Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA) mendesak Gedung Putih mengabulkan permintaan penambahan pesawat tanpa awak yang lebih banyak dalam operasi di berbagai negara dunia khususnya di Pakistan.
Washington Post dalam laporan yang ditulis oleh Greg Miller (20/10) melaporkan, "Jika permintaan itu disepakati, maka program 10 tahun Dinas Rahasia Amerika (CIA) akan berubah total menjadi sebuah kekuatan milisi yang lebih kuat."
Menurut keterangan seorang pejabat Amerika, usulan penambahan jumlah pesawat tanpa awak itu sebelumnya dikemukakan oleh David Petraeus, dan jika terealisasi, maka operasi militer AS di Pakistan dan Yaman akan lebih mematikan.
Bertambahnya jumlah armada peswat tanpa awak itu, Amerika Serikat dapat memperluas jangkauan operasinya di Afrika utara dan di berbagai wilayah lain.
"Jika usulan tersebut terealisasi, maka CIA akan segera memiliki 10 unit pesawat tanpa awak baru dan dalam jangka waktu lima tahun jumlah drone yang akan digunakan dalam operasinya akan meningkat menjadi 30 hingga 35 unit."
Washington dalam hal ini menambahkan, bahwa dampak awal dari program tersebut adalah eskalasi kemampuan Amerika Serikat dalam melancarkan operasi "pemberantasan AlQaeda" dan menjadi pemain penting dalam membunuh oknum-oknum teroris AlQaeda.
Sementara berbagai laporan dari Pakistan dan Yaman menyebutkan bahwa sebagian besar korban tewas akibat serangan drone Amerika Serikat adalah warga sipil.
(IRIB Indonesia/MZ)
0 komentar:
Post a Comment