Subscribe:

Translate

Tak Lengkap Rasanya Bila Kita Tidak Mengunjunggi Situs Berikut! HERE Clik Now
Or HERE Clik Now

24 February 2015

India Anggarkan Rp 102 Triliun untuk Bangun 7 Kapal Perang

Peluncuran rudal balistik JL-2 dari kapal selam

BEIJING:(DM) - Pada tanggal 23 Januari 2015 China melakukan uji penembakan rudal balistik JL-2 (Julang-2) dari sebuah kapal selam, menurut sumber di Departemen Pertahanan AS dikutip The Washington Times.  Uji coba ini menjadi sorotan sekaligus meningkatkan kekhawatiran bagi AS tentang kian bertambahnya jumlah kapal selam China yang mampu meluncurkan rudal balistik.
Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai uji coba rudal balistik China tersebut, hanya saja diketahui bahwa ini bukan pertama kalinya China meluncurkannya karena sebelumnya China juga pernah melakukan uji penembakan JL-2 dari Laut Bohai (laut antara Beijing dan Pyongyang). JL-2 atau yang dikenal NATO sebagai CSS-NX-14 adalah rudal balistik yang khusus diluncurkan dari kapal selam (submarine-launched ballistic missile / SLBM).

Amerika Serikat membahas peluncuran rudal JL-2 China ini dalam laporan tahunan Pentagon. Bukan tanpa alasan, rudal JL-2 dinilai AS sebagai salah satu rudal balistik berbasis kapal selam terbaik yang yang pernah diproduksi untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China.

Seperti yang dilaporkan The Washington Times, menurut pejabat Pentagon, peluncuran rudal JL-2 diketahui bersamaan dengan peluncuran rudal balistik kapal selam KN-11 oleh Korea Utara. Para pejabat Pentagon masih mempelajari ada tidaknya hubungan dari dua uji coba yang bersamaan ini.

22 February 2015

Thailand, Punya Kapal Induk tapi Tak Berpesawat

HTMS Chakri Naruebet
BANGKOK:(DM) - Sejak akhir tahun 1990-an, Thailand merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk, salah satu simbol utama kekuatan militer sebuah negara.

Kapal induk Thailand ini bernama HTMS Chakri Naruebet (CVH-911), sebagai kapal induk pertama dan satu-satunya milik Angkatan Laut Kerajaan Thailand yang dimaksudkan untuk menjadi simbol kebanggaan militer Thailand dan melambangkan kekuatan negara yang sedang berkembang ini.

Thailand memesan kapal induk ini dari galangan kapal Bazan Spanyol pada tahun 1992 seharga USD 336 juta. Diluncurkan empat tahun kemudian yakni pada tahun 1996 dan baru ditugaskan pada tahun 1997. Nama Chakri Naruebet berarti "Penguasa Dinasti Chakri," nama keluarga penguasa monarki Thailand.

Pada tahun 1997 dimana HTMS Chakri Naruebet pertama kali beroperasi, krisis ekonomi juga melanda negeri ini. Rencana besar Bangkok untuk terus mengoperasikan kapal ini semakin tertatih-tatih. Akibat minimnya dana untuk beroperasi, sebagain besar tugas kapal induk ini hanyalah bersandar di pelabuhan.

Kapal ini berdimensi panjang 182,65 m dan bobot benaman 11.486 ton. Kecepatan penuhnya 25,5 knot dengan jangkauan 19.000 km dengan kecepatan 12 knot. Mengangkut 675 kru dan hangarnya cukup untuk menampung 10 pesawat.

21 February 2015

India Anggarkan Rp 102 Triliun untuk Bangun 7 Kapal Perang

Kapal Induk India, INS Vikrant, yang merupakan rancangan dan produksi sendiri bangsa India

NEW DELHI:(DM) - Pemerintah India menganggarkan 8 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 102 triliun untuk membangun tujuh kapal perang demi mendorong produk lokal sekaligus menyaingi militer China yang terus berkembang.

Langkah ini dilihat sebagai cara untuk mempersempit celah besar antara angkatan laut China yang sudah sangat maju sekaligus mengembangkan kemampuan industri lokal untuk mengembangkan teknologi pertahanan.

India, yang dikelilingi negara-negara "musuh" yaitu Pakistan dan China, kini tengah meremajakan peralatan militernya yang sudah tua. Bahkan, baru-baru ini India mencabut larangan investasi asing di bidang pertahanan.

"Komite keamanan di kabinet telah menyetujui usulan membangun tujuh fregat siluman di galangan-galangan domestik," ujar seorang sumber di Kementerian Pertahanan India.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...