIS).
Kepala Pelaksana Harian Satgas 115, Laksamana Madya Widodo mengatakan, modus dengan tekhnologi pengalih jejak ini terendus ketika kapal patroli tidak mendapati kapal asing, meski sistem AIS sudah mendeteksi keberadaan kapal di koodinat tertentu di Laut Halmahera Utara.
“Mirip hacker. Dari pantauan AIS menunjukan ada spot yang kita kategorikan sebagai kapal asing China. Tapi setelah dicek kapal Satgas ternyata kosong, ada potensi mereka pakai alat canggih buat alihkan perhatian kapal patroli kita. Saat kita arahkan kapal ke area yang kosong, padahal mereka curi ikan di tempat lain,” ungkap Laksamana Madya Widodo di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta (28/12/2015).
AIS dipakai Satgas 115 untuk mendeteksi secara akurat identitas kapal, lokasi, kecepatan, arah tujuan kapal. Pengalihan data pada AIS menunjukan kapal pencuri ikan telah menggunakan tekhnologi yang semakin canggih dalam operasinya.
“Ada kapalnya di sistem, begitu dicek kosong. Ini kamuflase, bahasa sederhananya mereka pakai kaya hacker buat merusak sistem kita. Di koordinat disebutkan ada kapal China, ternyata malah tidak ada,” jelasnya.
Satgas Illegal Fishing belum memiliki teknologi untuk mengatasi hal tersebut. Teknologi tersebut kerap dipakai pada kapal-kapal perang. Tahun depan, Satgas 115 akan melakukan pengadaan alat untuk melacak kapal yang menggunakan tekhnologi pengalih AIS.
“Kita memang harus punya alat yang counter teknologi seperti itu. Kalau tidak susah nanti, di TNI AL sebenarnya sudah ada, tapi itu peruntukannya untuk kapal-kapal perang,” ujarnya.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment