Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

21 February 2013

Pulau Pelampung abrasi akibat proyek pemecah gelombang

3:12 PM Posted by Unknown No comments
Ilustrasi - Pekerja mengopersaikan alat berat saat memasang pemecah gelombang (breakwater). (FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)
Adapasi tiap pulau berbeda. Sebenarnya kami menghindari proses adaptasi yang mengganggu warga.

BATAM:(DM)  - Pulau Pelampung salah satu pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terus mengalami abrasi hingga tanah menjadi longsor, akibat pembangunan pemecah gelombang yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU).

Kepala Satuan Pelaksana Jaringan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Wilayah Sumatera VI, Bakti mengatakan abrasi merupakan dampak adaptasi pemasangan pemecah gelombang.

"Adapasi tiap pulau berbeda. Sebenarnya kami menghindari proses adaptasi yang mengganggu warga," kata dia.

KemenPU akan segera mempelajari adaptasi abrasi dan menerapkan pembangunan agar proses itu tidak mengganggu warga.KemenPU membangun pemecah ombak yang terbuat dari tumpukan pasir dibalut kantong khusus.


Menurut Bakti, selain untuk memecah ombak, diharapkan tumpukan pasir itu dapat menahan pasir dan tanah yang terbawa ombak agar tidak kembali ke laut. Pasir yang terbawa air dari laut diharapkan dapat tertahan tumpukan pasir pemecah ombak saat gelombang tiba. Sehingga pasir menumpuk dan terbentuk daratan baru.

Kementerian PU menganggarkan Rp14 miliar pembangunan pemecah ombak yang dipasang diempat sudut pantai Pulau Pelampung.

Sementara itu di tempat terpisah warga Pulau Pelampung, Muhammad Sait (60) mengatakan sejak pemecah gelombang dibangun, pasir terbawa ombak terus sehingga air masuk ke dalam, terutama saat musim angin barat.

Pasir pantai tergerus saat ombak pasang. Pasir yang mengendap di bagian bawah tanah terus tergerus, hingga yang diatasnya longsor. Beberapa pohon kelapa yang berdiri diatas lahan itu pun ikut tumbang. Abrasi hingga longsor terjadi sejak pemasangan pemecah gelombang yang didirikan sekitar 10 meter dari bibir pantai.

Pulau Pelampung merupakan satu dari empat pulau terluar di Kota Batam. Pulau berpasir granit itu dihuni tiga kepala keluarga nelayan yang hidup dari mencari ikan di sekitar perbatasan.

(ANTARA News)


Kementerian PU reklamasi pulau terluar NKRI

Ilustrasi - Pulau terluar NKRI. Salah satu pojok pantai Pulau Putri, Kepulauan Riau. Inilah satu pulau titik pangkal penentu batas teritorial laut kedaulatan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.(FOTO ANTARA/Evy Syamsir)) Reklamasi dilakukan sekeliling pulau, karena wilayahnya yang tidak luas. Reklamasi menggunakan dana APBN 2012 senilai Rp9 miliar. 

 Batam - Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) mereklamasi Pulau Batu Berating untuk menyelamatkan pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berada di wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Reklamasi dilakukan sekeliling pulau, karena wilayahnya yang tidak luas. Reklamasi menggunakan dana APBN 2012 senilai Rp9 miliar," kata Kepala Satuan Pelaksana Jaringan Sumber Daya Air, KemenPU Wilayah Sumatera VI, Bakti, di Batam, Kamis.

Teknik reklamasinya, PU menanam batu besar di sekeliling pulau, lalu menyelimutinya dengan batu gerait yang dibungkus beronjong HDPE.

Pulau Beranting merupakan satu dari dua pulau terluar NKRI di wilayah Kepri yang dibenah KemenPU pada tahun anggaran 2012. Kementerian PU juga memasang pemecah gelombang di Pulau Pelampung untuk mengantisipasi abrasi.

Sebelum direklamasi, Pulau Batu Berakit hanya nampak air surut, sedang ketika air pasang, pulau itu menghilang. Kini setelah direklamasi, luas pulau saat surut menjadi 700 meter persegi.

Selain direklamasi, Kementerian PU juga memperbaiki menara mercusuar yang ada di sana.

Sementara itu, Staf KemenPU Tommy mengatakan PU berupaya membenahi enam pulau terluar lainnya di Kabupaten Anambas Kepulauan Riau.

0 komentar:

Post a Comment