Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

13 January 2013

China Turunkan Tentara ke Perbatasan Myanmar

9:00 PM Posted by Unknown No comments
Pasukan di China. (Ilustrasi: nytimes.com)
Pasukan di China. (Ilustrasi: nytimes.com) 
BEIJING:(DM) – China menyatakan pihaknya telah mengirimkan pasukan untuk menjaga perbatasan yang dimiliki negara komunis itu dengan Myanmar. Keputusan tersebut dikeluarkan setelah konflik antara pasukan Myanmar dengan pemberontak Kachin yang terjadi dekat dengan perbatasan China semakin memanas.
“Kami mengirimkan pasukan ke perbatasan Myanamr untuk mempelajari kondisi konflik yang terjadi di sana. Pada Rabu kemarin, pasukan Myanmar membombardir wilayah Kachin membuat warga di sana berbondong-bondong mengungsi ke wilayah China,” sebut sebuah artikel dalam media milik pemerintah China, seperti diberitakan Reuters, Jumat (11/1/2013).

Koran milik pemerintah China, the People’s Daily, sempat memberitakan bahwa serangan artileri yang dilakukan pasukan Myanmar sempat mengenai daerah pegunungan Yingjiang yang berada di wilayah China. Namun pemerintah lokal di sana tidak mau memberikan konfirmasi terhadap peristiwa tersebut.

Konflik yang terjadi antara pasukan Myanmar dengan pemberontak Kachin membuat komunitas internasional prihatin. Sebelumnya banyak pemimpin dunia yang memuji Myanmar yang dianggap berhasil memulai proses reformasi setelah selama bertahun-tahun dikuasai oleh rezim junta militer yang memerintah dengan tangan besi.

Namun konflik yang terjadi sekarang menunjukkan bahwa kelompok militer masih memiliki pengaruh yang kuat di Myanmar. Sebelumnya presiden Myanmar, Thein Sein, telah meminta militer untuk menghentikan serangannya ke wilayah Kachin, namun himbauan tersebut dihiraukan oleh militer yang makin mempergencar serangannya.

China sendiri merupakan sekutu terdekat yang dimiliki Myanmar ketika ia dikuasai oleh rezim junta militer. Walaupun kedekatannya dengan junta militer memberikan keuntungan secara ekonomi dan politik, China khawatir kekuasaan militer membuat negara tersebut menjadi semakin tidak stabil sehingga menerima proses reformasi yang saat ini bergulir di Myanmar.

0 komentar:

Post a Comment