ilustrasi
Jakarta
Putra sulung SBY, Mayor (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono, menggambarkan
masa depan perang di masa depan. Demografi penduduk yang semakin
meng-kota mengharuskan prajurit yang berperang nantinya dekat dengan
rakyat."Urbanisasi semakin meninggi dan akan terus terjadi, 50 persen populasi tinggal di kota, terutama di Asia. Perang di masa yang akan datang terjadi di kota, membutuhkan keahlian yang terspesialisasi dan aspek SDM menjadi penentu, prajurit harus memiliki kewaspadaan, prajurit harus memperoleh dukungan dari masyarakat," ujar Agusdalam presentasi acara Konferensi Futurologi II, di Di XXI Ballroom Djakarta Theatre 2 nd Floor, Jl. M.H.Thamrin No.9, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10/2012).
Pria 34 tahun lulusan Nanyang Technological University (NTU) dan Harvard University ini mempresentasikan masa depan perang di hadapan 800 peserta Konferensi Futurologi II. Dengan gaya mirip SBY, Agus Yudhoyono dengan gamblang menjelaskan teknologi dan pemimpin menjadi penentu siapa yang akan menang di perang kota itu.
"Teknologi ini menjadi penentu siapa yang menang, yang penting adalah militer harus bisa beradaptasi terhadap lawan. Faktor kepemimpinan juga menjadi point penting," imbuhnya.
Terkait persaingan global, Agus Yudhoyono yakin Indonesia utamanya pemuda, tidak kalah dengan negara lain.
"Pasti bisa bersaing, Indonesia pasti bisa. Pemuda kita banyak memiliki potensi yang tidak kalah dengan negara lain dan bahkan bisa lebih unggul," pungkasnya kepada wartawan.
Konferensi Futurologi sendiri adalah konferensi internasional yang menghadirkan pakar nasional dan internasional membahas masa depan dunia khususnya Indonesia. Dalam kesempatan ini, Agus Yudhoyono menjadi pemateri masa depan perang di masa datang.
(ahy/ahy)Detik

0 komentar:
Post a Comment