
Dalam perbaikan ini sistem permesinan KRI Karang Pilang yang tadinya menggunakan empat Mesin Pendorong Pokok (MPK) bertenaga Water Jet direvitalisasi menjadi dua MPK Shaft Propeler.
Dengan adanya penggantian sistem pendorong pokok ini secara teknis
dapat mengurangi laju kecepatan kapal, namun disisi lain dari segi
operasional sangat positif dalam efisiensi bahan bakar. Memang dengan
dua MPK Shaft Propeler kecepatan kapal akan turun dari 40 knot
menjadi 18 knot, namun dari segi pemakaian bahan bakar dapat menghemat
pemakaian dari 2 ton per jam menjadi 2 ton per hari.
Melihat
sejarah KRI Karang Pilang-981, awalnya adalah kapal penumpang milik PT.
Pelni dengan nama KM. Ambulu, dibuat pada tahun 1996 di galangan kapal Lurrsen
Jerman. Kemudian pada tanggal 07 April 2006 kapal tersebut dihibahkan ke Angkatan Laut dan dipercayakan memperkuat jajaran Satban Koarmatim.
Kapal perang ini sangat efektif dalam melaksanakan opersi tempur laut,
hal ini disebabkan oleh bangunan kapal perang terbuat dari aluminium,
yang sulit dideteksi oleh radar kapal perang musuh. Dominasi platform
kapal dari alminium secara teknis jika terdeteksi radar kapal perang
musuh, akan tampak samar. Hal itu dapat dijadikan sebagai sarana
kamuflase dan pengelabuahan terhadap lawan.
Di
jajaran Koarmatim, KRI Karang Pilang memilki fungsi sebagai Kapal Cepat
Angkut Personel (KCP), diawakai sekitar 30 personel dengan Komandan
Mayor Laut (P) Basuki Mulyo Wibowo. Kapal ini naik dock PT. PAL pada
tanggal 19 Februari 2013, dan sempat ditinjau oleh Irjen TNI Letnan
Jenderal TNI Gerhan Lantara, Rabu (13/3) kemarin.
0 komentar:
Post a Comment