Subscribe:

27 September 2012

Malaysia Panik-TNI Dan Alutsistanya ditebar diperbatasan Kalimantan

Modernisasi persenjataan yang dilakukan oleh TNI dan pengembangan alutsista oleh pakar persenjataan Indonesia, membuat Malaysia berfikir ulang tentang kemampuan bangsa Indonesia dibidang pertahanan.
 
Angkatan tentara Malaysia ( ATM ) mengadakan latihan dengan sandi " EKSESAIS ANGSA 7/12 " diperairan selat Malaka. Dalam latihan tersebut, Angkatan bersenjata diraja Malaysia melibatkan unsur Tentara Laut Diraja Malaysia dan Tentara Udara Diraja Malaysia. 
 
Dalam latihan tersebut TLDM melibatkan kapal perangnya seperti KD Mahamangsa., KD Mahamiru. KD Penyu, bot tempur CB 90, Tim Penyelam, Weapon Trial and Assesment Team (WTAT) dan helikopter Fennec. 
KD Maha miru, salah satu kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia

Sementara aset TUDM lain yang terlibat adalah pesawat Su-30MKM, pesawat CN-235, pesawat B-200T dan C-130. Unit TUDM yang terlibat adalah 51 Resimen Artileri Royal.

 Dalam latihan tersebut, Angkatan Laut Diraja Malaysia (TLDM) telah mengeklaim berhasil menembakan peluru kendali jenis Exocet MM40 dari Kapal Diraja (KD) LEKIU dan peluru kendali jenis Sea Skua dari helikopter TLDM jenis Super Lynx. 
 
Angkatan Udara Diraja Malaysia (TUDM) pula telah meluncurkan misil tipe Maverick dan Harpoon dari pesawat tempur F/A-18D. Sementara itu, tim 51 Resimen Artileri Kerajaan Angkatan Darat Malaysia (TDM) pula telah meluncurkan Sistem Roket Lancar Berganda Astros II dari situs penembakan di Tanjung Antu, Segari, Perak. Semua penembakan ini telah berhasil mengenai tepat dan menghancurkan target.
Keberhasilan penembakan peluru kendali dan roket terpadu ATM ini telah sekali lagi membuktikan bahwa kesiagaan aset ATM selalu di tingkat yang tinggi dalam mempertahankan kedaulatan negara. Ia juga sekaligus menempatkan ATM antara pasukan Angkatan Bersenjata yang wajar disegani di kawasan ini.


Panglima Angkatan Laut Laksamana Tan Sri Abdul Aziz bin Ja’far, Panglima Angkatan Udara, Jenderal Tan Sri Dato Sri Rodzali bin Daud TUDM, Wakil Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Dato’ Hasbullah bin Hj Mohd Nawawi dan Panglima Angkatan Bersama, Laksamana Madya Dato’ Sri Ahmad Kamarulzaman bin Hj Ahmad Badaruddin, Panglima Operasi Udara Dato’ Seri Mohd Ackban bin Hj Abdul Samad TUDM dan Panglima Armada Laksamana Madya Dato’ Abdul Hadi bin A. Rashid hadir menyaksikan penembakan ini dari platform kapal KD Mahawangsa di Perairan Selat Malaka.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...