Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

08 February 2016

Ayo Mari Kita Berhitung ! – Seri 18 : Beautiful Navy and Genie

10:35 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
image001
Dari http://www.bakosurtanal.go.id/berita-surta/show/pentingnya-informasi-geospasial-untuk-menata-laut-indonesia diperoleh keterangan :
ANALISIS:(DM) - “Hal ini disampaikan Menteri KKP pada saat menerima kunjungan kerja Kepala BIG, Priyadi Kardono pada Senin, 12 Januari 2015 di Kediaman Menteri Kelautan dan Perkanan di Kompleks Perumahan Pejabat Pemerintah RI Jl. Widyachandra Kuningan, Jakarta.
Sementara itu Kepala BIG, Priyadi Kardono pada paparannya yang berjudul “Informasi Geospasial untuk Pembangunan Kemaritiman”, mengatakan bahwa Indonesia yang merupakan negara maritim, dengan luas wilayah perairan 6.315.222 km2 dengan panjang garis pantai 99.093 km2 serta jumlah pulau 13.466 pulau yang bernama dan berkoordinat. Untuk itu diperlukan data dan informasi geospasial untuk membangun berbagai wilayah di seluruh Indonesia.”
Untuk melindungi kawasan pantai yang sepanjang 99.093 km ini diperlukan kapal – kapal kecil yaitu
1. KRI (kapal patroli, kapal KCR baik KCR 40 , KCR 60 maupun Kelas Klewang dan juga KCT (Kapal Cepat Torpedo)
2. KAL (Kapal Angkatan Laut) yang hanya bersenjatakan SMB 12,7 mm.
Berapa banyak KRI ukuran kecil dan KAL yang dibutuhkan untuk melindungi kawasan pantai ini ?
Dari http://poskotanews.com/2013/09/05/menhan-resmikan-dua-kapal-perang-tni-al/
diperoleh keterangan :
Kapal patroli cepat PC-43 ini memiliki spesifikasi panjang 43 meter, lebar 7,4 meter, bobot 250 ton, dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot, dan kecepatan ekonomis 15 knot. Dilengkapi dengan satu sekoci Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), dengan penggerak outboard engine 75 PK. Selain itu, kapal ini memiliki ketahanan (endurance) dalam kemampuan berlayar selama empat hari.
Kita hitung berapa jarak jelajah PC 43 ini :
* kecepatan jelajah 17 knot
1 knot adalah 1 nautical mile per jam.
1 nautical mile (bahasa Indonesia adalah mil laut) adalah 1,85 km.
Jadi 17 knot = 17 nm / jam = 17 x 1,85 km / jam = 31,45 km / jam
* kemampuan berlayar selama empat hari.
1 hari = 24 jam
4 hari = 4 x 24 jam = 96 jam
Jarak jelajah (dalam nautical mile) = kecepatan jelajah x lama jam jelajah = 17 x 96 = 1632 nm
Jarak jelajah (dalam km) = kecepatan jelajah x lama jam jelajah = 31,45 x 96 = 3019,2 km.
image003
image004
Jarak jelajah KCR 60 adalah 2400 nm.
Kalau Pulang Pergi bagaimana ? Seberapa jarak yang bisa ditempuh PP ?
2400 dibagi 2 = 1200 nm
Untuk cadangan janganlah dihitung 1200 nm, dikurangi 100 nm sebagai cadangan saja, jadi
1200 – 100 = 1100 nm
Nah semua KRI ukuran kecil pasti bisa menempuh jarak jelajah 1100 nm ini sehingga berapa KRI ukuran kecil yang dibutuhkan agar bisa melindungi pantai RI sepanjang 99093 km ?
99093 km akan kita jadikan nautical mile ( ingat 1 nm = 1,85 km) terlebih dahulu sehingga :
99093 km dibagi 1,85 = 53.563,78 nm.
KRI ukuran kecil dibutuhkan :
53563,78 nm dibagi 1100 nm = 48,69 dibulatkan 48 unit.
Angka 48 unit ini yang bertugas untuk sekali periode.
Sekarang ambil faktor pengali yaitu : 1 unit bertugas, 1 unit siaga, 1 unit perawatan rutin, dan pasti ada yang menjalani perawatan berat (ambil saja angka 0,7) , maka :
1+1+1+0,75 = 3,7
Jadi 48 x 3,7 = 177,6 dibulatkan 178 unit.
Kita hitung ya :
http://garudamiliter.blogspot.co.id/2012/05/clurit-class.html
“Dalam kunjungannya ke PT Palindo Marine Rabu (4/1/2011) lalu, Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI AL Laksamana Muda TNI Sumartono mengungkapkan pemerintah Indonesia menargetkan pembuatan 24 unit kapal cepat berpeluru kendali hingga 2024. Kedua puluh empat unit KCR itu akan disebar ke wilayah Barat Indonesia dan Sulawesi Utara.”
