Subscribe:

Translate

Tak Lengkap Rasanya Bila Kita Tidak Mengunjunggi Situs Berikut! HERE Clik Now
Or HERE Clik Now

21 November 2014

KSAL Laksamana Marsetio Resmikan Pangkalan TNI AL Nias Pagi Ini



NIASSATU, NIAS SELATAN:(DM)  – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio dijadwalkan meresmikan Pangkalan TNI AL Nias di Kecamatan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara pagi ini.


Adapun Markas Komando Pangkalan TNI AL Nias tersebut menggunakan Kantor Bupati Nias di kawasan Baloho, yang telah dihibahkan. Selain itu, juga akan meresmikan Monumen Saonigeho, salah satu pejuang yang mengusir Belanda dari Nias Selatan, dari Desa Bawömataluo.

Sejumlah kegiatan akan digelar dalam peresmian tersebut, di antaranya atraksi terjung payung oleh personil TNI Angkatan Laut. Para personil itu, sehari sebelumnya juga telah melakukan latihan dengan lokasi pendaratan Lapangan Orurusa di Teluk Dalam.

20 November 2014

TNI Perketat Perairan Kabupaten Pangandaran

http://3.bp.blogspot.com/-xNIqJ9iI75I/UR8maIUdgVI/AAAAAAAACHw/YXzjV33lUFM/s320/02+koarmatim+siap+amankan+wilayah+perbatasan.jpg

JABAR:(DM) - Pengamanan perairan di wilayah Kabupaten Pangandaran akan kian diperketat. Melihat letak geografis yang langsung berbatasan langsung dengan perairan samudra lepas dan Australia. Tidak hanya itu, Pos TNI Angkatan Laut yang ada di Kabupaten Pangandaran pun turut ditingkatkan.

Termasuk Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista). Dikatakan Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Bandung Johanes Djanarko Wibowo, wilayah perairan di Kabupaten Pangandaran memiliki kerawanan, dan banyak permasalahan. Dengan demikian, sudah sepatutnya pertahanan dan alutsista ditingkatkan. “Kerawanan di pantai selatan Jawa Barat banyak. Seperti diketahui, ini langsung berbatasan dengan Australia dan laut lepas,” ujarnya ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran, Rabu (19/11/2014).

Johanes mengatakan, maksud dari peningkatan Pos AL adalah untuk menambah dan memperkokoh kekuatan kelautan. Nantinya, itu akan menjaga wilayah pantai selatan Jawa Barat. Selain itu, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) pun akan berpatroli di wilayah perbatasan. Termasuk di perairan Pangandaran. “Saat ini sudah ada KRI yang berpatroli setiap harinya. Jika dari darat memang tidak terlihat.

Batalion Kavaleri 8 Akan Punya Leopard II Revolution Indonesia

Jakarta:(DM) - ‎Indonesia telah memiliki tank kelas berat jenis Leopard tipe 24. Namun untuk menambah kekuatan, Indonesia rupanya memesan juga tank Leopard dengan spesifikasi lebih canggih yang kemudian disebut Leopard Revolution Indonesia.

"Leopard II Revolution Indonesia memang teknologinya di atas tipe 24 tapi tidak bisa di-upgrade lagi. Yang tipe 24 masih bisa di-upgrade," kata Komandan Batalion Kavaleri 8/2 Tank Mayor Kavaleri Valian Wicaksono di kantornya, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/11/2014).

Sekilas tak ada yang berbeda dengan Leopard tipe 24 yang saat ini terparkir di Pasuruan dan Cijantung. Namun struktur cangkang luarnya menyerupai tank-tank siluman.

"Nantinya akan ada 41 unit Leopard II Revolution Indonesia," ujar Valian.

Kelebihan tank ini ada pada sistem kanonnya yang mampu mendeteksi musuh dan kawan secara otomatis. Kemudian moncong kanon kaliber 120 mm dan 125 mm dapat mengunci musuh bahkan mengikuti suhu panas kendaraan tempur musuh.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...