Subscribe:

Translate

Tak Lengkap Rasanya Bila Kita Tidak Mengunjunggi Situs Berikut! HERE Clik Now
Or HERE Clik Now

23 December 2014

Tenggelamkan kapal nelayan ilegal, media asing puji Indonesia

Tenggelamkan kapal nelayan ilegal, media asing puji Indonesia
AMBON:(DM) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menenggelamkan kapal nelayan asing ilegal di Teluk Ambon. Kapal pencuri ikan itu asal Papua Nugini, tapi mayoritas awaknya warga negara Thailand. Dari penyergapan aparat, di dalam kapal itu terdapat 63 ton ikan dan udang pelbagai jenis.

Aksi keras Indonesia ini menjadi sorotan dunia. Salah satu media asing ternama, the Daily Mail, memuji kebijakan tegas pemerintahan Presiden Joko Widodo. "Ini baru caranya berhadapan dengan pencuri ikan," tulis tajuk Daily Mail, Senin (22/12).

Media asal Inggris itu pun menggambarkan cara TNI AL melakukan penghancuran kapal. Aksi ini diyakini dapat membikin ciut nyali 5.400 kapal ilegal yang rutin menyambangi laut Indonesia.
"Angkatan Laut Indonesia menghancurkan kapal-kapal ilegal itu secara spektakuler, setelah awaknya ditangkap," imbuh Daily Mail.

Belum ada konfirmasi dari pemerintah Papua Nugini maupun Thailand. Sejauh ini, yang sudah merespon kebijakan keras TNI AL baru Asosiasi Nelayan Taiwan.
Kabarnya, setelah penghancuran kapal Papua Nugini itu, empat kapal asal Taiwan menunggu giliran dibom. Negara pecahan China itu mengutus petugas mengonfirmasi status warga negara mereka yang ditangkap di Laut Arafuru.

22 December 2014

Tanggapi Sanksi Barat, Industri Pertahanan Rusia Ubah Kiblat Bisnis

Seberapa besar harga yang harus dibayar oleh industri pertahanan Rusia atas pemberlakuan sanksi Barat terhadap Rusia?

Tanggapi Sanksi Barat, Industri Pertahanan Rusia Ubah Kiblat Bisnis
 Berdasarkan data dari perusahaan milik negara Ronoboronexport, pembelian senjata siap pakai dari Barat tidak lebih dari satu persen dan pemberhentian pembelian tersebut tak akan memberikan pukulan terhadap kemampuan pertahanan Rusia. Foto: Vladimir Astapkovitch/RIA Novosti

RUSIA:(DM) - “Keputusan untuk membeli kapal induk pengangkut helikopter Mistral asal Prancis adalah sebuah kesalahan dari pemimpin Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya,” kata Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin, Kamis (4/12). Sanksi dari Eropa telah mengecewakan pemerintah Rusia, dan kini kerja sama teknologi militer dengan negara-negara Eropa sudah tak terlalu menarik lagi bagi Rusia.

Panglima Tidak Ingin Alutsista TNI “Dikanibal”

Ilustrasi: Anggota TNI Angkatan Darat menyiapkan helikopter Bell 205 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Rabu (3/10/2012). Persiapan ini dalam rangka pameran alutsista menyambut HUT TNI ke-67 yang berlangsung 6-8 Oktober 2012
Ilustrasi: Anggota TNI Angkatan Darat menyiapkan helikopter Bell 205 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Rabu (3/10/2012). Persiapan ini dalam rangka pameran alutsista menyambut HUT TNI ke-67 yang berlangsung 6-8 Oktober 2012

JAKARTA:(DM) - Tentara Nasional Indonesia menyusun rencana strategis (renstra) tentang perbaikan dan perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Renstra tersebut dirancang agar tersedia anggaran untuk pemeliharaan alutsista pada waktu tertentu saat diperlukan.

“Pada satu kurun waktu tertentu, kita akan menghadapi perbaikan dan pemeliharaan. Kita tidak menyiapkan dana. Bisa-bisa dikanibal kanan-kiri. Ini tidak boleh terjadi,” ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12/2014).

Kanibal yang dimaksud adalah, “mencomot” onderdil atau suku cadang dari alutsista sejenis yang sudah dimiliki, hanya karena TNI tidak memiliki dana untuk melakukan perbaikan dan perawatan. Hal inilah yang tidak diinginkan oleh Moeldoko.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...