Indonesia bolsters western fleet with four KCR-40 missile boats
“Overall, the TNI-AL currently operates a class of four KCR-40 vessels out of an expected class of up to 24.”
Jadi ada 24 Fast Attack Craft – Missile / FAC-M / Kapal Cepat Rudal / KCR 40 m
“Dari tiga KCR60 yang telah diluncurkan oleh PT PAL, sampai tahun 2018 direncakan akan ditambah terus kuantitasnya hingga 16 kapal guna memenuhi MEF (Minimum Essential Force)”
Ada 16 Fast Attack Craft – Missile / FAC-M / Kapal Cepat Rudal / KCR 60 m
“Menjelang HUT RI ke-69 ini, pihak TNI AL telah mengkonfirmasi bahwa akan mengadopsi 4 unit Klewang Class.”
Jadi ada 4 Fast Attack Craft – Missile / FAC-M / Kapal Cepat Rudal / KCR Klewang
Nah coba lihat komentar berikut ini :
TUKANG TIPU says: October 24, 2015 at 7:29 am
…..
44 Kapal FAC-M
20 Kapal FAC-T
114 Kapal Peronda (Kapal Patroli)
…..
Jadi :
Untuk jumlah Fast Attack Craft – Torpedo ( KCT ) yang 20 unit itu dan 114 KRI kapal Patroli berita spesifik nya tidak ditemukan oleh Tukang Ngitung, namun mengingat penjumlahannya cocok 178 unit dengan hitungan di atas maka komentar bung TT saya masukkan di komentar ini.
Sekarang kita akan menghitung berapa banyak KAL diperlukan untuk jaga 99093 km pantai Indonesia ?
99093 km dibagi 1.85 km = 52683,78 nm
Jika jarak jelajah KAL adalah separuh dari KRI ukuran kecil maka :
1100 nm dibagi 2 = 550 nm
52683,78 nm dibagi 550 nm = 97.38
Untuk KAL , karena jarak tempuhnya lebih pendek maka angka perawatan beratnya lebih kecil bila dibandingkan dengan KRI, jadi kita taruh angka perawatan berat pada 0,25. Mengapa 0,25 ?
Dihitung dari jarak jelajah KCR 60 yang 2400 nm dikurangi cadangan 200 nm = 100 nm x 2 sebab PP.
2400 – 200 = 2200
550 nm dibagi 2200 nm = 0,25
1 unit bertugas, 1 unit siaga, dan 1 unit perawatan berkala serta 0,25 unit perawatan berat. Jadi angka pengalinya adalah :
1 + 1 + 1 + 0,25 = 3,25
Maka :
97,38 x 3,25 = 316,51 dibulatkan 317 unit
Coba kita lihat Wikipedia
Dari https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kapal_perang_TNI-AL#cite_note-43 didapat keterangan :
image006
Jadi jumlah yang diperlukan untuk KRI ukuran kecil adalah 178 unit dan KAL sejumlah 317 unit untuk menjaga garis pantai RI sepanjang 99093 km.
Itu tadi kapal kecil, bagaimana dengan kapal perang ukuran lebih besar ?
Untuk kapal besar kita akan bahas yang striker forcenya saja dan kita ambil sampel PKR Sigma 10514 yang akan bertindak sebagai LIGHT FREGAT.
Kita lihat Ship Particulars nya (saya download / unduh file PDF nya dari website resmi Damen Schelde Naval Shipbuilding :
image008
Tertulis :
Speed (Maximum Power) 28 knots
Range at 14 knots 5000 nm.
Jika ngebut 28 knot maka berapa rangenya / jarak jelajahnya ?
14 dibagi 28 = 0,5
0,5 x 5000 nm = 2500 nm
Jika 2500 nm itu PP maka untuk pergi saja = 2500 nm dibagi 2 = 1250 nm.
1250 nm itu sudah termasuk cadangan, sehingga jika cadangan bbm-nya untuk 150 nm sekali jalan maka jarak yang ditempuh untuk sekali jalan (bukan PP) adalah :
1250 nm – 150 nm = 1100 nm.
Karena 1 nautical mile adalah 1.85 km
1100 nm x 1.85 = 2035 km.
Jadi jarak yang ditempuh sekali jalan adalah 2035 km dan kita anggap 2035 km adalah panjang.
Berapa luas wilayah yang dapat diawasi oleh 1 unit PKR Sigma 10514 untuk sekali jalan ?
image010
Kita lihat radarnya memakai Smart-S Mk2 3D Medium To Long Range Surveillance Radar dari Thales.
https://www.thalesgroup.com/sites/default/files/asset/document/Datasheet%20Smart_Smk2_DS152_10_12_HR.pdf
image012
Tertulis :
Two operating modes: medium range up to 150 km at 27 RPM and long range up to 250 km at 13.5 RPM
“Medium range up to 150 km …”
Artinya Jarak sedang sampai dengan 150 km.
