Mahfudz Siddiq.
Menurutnya peristiwa tersebut patut dicurigai. Mengingat DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Industri Pertahanan pada 2 Oktober 2012 mendatang.
"TNI, Mabes harus ikut investigasi apa ada hubungan sabotase atau tidak. Kejadian ini muncul ketika RUU industri Pertahanan akan disahkan tanggal 2 Oktober," kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Senin, (1/10/ 2012).
Ketua Komisi I DPR ini mengungkapkan, meskipun sudah ada penjelasan dari PT Lundin penyebab kapal terbakar, karena konsleting listrik, namun masih menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, kebakaran kapal KRI Klewang pasti tidak sesedehana itu.
"Apakah sesederhana itu, seperti rumah kontrakan konsleting lalu kebakaran? Ini kan kapal canggih, sedangkan bobot kebakaran cukup tinggi," tegas Mahfudz curiga.
Pembuatan kapal KRI Klewang merupakan pengembangan teknologi dalam negeri yang tergolong canggih, patut diwaspadai adanya upaya menjatuhkan industri Nasional yang mulai berkembang pesat.
"Apakah ada upaya untuk menjatuhkan nama baik industri pertahanan nasional, ini menjadi dugaan yang berkembang," imbuhnya.
Dia mengingatkan, kapal yang terbakar tersebut merupakan produk baru yang dikembangkan PT Lundin Industry Invest atas pesanan TNI AL.
"Ada sejumlah kapal cepat rudal yang dipesan 2012 ini, sebagian di Batam PT Palindo, dan satu yang terbakar ini adalah prototipe baru," pungkasnya.
Seperti diketahui, KRI Klewang yang baru diluncurkan pada 31 Agustus 2012 lalu dari galangan kapal PT Lundin Industrty Invest, Banyuwangi, ludes terbakar pada Jumat 28 September 2012 sore. Tidak satupun barang dari kapal yang kini bersandar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi itu berhasil diselamatkan.
Belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya kapal perang jenis Trimaran yang disebut-sebut tercanggih ini. Saat kapal perang ini terbakar, sebenarnya masih dalam proses finishing, karena puluhan pekerja masih ada yang memasang mesin.
KRI Klewang sendiri sebenarnya memiliki kemampuan stabilitas yang sangat baik dan rancangan lambung yang dangkal, dan didesain untuk berpatroli di pesisir pantai yang panjang.
Konstruksi kapal ini pun memiliki beberapa keunggulan, antara lain lebih ringan, efisien dalam biaya perawatan, kemampuan tidak terdeteksi oleh radar, dan tidak mengandung unsur magnet.
Sindonews

0 komentar:
Post a Comment