Foto : Pemimpin Korut Kim Jong Un (AP)
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengawasi latihan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel). Dirinya pun memerintahkan militernya agar bersiap diri untuk melenyapkan musuh-musuhnya tanpa ampun.
Jong Un dikabarkan menggelar latihan militer gabungan yang akan dihadiri Angkatan Laut, Darat, dan Udara Korut. Meski demikian, media Korut tidak memberitahu kapan atau di mana latihan gabungan itu akan digelar. Banyak pejabat militer dan warga sipil datang dalam latihan perang itu.
Putra bungsu dari mendiang Kim Jong Il itu ditunjuk sebagai komandan tertinggi dari 1,2 juta personil militer setelah dilantik sebagai Pemimpin Korut. Meski demikian, rezim Kim Jong Un sempat membuat keputusan yang mengejutkan ketika dirinya menyepakati sebuah perjanjian nuklir dengan AS.
Keputusan Jong Un terhadap perjanjian nuklir tersebut juga tidak melunakkan sikap Korut terhadap Korsel. Korut tetap saja menganggap Korsel sebagai musuh bebuyutannya. Korut bahkan bersumpah akan melancarkan perang suci terhadap Korsel. Demikian seperti diberitakan AFP, Kamis (15/3/2012).
Hingga saat ini, Jong Un masih menuduh Korsel merencanakan serangan kejutan ke Korut, oleh karena itulah Jong Un terus memerintahkan militernya agar tetap bersiaga.
Latihan militer AS dan Korsel selanjutnya akan digelar di Laut Kuning yang merupakan perbatasan Korsel dan Korut. Latihan itu juga akan digelar pada Maret ini, untuk memperingati tenggelamnya kapal perang Korsel yang diduga dilakukan oleh Korut.(AUL)
Jong Un dikabarkan menggelar latihan militer gabungan yang akan dihadiri Angkatan Laut, Darat, dan Udara Korut. Meski demikian, media Korut tidak memberitahu kapan atau di mana latihan gabungan itu akan digelar. Banyak pejabat militer dan warga sipil datang dalam latihan perang itu.
Putra bungsu dari mendiang Kim Jong Il itu ditunjuk sebagai komandan tertinggi dari 1,2 juta personil militer setelah dilantik sebagai Pemimpin Korut. Meski demikian, rezim Kim Jong Un sempat membuat keputusan yang mengejutkan ketika dirinya menyepakati sebuah perjanjian nuklir dengan AS.
Keputusan Jong Un terhadap perjanjian nuklir tersebut juga tidak melunakkan sikap Korut terhadap Korsel. Korut tetap saja menganggap Korsel sebagai musuh bebuyutannya. Korut bahkan bersumpah akan melancarkan perang suci terhadap Korsel. Demikian seperti diberitakan AFP, Kamis (15/3/2012).
Hingga saat ini, Jong Un masih menuduh Korsel merencanakan serangan kejutan ke Korut, oleh karena itulah Jong Un terus memerintahkan militernya agar tetap bersiaga.
Latihan militer AS dan Korsel selanjutnya akan digelar di Laut Kuning yang merupakan perbatasan Korsel dan Korut. Latihan itu juga akan digelar pada Maret ini, untuk memperingati tenggelamnya kapal perang Korsel yang diduga dilakukan oleh Korut.(AUL)

0 komentar:
Post a Comment