Bagaimana jika hanya digunakan 80% nya saja ?
Jadi kita anggap 120 km sebagai lebar.
Jadi berapa luas wilayah yang dapat diawasi oleh 1 unit PKR Sigma 10514 untuk sekali jalan ?
Jika panjang adalah 2035 km dan lebar adalah 120 km maka :
Luas = panjang x lebar = 2035 km x 120 km = 244200 km persegi.
Jadi luas wilayah yang dapat diawasi oleh Light Fregat 1 unit PKR Sigma 10514 untuk sekali jalan adalah 244200 km2.
Berapa banyak Light Fregat dibutuhkan untuk sekali periode tugas ?
Kita lihat tadi luas wilayah perairan Indonesia adalah 6.315.222 km2.
Jadi 6.315.222 km2 dibagi 244200 km2 = 25.86 dibulatkan menjadi 26 unit.
Jadi dibutuhkan 26 unit PKR Sigma 10514 / 26 unit light fregat untuk memenuhi 1 periode tugas mengawasi wilayah perairan RI seluas 6.315.222 km2 .
Jika 1 unit PKR Sigma 10514 sudah jadi, maka diperlukan 26 – 1 = 25 unit PKR Sigma lagi, apakah benar demikian ? Coba lihat berita berikut ini :
image014
Itu kan yang tugas mengawasi di dalam negeri, lha yang siaga gimana ? Lha yang perawatan berkala bagaimana ?
Lha yang perawatan berat bagaimana ? Lha yang tugas ke luar negeri bagaimana ? Jadi berapa banyak kapal sekelas LIGHT FREGAT dibutuhkan untuk menjaga negeri ini ? Katanya mau Poros Maritim ? Poros Maritim kan harus ideal ?
Itu ada kaitannya dengan kekuatan MEF dan kekuatan Ideal.
Tahun 2014 dianggap MEF sudah tercapai 38% = 0.38
25.86 dibagi 0,38 = 68.05
Sedang MEF adalah 40% ideal jadi untuk ideal adalah :
68.05 dibagi 0,4 = 170.13 dibulatkan menjadi 170 unit.
Yang benar saja masa 170 unit LIGHT FREGAT kapan selesainya ?
Untuk capai kekuatan ideal di tahun 2034 rasanya nggak mungkin terkejar 170 unit light fregat itu.
Untuk mempersingkat waktu maka dibutuhkan kapal-kapal yang walaupun jumlahnya lebih sedikit namun punya kekuatan yang setara atau lebih besar dari 170 unit PKR Sigma 10514.
Untuk itu RI perlu fregat, destroyer dan battle cruiser.
Fregat punya kekuatan yang lebih besar dari 1,5 x PKR Sigma 10514
Destroyer punya kekuatan yang lebih besar dari 2 x PKR Sigma 10514
Battle Cruiser punya kekuatan yang lebih besar dari 3 x PKR Sigma 10514
Coba kita perhatikan komentar berikut ini :
TUKANG TIPU says:
Betul itu, masa mau percaya sama TUKANG TIPU ? … xixixi …
TUKANG TIPU = MENIPU = NGIBUL … xixixi …
Sasaran minimum dari Maximum Essential Force 2034 :
6 Kapal Penjelajah Tempur (Battle Cruiser)
20 Kapal Perusak (Destroyer)
32 Kapal Frigate
64 Kapal Light Frigate
……
Coba kita cek apakah betul komentar dari Bung TT ? Cocokkah dengan prediksi perbandingan di atas ?
64 Light Figate x 1 kekuatan Sigma PKR 10514 = 64 Light Frigate
32 Frigate x 1,5 kekuatan Sigma PKR 10514 = 48 Light Frigate
Jadi 32 Frigate setara atau lebih gahar dari 48 Light Frigate
20 Destroyer x 2 kekuatan Sigma PKR 10514 = 40 Light Frigate
Jadi 20 destroyer setara atau lebih gahar dari 40 Light Frigate
6 Battle Cruiser x 3 kekuatan Sigma PKR 10514 = 18 Light Frigate
Jadi 6 Battle Cruiser setara atau lebih gahar dari 18 Light Frigate
Light Frigate yang dibutuhkan = 64 + 48 + 40 + 18 = 170 unit
KRI ukuran besar striker force campuran = 64 Light Frigate + 32 Frigate + 20 destroyer + 6 battle cruiser = 122 unit.
Jadi 122 unit KRI besar striker force dari jenis campuran setara atau lebih dahsyat daripada 170 unit Light Frigate PKR Sigma 10514.
Kapankah ? Sekarang ? Nggak tuh. Baru nanti tahun 2034. Jadi sabar ya ….xixixixi
O iya warjager pasti mau lihat penampilan SNSD dengan kostum tadi di atas helipad ?
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment