Jakarta:(DM) - Eksistensi Asia Pasifik sebagai penopang utama
perekonomian dunia belakangan ini diakui Amerika Serikat. "Karena itulah
kami memandang sangat penting keseimbangan kekuatan di kawasan ini,"
kata Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ashton Carter.
Asthon
Carter menjadi pembicara dalam dialog kedua Dialog Internasional
Pertahanan Jakarta (JIDD 2013), di Jakarta, Selasa. Bersama dia, duduk
sebagai pembicara adalah Menteri Pertahanan Singapura, Eng Han, Wakil
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata China, Letnan Jenderal Qi Jiangguo,
dan cendekiawan Indonesia, Prof Dr Dorodjatun Kuntjorot-Jakti.
JIDD 2013 merupakan forum saling berbagi pengalaman tentang pengelolaan
konflik dan pertahanan bagi 47 negara peserta yang hadir. Walau 34
pembicara yang diagendakan banyak dari kalangan birokrasi dan miiter,
namun pemaparan mereka bukan kebijakan resmi negara masing-masing.
Menurut
Carter, kehadiran Amerika Serikat melalui kekuatan militernya
menandakan betapa penting kawasan itu bagi dunia pada masa kini dan
mendatang. Implementasi dari kehadiran negara itu termasuk juga pada
sisi demokratisasi yang semakin kuat di sana.
"Kami
menempatkan 60 persen anggaran pertahanan kami untuk kepentingan kami
di Asia Pasifik. Angkatan Udara Amerika Serikat, sebagai misal, mendapat
peremajaan peralatan perang yang signifikan," katanya.
Berbeda
dengan masa lalu, Amerika Serikat kini ada dalam "persimpangan jalan"
terutama setelah mereka mengakhiri kehadiran militernya di dua teater
perang besar, di Irak dan terakhir di Afghanistan. Kedua teater itu
menelan biaya sangat besar untuk negara itu.
"Kemitraan
kami tingkatkan dengan negara-negara sahabat kami di Asia Pasifik,
misalnya dengan Jepang dan Korea Selatan," katanya.
Di
sisi lain, Eng menyatakan, kemajuan perekonomian negara-negara di
kawasan ini mendorong belanja militer yang juga besar. Dia
mengilustrasikan, beberapa tahun lalu, belanja militer di kawasan ini
cuma 77 miliar dolar Amerika Serikat. "Kini menjadi 350 miliar dolar
Amerika Serikat," katanya. (*)
0 komentar:
Post a Comment