Foto : Misil BrahMos milik India (RIA Novosti)
NEW DELHI - India telah memperbaharui misil
jelajah BrahMos yang memiliki kemampuan supersonik dengan menambahkan
sistem navigasi lewat satelit Rusia KH-555 dan KH-101. India juga
menambahkankan teknologi Global Positioning System (GPS) GLONASS di misil tersebut.
Integrasi dari sistem navigasi KH-555 akan mengubah misil jelajah BrahMos menjadi "roket super" yang sanggup menghantam target sejauh 300 hingga 500 kilometer dari permukaan laut, darat dan udara. Satu hal yang paling penting adalah, misil itu sanggup membawa hulu ledak nuklir.
Instalasi sistem navigasi yang canggih itu dioptimalkan untuk misil BrahMos versi udara. Misil itu akan dibawa oleh jet Sukhoi Su-30 MKI yang dibeli Negeri Bollywood dari Negeri Beruang Merah. Demikian, seperti diberitakan RIA Novosti, Selasa (9/10/2012).
Kombinasi BrahMos dan Sukhoi Su-30 akan memperkuat pertahanan udara India, serta menyetarakan India dengan Rusia yang memiliki pesawat bomber Tu-95MS dan Tu-160. Hal itu diutarakan oleh seorang pengamat penerbangan Vladimir Sherbakov.
"Misil ini adalah elemen penting dalam kekuatan militer India dan India pun memiliki harapan yang besar dalam hal itu," ujar Sherbakov.
Sejauh ini, Pakistan belum memiliki sistem pertahanan udara yang cukup modern untuk menangkal BrahMos. Pada 7 Oktober lalu, India pun sukses menguji coba sejumlah senjata yang dimiliki oleh Angkatan Lautnya.(AUL)
Integrasi dari sistem navigasi KH-555 akan mengubah misil jelajah BrahMos menjadi "roket super" yang sanggup menghantam target sejauh 300 hingga 500 kilometer dari permukaan laut, darat dan udara. Satu hal yang paling penting adalah, misil itu sanggup membawa hulu ledak nuklir.
Instalasi sistem navigasi yang canggih itu dioptimalkan untuk misil BrahMos versi udara. Misil itu akan dibawa oleh jet Sukhoi Su-30 MKI yang dibeli Negeri Bollywood dari Negeri Beruang Merah. Demikian, seperti diberitakan RIA Novosti, Selasa (9/10/2012).
Kombinasi BrahMos dan Sukhoi Su-30 akan memperkuat pertahanan udara India, serta menyetarakan India dengan Rusia yang memiliki pesawat bomber Tu-95MS dan Tu-160. Hal itu diutarakan oleh seorang pengamat penerbangan Vladimir Sherbakov.
"Misil ini adalah elemen penting dalam kekuatan militer India dan India pun memiliki harapan yang besar dalam hal itu," ujar Sherbakov.
Sejauh ini, Pakistan belum memiliki sistem pertahanan udara yang cukup modern untuk menangkal BrahMos. Pada 7 Oktober lalu, India pun sukses menguji coba sejumlah senjata yang dimiliki oleh Angkatan Lautnya.(AUL)

0 komentar:
Post a Comment