Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

19 February 2016

Gadis Manis yang Diperebutkan Itu Sekarang Adalah Kamboja

5:33 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
z-9_Xinhua
KAMBOJA:(DM) - China akan mengadakan latihan perang untuk pertama kalinya dengan Angkatan Laut Kamboja pekan depan, beberapa saat setelah kunjungan kapal perang Jepang, yang merupakan tanda terbaru kehadiran Cina yang semakin menggurita di daerah di mana ketegangan maritim terus meningkat.
Tiga kapal perang yang membawa 737 pelaut Cina akan berlabuh pada hari Senin di sebuah pelabuhan di provinsi Preah Sihanouk, lebih dari sehari setelah jadwal keberangkatan tiga kapal perang dari Angkatan Laut Beladiri Jepang yang melakukan pertukaran budaya dengan personil Angkatan Laut Kamboja.
Sementara perhatian banyak terpusat pada kegiatan Cina di Laut Timur dan Laut Cina Selatan, Beijing sibuk memperkuat hubungan ekonomi dan pertahanannya dengan Kamboja.
Kapal perang Cina datang berkunjung ke Kamboja di tengah kegelisahan di wilayah Laut China selatan setelah penyebaran rudal pertahanan udara China di pulau yang di sengketakan, Beijing menyatakan pada hari Rabu, pulau yang dikuasainya itu hanya “memerlukan fasilitas untuk membela diri”.
Angkatan Laut Cina akan melakukan latihan pencarian dan penyelamatan (SAR) di daerah yang dekat dengan tempat kapal perang Jepang sekarang berlabuh.
“Ini akan menjadi kerjasama dan pelatihan operasi penyelamatan gabungan yang besar,” kata wakil Kepala Staff Angkatan Laut Kamboja, Laksamana Vann Bunneang, kepada Reuters. “latihan ini untuk meningkatkan kesiapan (penyelamatan) saat ada kapal tenggelam dan bencana alam yang terjadi.”
Cina memiliki Akademi Militer di Kamboja dan telah memasok militer Kamboja dengan helikopter, roket portabel dan kendaraan, juga Kamboja banyak mengirimkan tarunanya ke Cina untuk pelatihan.
Para pengamat mengatakan Amerika Serikat prihatin Kamboja bisa menjadi negara bawahan yang bisa menyediakan wilayahnya sebagai basis perluasan kehadiran militer Cina diwilayah itu.
Washington sebenarnya sudah berusaha menjaga Kamboja mandiri dengan mengadakan latihan militer sendiri, meskipun dahaulu pernah terjadi gesekan akibat catatan buruk hak asasi manusia di negara itu. Pada bulan November tahun lalu, Amerika menhadakan latihan pencarian dan penyelamatan (SAR) keenam yang melibatkan 200 pasukan AS dan 300 pelaut Kamboja.
Kunjungan kapal-kapal perang Jepang dan China menunjukkan persaingan keduanya untuk berebut pengaruh terhadap Kamboja, dan Kamboja harus berhati-hati mengelola hubungan (dengan Cina dan Jepang) di masa depan, kata Ou Virak pengamat di Forum Future Kamboja.
“Pertanyaannya adalah bagaimana menangani hal ini dengan sungguh-sungguh, ketika Jepang ingin mendapat sepotong pengaruh, sementara Cina mencoba mendapatkan pengaruh sebanyak yang bisa dilakukan, baik secara finansial dan militer,” katanya.”Kami harus sangat berhati-hati, kami perlu menyeimbangkan hubungan dengan semua negara dan pada akhirnya, kami harus mandiri.” sambungnya.
Reuter/Antara
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment