Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

08 February 2016

Filipina Menginginkan Desain Siluman Untuk Fregat Baru

10:45 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
avante_2200_front-navantia_official_thru_flickr
avante_2200_front-navantia_official_thru_flickr

MANILA:(DM) - Angkatan Laut Filipina berencana membeli dua fregat baru untuk memperkuat kemampuan pertahanan maritimnya dan saat ini sedang mengadakan tender untuk pembuatan Fregat masa depan Filipina itu.
Dengan anggaran US$ 200 juta per unit, Filipina menginginkan spesifikasi fregat dengan teknologi siluman dan berkemampuan peperangan tiga dimensi, anti kapal perang permukaan, anti serangan udara dan anti kapal selam. Yang unik, sistem persenjataan yang diusung fregat nantinya akan dibeli secara terpisah, disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia.
Walau akan dibangun secara terpisah (senjata belakangan), Fregat nantinya diharapkan siap menerima persenjataan yang diinginkan pihak Filipina. Desain fregat nantinya dapat memuat persenjataan satu meriam utama 76 mm, satu CIWS kaliber 30 mm, empat senapan mesin berat, 8 peluncur rudal anti pesawat sistem VLS, 4 peluncur rudal anti kapal, 2 x 3 peluncur torpedo dan sistem countermeasure.
Ada 6 perusahaan galangan kapal luar negeri yang akan mengikuti tender pengadaan dua Fregat untuk Filipina. Keenam perusahaan itu adalah :
-Hyundai Heavy Industries (HHI) Korea Selatan mengajukan desain fregat HDF-3000
-Navantia Spanyol mengajukan desain fregat Avante 2200 Combatant
-GRSE India mengajukan desain pembesaaran korvet Kamorta class
-STX Prancis mengajukan desain New Generation Floreal Frigate (NGFF)
-DSME Korea mengajukan desain fregat DW-2500
-STX Korea kemungkinan mengajukan desain Incheon class
Keenam perusahaan ini diharapkan sudah menyerahkan proposal penawarannya pada 16 februari 2016. Pemerintah Filipina juga mensyaratkan desain fregat pemenang tender akan menjadi milik Filipina untuk kelak dibangun dan dikembangkan lagi di galangan kapal dalam negeri Filipina.
DefenceStudies/jkgr
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment