Subscribe:

19 June 2012

NBell 412

Helikopter Serbaguna Kelas Dunia

Nbell 412 (foto Kompas)
Bell 412 adalah sebuah helikopter serbaguna yang diproduksi oleh Bell Helicopter Textron. Helikopter ini adalah pengembangan dari model Bell 212, perbedaan utamanya terletak pada 4 bilah rotor utama komposit. Helikopter ini diperkenalkan mulai tahun 1968. Bell 412 yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dinamakan NBell 412.

PT DI merupakan satu-satunya industri pesawat terbang di Indonesia. Selain mendapat lisensi untuk membuat helikopter Bell-412, juga mendapat lisensi untuk helikopter NBO-105 dan Super Puma NAS-332 dari Eurocopter (lisensi NBO-105 habis tahun 2009 lalu).


"Bell Helicopter punya sejarah panjang kemitraan dengan PT DI di Indonesia. Penjualan heli-heli ini adalah bagian dari kerangka kerja kolaborasi industrial yang terus berlanjut. Kami percaya kemitraan ini akan terus berkembang dan kemungkinan akan diperluas di masa depan," tutur Larry D Roberts, Wakil Presiden Senior Bisnis Komersial Bell Helicopter sebagaimana dikutip Kompas.


Bell Helicopter bukanlah produsen helikopter sembarangan. Pabrik helikopter milik Textron Inc ini merupakan penghasil helikopter handal kelas dunia. Banyak helikopter buatannya menjadi andalan banyak negara karena memang kualitasnya yang bagus.


Dilihat dari lembar sejarahnya, kerjasama produksi helikopter Bell 412 ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya pada tahun 1982, PT DI telah memulai kerjasama seperti ini. Kala itu PT DI (dulu masih bernama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio) menandatangani kesepakatan kerjasama pembuatan Bell 412. Lalu di Indonesia helikopter itu mendapat nama baru yaitu NBell 412.
 
Nbell 412 TNI AL
PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memperbaharui lisensi untuk memproduksi helikopter dari produsen helikopter ternama asal AS, Bell Helicopter Textron Inc.

"Kami memperbaharui lisensi untuk memproduksi helikopter merek Bell," kata VP Marketing and Sales Aircraft Integration PTDI, Arie Wibowo, di Jakarta, Senin.


Sebelumnya, PT DI telah menjalin kerja sama dan memegang lisensi perakitan helikopter Bell khususnya seri Bell 412 SP dan Bell 412 HP.
Baru pada tahun 2009, kerjasama itu diperbarui lagi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memproduksi helikopter Bell-412 EP (Extra Performance) di Indonesia. Dalam kerjasama itu, helikopter akan dibuat di Amerika Utara sedangkan perakitan dan penyerahannya kepada pembeli dilakukan oleh PT DI.

Arie mengatakan, pihaknya telah memperbaharui kerja sama dengan Bell yang memungkinkan bagi PT DI untuk merakit helikopter model Bell 412 EP yang dibuat di Amerika Utara.


"Dalam proses perakitan tersebut, PT DI akan melengkapi helikopter dengan berbagai peralatan dan perlengkapan yang sesuai kebutuhan para pengguna helikopter di Indonesia," katanya.


Di Indonesia saat ini telah dioperasikan 36 helikopter model Bell 412, terdiri dari 27 Bell jenis 412 SP, 4 helikopter Bell-412 HP, dan 5 unit Bell-412EP.


Semua helikopter Bell 412 SP dan Bell 412 HP merupakan helikopter yang dibuat antara 1980-1990 oleh PT DI di bawah lisensi dari Bell Helicopter Amerika.


PT DI mengakhiri kerja sama dengan Bell pada 2000 karena tidak ada permintaan dari pasar dalam negeri khususnya pemerintah.


"Kami hentikan karena tidak lagi kompetitif dan tidak ada `demand` (permintaan) pemerintah. Tapi kita coba `renew` (perbarui) lagi dengan Bell," katanya.


Arie menambahkan dengan lisensi yang baru tersebut diharapkan PT DI dapat memberikan unit-unit helikopter yang terkini dan sesuai dengan pesanan pengguna.


Helikopter ini merupakan varian teranyar dari Bell 412. Dibanding versi sebelumnya, Bell-412 EP memang telah mengalami berbagai penyempurnaan. Varian anyar ini memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh varian sebelumnya. Kelebihan itu antara lain kapasitas mesin yang digunakan jauh lebih besar. Kemudian memiliki sistem autopilot yang mampu menahan helikopter terbang stabil di udara secara otomatis. Serta tak ketinggalan penggunaan peralatan digital yang terpasang di kokpit pesawat.


Bell-412 EP merupakan salah satu produk andalan Bell Helicopter dalam meraih pangsa pasar helikopter angkut dunia. Melihat segala keunggulan yang dimilikinya, maka tak salah jika helikopter ini kemudian menjadi salah satu pilihan para pembeli. Di Indonesia, perusahaan swasta dan TNI telah menggunakan helikopter ini. Selain Indonesia, tercatat heli ini juga dioperasikan oleh Pakistan dan Kanada.


