Subscribe:

Translate

Tak Lengkap Rasanya Bila Kita Tidak Mengunjunggi Situs Berikut! HERE Clik Now
Or HERE Clik Now

31 March 2015

Armada Tempur China di Laut China Selatan

Kekuatan AL China terbagi dalam tiga armada Armada timur, Armada Utara, dan Armada Selatan. Untuk laut China Selatan dikawal oleh Armada Selatan (photo : defense update)
ASEAN:(DM) - Kekuatan AL China terbagi dalam tiga armada Armada timur, Armada Utara, dan Armada Selatan. Untuk laut China Selatan dikawal oleh Armada Selatan (photo : defense update)

Klaim China terhadap Laut China Selatan membuat banyak negara di kawasan Asia Tenggara berang, tak terkecuali Indonesia. Bahkan, Presiden Joko Widodo dalam sebuah wawancara dengan wartawan Jepang menyebut klaim tersebut tidak berdasar alias ilegal.

Namun, penolakan dari sejumlah negara tak membuat China lantas berdiam diri. China sengaja melakukan manuver agresif di Laut China Selatan. Negara komunis itu menempatkan tiga kapal perang di Atol Laut James Shoal, Malaysia.

Salah satunya adalah Kapal Induk Liaoning, yang mampu mengangkut belasan jet tempur J-15 (varian Sukhoi Su-33). Untuk mendukung penguasaan atas wilayah itu, China telah menempatkan armada lautnya di Zhanjiang, Provinsi Guangdong. Pangkalan ini meliputi Yulin Naval Base di Hainan Island, Guangzhou, Haikou, Shantou, Mawei, Beihai dan Stonecutters Island, Hong Kong.

Proyek KFX Semakin Terang

image
Seoul:(DM)  – Korea Selatan memilih Korea Aerospace Industries (KAI) dan mitranya Lockheed Martin untuk kontrak multi-miliar dolar bagi pembangunan 120 jet tempur dalam negeri, menggantikan armada pesawat tempur Korea Selatan yang sudah menua, 30/3/2015.

Tawaran dari KAI dan Perusahaan raksasa aerospace AS ini, akan masuk proses penyaringan sebelum resmi disetujui. Namun perusahaan ini dipandang sebagai favorit untuk memenangkan tender 8,6 triliun won ($ 7,8 miliar) atas tawaran pesaingnya Korean Air (KAL) yang bekerja sama dengan Airbus.
Kementerian Pertahanan secara terpisah juga menyetujui kesepakatan pembelian $1,28 miliar untuk rudal Patriot PAC-3 dan meng-upgrade sistem pertahanan udara yang bertujuan mencegat rudal balistik Korea Utara.

Proyek KF-X dirancang untuk mengembangkan dan memproduksi 120 jet tempur baru buatan dalam negeri, menggantikan armada F-4 dan F-5 Korea Selatan.
“Kami telah memilih KAI sebagai pemenang lelang berdasarkan review kami … biaya, rencana pembangunan dan pengembangan kemampuan dari dua peserta tender,” kata Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) dalam sebuah pernyataan.

30 March 2015

Rusia Butuh ASEAN Lebih Kuat

h

MOSCOW:(DM) - Suramnya prospek kerja sama ekonomi dengan Barat serta ancaman resesi yang mengintai Rusia membuat langkah Rusia mengubah haluan dan membangun hubungan kerja sama yang lebih kuat dengan Asia terlihat sebagai keputusan yang logis. Selain itu, Rusia perlu masuk ke ‘lokomotif pembangunan’ Asia jika ingin mengembangkan diri secara maksimal, karena pembangunan Siberia dan Timur Tengah tak mungkin tercapai tanpa dukungan yang kuat dari pasar Asia.

Dan inilah hal yang paling penting: itu semua tak mungkin bisa tercapai jika Asia Timur tergelincir memasuki perang regional. Tak perlu menyinggung titik-titik panas seperti Pulau Senkaku atau Semenanjung Korea, memburuknya situasi di Laut Cina Selatan saja dapat membuat Rusia mengalami kerugian besar.

Pertama, bentrokan di wilayah maritim yang kecil sekalipun pasti akan mengacaukan rute perdagangan melalui jalur laut. Sementara, lebih dari separuh ekspor minyak dunia dikirim melalui Laut Cina Selatan, untuk memasok Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan dengan sumber daya yang mereka dibutuhkan guna kepentingan produksi industri. Jika rantai pasokan global terputus, perekonomian Eropa, termasuk Rusia, akan ikut hancur. Jelas, itu merupakan sebuah risiko yang tak layak diambil.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...