Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

19 January 2016

TNI AL Butuh 25 Kapal Frigate Sigma

9:49 PM Posted by Unknown No comments
Desain Frigate PKR Sigma TNI AL
Jakarta:(DM) – Komisi I DPR melakukan rapat dengar pendapat dengan TNI AL tentang pembangunan arsenal militer di matra laut TNI, di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Selasa, 19/1/2016.
“Kenapa TNI AL duluan, karena dalam rapat kerja, Panglima TNI katakan, postur laut dan udara menjadi prioritas,” ujar Ketua Komisi DPR, Mahfudz Siddiq, di sela-sela rapat.
Ketua Komisi 1 DPR mengatakan, TNI AL, harus dibangun secara modern karena pengembangan potensi kelautan harus didukung kemampuan menjaga perairan Indonesia.
“Sekarang, TNI AL aktif mendukung tugas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tapi bukan dalam rangka menangkapi kapal ilegal saja, tapi seluruh perairan,” ujar Mahfudz Siddiq.
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Ade Supandi, mengatakan, kunjungan Komisi I DPR ini, terutama terkait penganggaran pertahanan. “Peran Komisi I DPR sangat besar. Hak budget alias penentuan dan penyaluran APBN ada pada DPR. Pemerintah adalah pengguna”, ujar KSAL.
Laksamana Ade Supandi mengatakan, untuk menjaga wilayah perairan Indonesia perlu penguatan kekuatan maritim, sehingga diskusi dilakukan untuk melihat mana yang sudah terealisasi, yang perlu ditambahkan dan mana untuk direvisi dalam mencapai kekuatan esensial minimul alias MEF.
“Prioritas utama adalah alutsista yang sudah lewat masanya atau usang,” ujar KSAL.
“Sebanyak 10 kapal perang, akan masuk tahap konservasi (tidak dioperasikan lagi)”, ujar Laksamana Ade Supandi.

image
“Selama belum ada penggantinya, kapal-kapal itu akan tetap dirawat. Kami harapkan dukungan Komisi I DPR terkait anggaran. Komunikasi ini akan menjadi perencanaan pembangunan TNI AL,” katanya.
Modernisasi kapal-kapal perang dan sistem pendukung terus dilakukan TNI AL. Senin, (18/1/2016), TNI AL menerima kapal perang kelas perusak kawal berpeluru kendali buatan PT PAL Surabaya, di dermaga PT PAL, Surabaya.
Kapal perang light frigate Sigma itu dibuat dengan sistem modul, layaknya pembuatan pesawat komersial Airbus, di Toulouse, Prancis, yang bagian-bagiannya dibuat di berbagai negara anggota konsorsium, atau kontraktor yang ditunjuk.
Kapal PKR buatan PT PAL Surabaya yang kemarin diperkenalkan, dibuat dalam enam modul. Empat modul dibuat oleh PT PAL, dan dua modul lainnya dibuat galangan kapal Damen Schelde, Belanda. Semuanya lalu dirakit di Surabaya. Kapal ini dibeli menggunakan dana APBN 2015.
“TNI AL perlu 25 unit kapal di kelas ini,” kata Laksamana Ade Supandi.
Selain membahas soal modernisasi arsenal militer TNI AL mereka juga berdialog tentang rencana penghibahan beberapa arsenal TNI AL kepada Badan Keamanan Laut.

0 komentar:

Post a Comment