Subscribe:

Translate

Tak Lengkap Rasanya Bila Kita Tidak Mengunjunggi Situs Berikut! HERE Clik Now
Or HERE Clik Now

29 January 2015

Gripen vs Su-35

ANALISIS:(DM) - Saudara para pembaca, kali ini akan kita bahas topik yang lagi hangat, yaitu Gripen vs Su-35, melalui beberapa skenario. Lokasi dipilih area Laut China Selatan (LCS) yang antisipasinya sebentar lagi juga akan menghangat. Namun SURPRISE kali ini Indonesia yang pegang Gripen NG melawan Su-35 China!

Gambar 1 Aksi radius J-11 (kuning) dan Su-35 (merah)
Gambar 1 Aksi radius J-11 (kuning) dan Su-35 (merah)

Lihat Gambar 1 – Bagi China, Su-35, bahkan pada bahan bakar internal saja, menawarkan keuntungan yang signifikan atas J-11 Shenyang (Su-27), yang terbatas hanya dapat terbang cepat ke tempat masalah seperti Reed Bank (lile tan) atau Scarborough Shoal (dao Huangyan) tetapi tidak punya kemampuan tinggal lama disitu. Sedangkan Su-35, mampu mencapai Natuna, dengan ekstra waktu (loiter time) di pos tersebut sangat penting bagi keinginan China untuk menghalangi tindakan Filipina atau aktor regional lainnya (Indonesia). Pesawat jarak jauh tersebut akan mampu “menunjukkan bendera” lebih lama, atau cepat mencegat pesawat Filipina (atau Indonesia) di wilayah tersebut.

28 January 2015

Kapal Perang Made in Surabaya, Bisa Angkut Helikopter Hingga Tank

//images.detik.com/content/2015/01/27/1036/kapalperang2.jpg

Jakarta:(DM) - PT PAL Indonesia (Persero) untuk pertama kalinya mendapat pesanan kapal perang dari luar negeri. Pesanan itu datang dari Kementrian Pertahanan Filipina untuk kapal Strategic Sealift Vessel-1 (SSV).

Perusahaan pelat merah itu akan mulai memproduksi kapal pertama dari total dua yang dipesan tahun ini. Apa saja fakta menarik soal kapal SSV ini?

Berikut rangkuman detikFinance, Selasa (27/1/2015).

Bernilai Rp 1 Triliun

22 January 2015

Kenapa Gripen-NG adalah pilihan yang paling “Indonesia”

Gambar diambil dari: The face of success, SAAB Group PDF file.
Gambar diambil dari: The face of success, SAAB Group PDF file.

ANALIS:(DM) - Keuntungan pertama: Gripen dapat di-customize 100% menurut kebutuhan Indonesia

Pesawat tempur import modern dewasa ini, baik F-16C/D atau Su-30MK2, biasanya memiliki daftar perlengkapan/persenjataan standard yang sudah ditentukan oleh negara penjual. Kelemahannya, pembeli tidak mungkin menambah pilihan lain yang tidak tercantum di dalam daftar si penjual.

Uni Arab Emirates (UAE) saat ini adalah satu-satunya pengguna F-16 Block-60, sub-tipe F-16 yang paling modern di dunia (lebih modern dari versi USAF). UAE bahkan membayar $3 milyar untuk development cost F-16 Block-60, dan sebagai upahnya, akan mendapat royalty kalau Block-60 ini terjual ke negara lain (belum terjual).

Konsep seperti ini mirip dengan KF-X, bukan? Apakah sudah menjadi skenario yang ideal ?

Saatnya berkenalan kembali dengan tehnik jitu FMS pemerintah US untuk mengontrol persenjataan/perlengkapan negara client.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...