Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

08 December 2015

Pesawat Pengintai AS Bermanuver di Laut China Selatan

6:27 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

LCS:(DM) - Amerika Serikat (AS) turun tangan dalam memanasnya Konflik Laut China Selatan. Singapura telah memberi izin pada AS untuk mengoperasikan pesawat mata-mata Poseidon P8 Amerika Serikat di wilayahnya.
Pesawat mata-mata canggih Poseidon P8 akhir bulan ini akan bermanuver di wilayah Singapura yang dekat dengan Indonesia.
Tujuan manuver pesawat itu diklaim untuk mendukung “upaya keamanan maritim” serta mengamati aktivitas China terkait polemik klaim Laut China Selatan.
Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, dan Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, telah membuat pernyataan bersama. Isinya, kesepakatan Washington dan Singapura soal operasi pesawat mata-mata P8.
Kedua menteri pertahanan itu juga menyatakan puas dengan hasil pertemuan mereka dan diharapkan operasi serupa bisa lebih lanjut dilakukan di wilayah Singapura.
”Penyebaran pesawat ini akan mempromosikan interoperabilitas yang lebih besar dengan militer regional melalui partisipasi dalam latihan bilateral dan multilateral, sambil memberikan dukungan yang tepat waktu untuk HADR (Humanitarian and Disaster Relief) regional dan upaya keamanan maritim,” bunyi pernyataan bersama yang dipublikasikan di website Departemen Pertahanan AS, seperti dikutip Reuters, Selasa (8/12/2015).
Pesawat mata-mata Poseidon AS sebelumnya telah melakukan sejumlah operasi di Jepang, Filipina dan Malaysia. Selain kesepakatan pengoperasian pesawat P8, Singapura dan AS sepakat bekerjasama dalam memerangi terorisme dan pembajakan.
Bulan lalu, dua pesawat pembom strategis B-52 AS terbang di dekat pulau buatan China di Laut China Selatan. Pilot pesawat pembom itu mengabaikan seruan Beijing agar hengkang dari wilayah udara yang diklaim China. Pada akhir Oktober, kapal perang AS, USS Lassen, juga bermanuver di wilayah yang berjarak 12 mil dari kawasan Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, yang diklaim China.
Diketahui, Situasi keamanan di Laut China Selatan belakangan ini semakin memanas. Pemerintah China telah meningkatkan pertahanan udara di Laut China Selatan. Reklamasi daratan yang dilakukan oleh Pemerintah China menyebabkan dikeluarkannnya deklarasi Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ), yang membuat pesawat China dapat terbang di atas wilayah Laut China Selatan yang dianggap masuk wilayah kekuasaannya./
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment