Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. REUTERS/KCNA
PYONGYANG:(DM) — Seiring meningkatnya ketegangan politik di Semenanjung Korea, pemimpin Korea Utara menyempatkan diri mengunjungi Unit 1973, sebuah satuan tempur khusus.
Seperti dilaporkan kantor berita Korea Utara, KCNA, Sabtu, 20 Maret 2013, Kim Jong-un dalam inspeksi tersebut memerintahkan pasukan Unit 1973 untuk “melaju seperti kilat” jika perang pecah.
“Bila perang di Korea terjadi, tugas kalian adalah menerjang pertahanan musuh,” kata Jong-un dalam kunjungan Jumat lalu. “Hancurkan instalasi militer musuh dan institusi lain yang penting bagi musuh secepat kilat.”
Jong-un, yang memiliki pangkat marsekal dalam tubuh Tentara Rakyat Korea, meminta pasukan tempur untuk berlatih dengan simulasi perang. “Agar pasukan dapat bertarung di kawasan yang dikuasai musuh,” ucap pria 30 tahun itu.
Markas satuan tempur khusus ini berada di Provinsi Pyongan Selatan, yang berada di wilayah barat daya Korea Utara.
Kemarahan Korea Utara dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh beberapa hal. Yang pertama adalah latihan perang bersama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Akibat latihan ini, Korea Utara langsung membatalkan gencatan senjata yang telah berlangsung 60 tahun lalu sesudah Perang Korea.
Pemicu kedua adalah mengetatnya sanksi PBB dan Amerika Serikat terhadap Korea Utara akibat uji coba senjata nuklir ketiga pada awal tahun ini. Pyongyang mengancam akan menyerang Negeri Abang Sam itu dengan bom nuklir.
Ancaman terakhir adalah penghancuran kepulauan Baengnyeong di perbatasan Korea Selatan. Ancaman terhadap pulau yang didiami 5.000 warga sipil dan unit militer tersebut dianggap sangat serius oleh pemerintah Korea Selatan.
Meski dalam cuaca yang sangat dingin, dua orang serdadu penjaga perbatasan Korea Selatan tetap bersiaga mengawasi wilayah yang memisahkan negara tersebut dengan seterunya, Korea Utara, di Yoncheon, Korea Selatan. Para serdadu ini telah diperintahkan untuk sigap menyerang balik, jika ada satu tindakan kecil dari pihak Korea Utara di wilayah tersebut. REUTERS/Kim Hong-Ji
Serdadu penjaga perbatasan Korea Selatan mengawasi wilayah perbatasan dari menara pengawas di sebelah selatan wilayah netral yang memisahkan wilayah Korea Selatan dengan Korea Utara, di Yeoncheon, 65 Km sebelah utara Seoul. Korea Selatan merupakan negara yang memilik pertahanan perbatasan paling lengkap dan terbilang kuat di Dunia. REUTERS/Kim Hong-Ji
Para serdadu Korea Selatan berkeliling dalam patroli rutin di wilayah perbatasan di Yeoncheon. Ketegangan antara Korea Selatan dengan Korea Utara meningkat sejak Korea Utara mengumumkan akan menguji coba teknologi nuklir mereka.
Pemandangan wilayah perbatasan antara Korea Selatan dengan Korea Utara yang dipisahkan tanah kosong tak bertuan di Yeoncheon, 65 Km sebelah utara Seoul. REUTERS/Kim Hong-Ji
Pakaian lengkap para serdadu dipersiapkan di pos penjagaan perbatasan antara Korea Selatan dengan Korea Utara di Yeoncheon. REUTERS/Kim Hong-Ji
Tempo

0 komentar:
Post a Comment