PT DI sendiri menargetkan mampu merakit 22 unit helikopter merek Bell hingga 2014.
 
Nbell 412 EP TNI AD
Sebanyak tiga helikopter Bell-412 EP diserahkan PT Dirgantara Indonesia kepada penggunanya di pabrikan pesawat tersebut di Bandung. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya untuk TNI AD sedangkan sisanya menjadi milik TNI AL.

Helikopter tersebut merupakan bagian dari rencana peningkatan kemampuan Skuadron 12 Serbu Puspenerbad AD. Menhan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, pengadaan heli tersebut juga menjadi tahapan penguatan heli yang dimiliki semua angkatan.


Dia melanjutkan, helikopter yang dimiliki TNI AL sebanyak 10 unit, yakni BO ada enam unit dan Bell ada empat unit. Menurut Purnomo, rencananya pengadaan periode 2010-2014 adalah Bell 412 EP sejumlah tiga unit. Untuk TNI AU, helikopter yang dimiliki mencapai 43 unit, terdiri Helikopter Colibri, Bell 47 Soloy, dan NAS 332 Super Puma. Sesuai program awal, imbuhnya, TNI AU melakukan pengadaan sebanyak enam unit Helikopter EC 725 Full Combat SAR.


"Semua helikopter nanti digunakan untuk kegiatan operasi militer sekaligus operasi bantuan kemanusiaan, serta penanganan bencana alam," kata Purnomo.


Menurut Budi Santoso
, Direktur Utama PT DI, serah terima ini merupakan awal penyerahan sebagai bagian rencana peningkatan kemampuan Skuadron 12 Serbu Pusat Penerbangan AD (Puspenerbad) dengan kekuatan 32 unit helikopter, terdiri 24 unit helikopter serbu dan delapan unit helikopter serang.

Ia menjelaskan, helikopter angkut atau serbu adalah jenis medium dengan kapasitas 15 personel, yang sudah dioperasikan Skuadron 11/Serbu dan Skuadron 21/Sena Puspenerbad. Adapun TNI AL, paparnya, sudah mengoperasikan Bell 412 SP dan Bell 412 HP yang masuk armada helikopter Skuadron 400 Pusat Penerbangan AL (Puspenerbal).


"TNI saat ini baru memiliki 76 heli. Hingga 2014, kita akan bangun kekuatanya sehingga bertambah 50 persen dari kondisi saat ini," katanya di sela-sela penyerahan heli multifungsi itu.


Selama lima tahun tersebut, pemerintah merencanakan membeli 20 unit Bell-412 EP bagi TNI AD, termasuk yang diserahkan hari ini di luar 6 heli serupa melalui kredit ekspor. Sisanya, sebanyak 6 unit merupakan EC 725 Full Combat SAR diperuntukan bagi TNI AU.


Dirut PT DI, Budi Santoso menyatakan penyerahan heli tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam rangka pemberdayaan BUMN Industri Pertahanan. "Pesanan ini diharapkan dapat membantu upaya mewujudkan keberlangsungan dan pertumbuhan PT DI, karena kami belum sepenuhnya lepas dari hantaman badai krisis," jelasnya.
"Helikopter Bell 412 EP ini adalah generasi terakhir dari jenis Helikopter Bell 412, yang pembeliaannya dianggarkan dalam APBN Perubahan tahun anggaran 2011," ujar Budi.

Heli seharga Rp 102 miliar per unit itu terkategori baru di kelasnya dan termasuk handal. Heli tersebut mampu mengangkat beban sekitar tiga ton ditambah 10 orang. Selain keperluan tempur, kehadirannya bisa digunakan untuk angkutan logistik. Dia melanjutkan, penyerahan Helikopter Bell 412 EP merupakan realisasi dari alokasi pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) yang bergerak untuk Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP). Pasalnya pemerintah sudah berkomitmen untuk memprioritaskan produk dalam negeri sebagai pemberdayaan industri strategis dalam negeri.


Budi mengatakan, Helikopter angkut ini bisa dipersenjatai dengan senapan mesin di dekat pintu kiri dan kanannya. "Pengadaan Helikopter Bell 412 EP ini melalui kontrak antara Mabes AD pada 15 Oktober 2010," kata Budi.
 

Karakteristik umum
Kru : 1-2 pilots
Kapasitas : up to 13 passengers

Panjang : 17,10 m
Diameter baling-baling : 14,02 m
Tinggi : 3,48 m
Luas piringan : 154,4 m²
Bobot kosong : 3,112 kg
Bobot maksimum lepas landas (MTOW) : 5,398 kg
Mesin : 2× turboshafts Pratt & Whitney Canada PT6T-3BE Twin-Pac
, 900 shp masing-masing 

Kinerja
Laju maksimum : 259 km/jam (161 mph,
140 knots)
Laju jelajah : 226 km/jam (140 mph,
122 knots)
Jarak jangkau : 709 km (402 nmi)
Batas tertinggi servis : 6,906 m (20,000 ft)
Laju panjat : 1,350 ft/min
Power/massa : 0.2663 hp/lb (437 W/kg)
 Berikut Foto Nbell 412


referensi :
(khalifahislamindonesia)
(Antara)

(suaramerdeka)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...