Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

03 February 2016

Risau dengan Su-30 dan Su-35, Sebenarnya Australia Ingin F-22 daripada F-35

5:35 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
apwu0memdl8ejdmx8njs
apwu0memdl8ejdmx8njs

DARWIN:(DM) - Pensiunan Komandan Angkatan Udara Australia Chris Mills menyarankan agar Australia tidak membeli lagi pesawat tempur F-35 Joint Strike Fighter dari Amerika Serikat. Melihat hasil simulasi pertempuran udara dari F-35 yang lemah dan loyo menghadapi pesawat tempur Rusia yang terbaru, Mills menyarankan Australia untuk melobi pihak Amerika Serikat untuk bisa membeli pesawat siluman F-22 Raptor.
Pihak Kongres AS selama ini melarang ekspor siluman Raptor dan harus merubah undang-undang dahulu untuk bisa menjual si Raptor ke luar negeri.
Lockheed Martin sudah menutup jalur perakitan F-22 di Georgia pada tahun 2012, meskipun perusahaan masih menyimpan perkakas dan video panduan perakitannya.
Namun Mills tidak terpengaruh. “Pertempuran udara adalah kemampuan yang paling penting untuk pertahanan Australia, karena kontrol udara terhadap wilayah dan lautan kami adalah penting bagi operasi pertahanan Australia,” tulis Mills dalam kesaksiannya yang baru-baru diserahkan ke parlemen Australia.
Rencana pembelian 100 pesawat tempur F-35 oleh Australia akan “tidak relevan” dalam pertempuran udara dimasa depan, kata Mills.
Australia telah kehilangan superioritas udara regional di masa lalu, jelas Mills dan bisa kehilangan lagi di saat China dan negara-negara Asia Tenggara lainnya memperoleh jet tempur baru. Mills menulis keprihatinannya berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai pilot pesawat tempur di tahun 1975.
“Aku terbang dalam misi latihan pertempuran udara (menggunakan) Mirage di dekat Butterworth, Malaya pada saat itu terjadi,” kenang Mills. “Angkatan Udara Thailand telah dilengkapi kembali dengan 12 pesawat tempur F-5E Tiger, dan mengundang Skuadron 3 Angkatan Udara Australia untuk melakukan (latihan) pertempuran udara empat lawan empat. Pemimpin kami adalah perwira operasi skuadron dan aku sebagai wingman nya. Saat kita bertemu, dengan cepat menjadi jelas (pesawat tempur) kami lebih rendah (dibandingkan F-5E Tiger), F-5E bisa berputar keluar cepat dibandingkan Mirage (dan F-5) memiliki rudal udara ke udara yang jauh lebih modern dan gunsight lebih baik. Kita bisa menanjak dan berputar keluar, kelebihan yang berguna untuk melarikan diri, tetapi tidak untuk membunuh musuh. F-5E memiliki penampang yang sangat kecil, dan sulit untuk terlihat pada radar atau visual. ”
Demikian juga, Su-30, Su-35 dan pesawat tempur lainnya dari Cina, Malaysia, Indonesia dan negara-negara regional lainnya, yang membeli pesawat tempur yang dapat terbang lebih jauh dan lebih cepat dengan mengangkut senjata lebih banyak daripada F-18 Australia dan pesawat masa depan F-35 nya.
Pesawat tempur siluman “F-22C” yang merupakan versi baru dari F-22 – adalah satu-satunya lawan yang tepat, Mills menegaskan. Mills menyarankan Amerika Serikat, Australia dan sekutu mereka untuk bersama-sama mendapatkan 420 pesawat siluman F-22C, kemudian dengan cepat mengembangkan lagi versi dua kursi F-22E.
“Pada tingkat produksi 100 pesawat per tahun, membangun armada yang akan mendominasi dunia- akan membutuhkan waktu 4,2 tahun untuk memproduksi F-22 C dan enam tahun untuk F-22E.” tutupnya.
WarIsBoring/jkgr
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment