BERITASATU.COM - "Indonesia tidak akan menjadi salah satu tempat pasukan Amerika. Tidak pernah ada rencana dan pembicaraan soal itu."
Kementerian Luar Negeri menegaskan Indonesia tidak akan menjadi salah satu basis pasukan Amerika Serikat (AS), menyusul meningkatnya kehadiran mereka di kawasan Asia Pasifik.Meningkatnya kehadiran AS ditandai dengan rencana kehadiran sekitar 2.500 marinir AS ke Australia, dalam beberapa tahun mendatang.
"Indonesia tidak akan menjadi salah satu tempat pasukan Amerika. Tidak pernah ada rencana dan pembicaraan soal itu," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, hari ini.
Peningkatan kehadiran pasukan marinir Amerika di Australia ditandai dengan perjanjian kerjasama keamanan AS dengan Australia pada akhir tahun lalu dan diumumkan oleh Presiden AS Barack Obama saat kunjungannya ke Australia.
Kehadiran mereka itu direncanakan untuk kepentingan latihan bersama dengan angkatan bersenjata negara-negara di kawasan.
Di sisi lain, Amerika juga mulai mengurangi kekuatan militernya di Eropa, seiring dengan pergeseran strategi pertahanan AS yang diumumkan Presiden AS, Barack Obama, awal Januari lalu.
AS akan berfokus pada peningkatan kehadirannya di kawasan Asia Pasifik dan mengurangi pasukannya di kawasan lain di dunia.
Michael mengatakan Indonesia terus mengikuti perkembangan itu dan tetap pada posisinya untuk menjadikan kawasan Asia Pasifik sebagai kawasan yang damai dan stabil.
"Hal ini bukan kepentingan Indonesia saja tapi juga negara-negara lain di Asia Pasifik karena itu adalah modal dasar (negara-negara kawasan) untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan mereka," kata Michael.
Keamanan dan stabilitas yang terjaga di kawasan selama ini telah memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Asia Pasifik.
Michael mengatakan menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan juga telah menjadi komitmen negara-negara Asia Pasifik yang tergabung dalam forum East Asia Summit, yang terdiri dari 10 negara anggota ASEAN, India, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Jepang, China, Amerika Serikat dan Russia.
"Upaya ini untuk itu juga sudah tercermin ketika Indonesia menjadi ketua ASEAN dan East Asia Summit tahun lalu," ujar Tene.
0 komentar:
Post a Comment