Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

17 January 2016

Siswa STTAL Kembangkan Kapal Tanpa Awak

7:45 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

Kapal tanpa awak STTAL (photo : Sindonews.com)
Kapal tanpa awak STTAL (photo : Sindonews.com)
Surabaya:(DM)  – Para siswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) mengembangkan kapal tanpa awak, yang bisa dioperasikan untuk kepentingan militer maupun nonmiliter, termasuk untuk patroli maritim. Kapal yang mengadopsi teknologi sitem kompetirisasi dan wifi itu, dikendikan menggunakan remote.
Kapal itu mampu menjangkau kejauhan hingga 40 km, kecepatan sekitar 21 knot dengan ukuran kapal hampir seukuran sekoci.
Kapal tanpa awak itu didisain mampu menembus samudra dengan akselerasi maskimal. Awalnya, kapal itu diproyeksikan untuk patroli pengamaan, namun kini dikembangkan untuk operasi militer dan juga bisa untuk menyapu ranjau.
Meski belum diujicobakan di laut lepas, namun karya siswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) ini sukses ujicoba di waduk di lingkungan TNI AL di Bumimoro, Surabaya.
“Kami mengadopsi teknologi KRI Diponegoro yang dikenal paling canggih,” ujar Kapten Laut Ali Khairudin, prajurit mahasiswa S1 Teknik Elektro, STTAL, Saat STTAL, 15/1/2016, di Surabaya, Jawa Timur.
Kapal tanpa awak STTAL (photo : surya.co.id)
Kapal tanpa awak STTAL (photo : surya.co.id)

Kapal itu bisa bergerak dan menyapu lokasi sesuai tujuan dan sasaran. Ada sistem kamera sehingga terus terpantau, tidak saja keberadaan kapal, namun sasaran musuh juga mampu diketahui oleh kecanggilan teknologi intai kapal tanpa awak ini.
Geladak kapal bisa dikombinasikan senjata untuk beroprasi, atau pilihan lainnya menggunakan semacam meriam.
Namun para siswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) mengakui masih perlu penyempurnaan lebih jauh, terutama menyangkut waktu operasional kapal yang masih terbatas pada musim kemarau. Kalau hujan belum bisa operasional karena merusak sistem dan belum diantisipasi. Selain itu masih perlu dukungan sistem satelit, bukan wifi yang terbatas jangakuannya.
Namun data navigasi secara umum pada kapal tanpa awak ini sudah yang terbaik. Diharapkan, karya anak bangsa ini terus dikembangkan demi kemandirian alutsista.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment