Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

02 March 2012

Presiden Yudhoyono akan ke RRC Akhir Maret

6:57 AM Posted by Unknown No comments
Jakarta (ANTARA) - Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Republik Rakyat China (RRC) pada akhir Maret 2012 merupakan salah satu upaya mengisi dan memaksimalkan kemitraan strategis serta berbagai kerja sama RI - RRC yang telah dibina sejak lama.
Siaran pers Kementerian Luar Negeri yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, menyebutkan, saling kunjung antarpejabat tinggi kedua negara juga sangat penting untuk memupuk dan menjaga rasa saling percaya serta membina hubungan kerja sama yang komprehensif, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Siaran pers itu mengutip wawancara eksklusif Menko Polhukam Djoko Suyanto dengan CCTV-4, salah satu stasiun berita terbesar di RRC, pada Selasa (28/2) di Beijing, RRC.


Wawancara selama satu jam tersebut mengupas peningkatan kerja sama bilateral RI - RRC, kerja sama maritim dalam kerangka ASEAN+3, serta penambahan pasukan militer Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik.
Lebih lanjut Menko Polhukam menambahkan bahwa mencermati perkembangan di bidang politik, hukum dan keamanan yang terjadi di Indonesia, RRC, maupun dunia internasional, kedua negara sepakat agar Forum Dilaog Bilateral RI - RRC yang tadinya dilakukan dua tahun sekali, mulai tahun 2013 akan dilaksanakan setiap tahun.
Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas hal-hal yang lebih operasional, mengingat perlunya respons yang cepat dan tepat terhadap berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi kedua negara.
Menanggapi pertanyaan mengenai peluang kerja sama maritim dalam kerangka ASEAN, Menko Polhukam menyatakan bahwa KTT ASEAN, KTT ASEAN+3 dan KTT Asia Timur pada 2011 telah membahas mengenai peningkatan kerja sama maritim antara negara-negara ASEAN dan Asia Timur.
Indonesia menghargai dukungan PM Wen Jiabao terhadap pelaksanaan KTT ASEAN+3 dan KTT Asia Timur tahun lalu, khususnya upaya ASEAN untuk memanfaatkan potensi maritim untuk kepentingan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan negara-negara di kawasan.
Pemerintah Indonesia mengundang Pemerintah dan investor RRC untuk berpartisipasi dalam pembangunan ASEAN dan Indonesia, khususnya dalam meningkatkan koneksivitas antarpulau di Indonesia serta mendukung "Master Plan for the Acceleration and Expansion of Indonesia's Economic Development" (MP3EI) 2011-2025.
Dengan topik pembahasan mengenai implementasi kerja sama RI - RRC, Menko Polhukam RI menyatakan bahwa mekanisme Dialog Ketahanan Nasional, Dialog Kekonsuleran, Komisi Bersama Menteri Luar Negeri, Komisi Bersama Kerja sama Maritim dan berbagai komisi lainnya telah berjalan dengan baik.
Bahkan Komisi Bersama Ekonomi dan Perdagangan RI - RRC telah berhasil mendorong peningkatan kerja sama perdagangan kedua negara, di mana pada tahun 2011 nilai perdagangan kedua negara melampaui 50 miliar dolar AS.
Forum Dialog Bilateral ke-3 RI - RRC mengharapkan agar kesepakatan pembentukan Maritime Cooperation Committee RI RRC dapat segera direalisasikan.
Kunjungan Presiden RI ke RRC akhir Maret 2012 juga diharapkan dapat menghasilkan beberapa perjanjian di bidang ekonomi, pemberantasan narkotika, karantina, industri pertahanan serta kelautan dan perikanan.

Penambahan pasukan AS


Menjawab pertanyaan mengenai pendapat Indonesia terhadap penambahan pasukan AS, khususnya Angkatan Laut AS, di Darwin, Australia, Menko Polhukam menyatakan bahwa saat ini Indonesia berpegang pada penjelasan Presiden AS Barack Obama dan PM Australia Julia Gillard kepada Presiden RI.
Kedua kepala negara tersebut menyatakan kepada Presiden RI bahwa penambahan pasukan itu merupakan wujud implementasi kerja sama dan koalisi pertahanan AS - Australia yang telah terbina selama beberapa dekade.
Kehadiran pasukan AS yang sangat dekat dengan kawasan Asia tersebut juga merupakan basis pasukan bantuan bagi penanganan bencana alam, yang kerap terjadi di Asia, seperti tsunami di Indonesia dan Jepang, banjir di Thailand dan bencana alam lainnya di kawasan.
Untuk maksud-maksud tersebut, Indonesia menyatakan dukungannya.
Ditambahkan bahwa Indonesia dalam kerangka ASEAN akan menyelenggarakan latihan penanggulangan bencana, serta berharap Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) atau Tentara Nasional RRC dapat ikut serta dalam pelatihan tersebut.
Terkait dengan stabilitas dan keamanan kawasan, Menko Polhukam memandang bahwa stabilitas, keamanan dan kesejahteraan kawasan Asia harus dibangun dan dijaga oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.
Menko Polhukam berada di Beijing selama empat hari, sejak 27 Februari- 1 Maret 2012, untuk melakukan Forum Dialog Bilateral ke-3 antara Menko Polhukam RI dengan State Councilor Dai Bingguo pada Selasa (28/02) siang di Great Hall of the People, Beijing.
Dialog itu telah membahas mengenai berbagai isu kerja sama bilateral di bidang politik, hukum, pertahanan dan keamanan, membahas berbagai isu kawasan yang menonjol serta persiapan kunjungan Presiden RI ke RRC.
Menko Polhukam juga berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri RRC Wen Jiabao di Government House-Zhongnanhai, Beijing.
Acara dilanjutkan dengan jamuan makan malam oleh State Councilor Meng Jianzhu di Diaoyutai State Guest House. Pada Rabu (29/2) delegasi Menko Polhukam melakukan kunjungan ke pusat industri strategis kedirgantaraan di Tianjin serta pertemuan dengan Pejabat Pemerintah Kota Tianjin. Kunjungan ini menutup rangkaian kegiatan Menko Polhukam di Beijing, RRC.

0 komentar:

Post a Comment