Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

30 October 2012

Pesawat tempur Suriah serang pemberontak

12:09 AM Posted by Unknown No comments


http://www.metrosiantar.com/wp-content/uploads/2012/08/29082012-12.jpg
Kekerasan tetap terjadi meskipun diberlakukan gencatan senjata selama empat hari.

Angkatan Udara Suriah menyerang sejumlah kantong pemberontak, antara lain di Damaskus dan Idlib, yang dikatakan sebagai serangan udara terbesar sejak pemerintah mengerahkan pesawat tempur pertengahan tahun ini.

Kelompok oposisi Syrian Observatory for Human Rights mengatakan militer melancarkan 34 serangan udara selama rentang waktu tiga jam pada Senin pagi (29/10).

"Terdapat 34 serangan udara di berbagai lokasi selama tiga jam pagi tadi. Ini merupakan serangan paling dahsyat sejak pesawat tempur pertama kali dikerahkan pertengahan tahun ini," kata direktur Syrian Observatory for Human Rights Rami Abdel Rahman seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Di antara serangan itu terjadi di desa-desa dan kota-kota di Provinsi Idlib, tempat pasukan pemerintah dan pemberontak terlibat dalam pertempuran sengit untuk memperebutkan pangkalan militer Wadi Daif.


Pesawat tempur dilaporkan menyerang sedikitnya 11 sasaran di ibukota Suriah Damaskus. Dalam perkembangan terpisah, televisi pemerintah Suriah melaporkan 10 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam ledakan bom mobil di Damaskus.

Kekerasan terus terjadi meskipun diberlakukan gencatan senjata sementara selama empat hari dalam rangka libur Idul Adha yang berakhir hari Senin ini.

Sementara itu utusan internasional untuk Suriah Lakhdar Brahimi mengakui gencatan senjata yang dijembataninya mengalami kegagalan.

Ketika berbicara dalam kunjungan ke Moskow, Brahimi mengatakan jeda pertempuran yang dia jembatani tidak bisa disebut gencatan senjata.

Brahimi mengatakan pengeboman daerah-daerah yang ditempati warga biasa adalah tindakan teroris oleh kelompok-kelompok yang tidak mempunyai kontak dengannya.

Detik

0 komentar:

Post a Comment