Foto : Presiden Filipina Benigno Aquino (IST)
MANILA:(DM) - Seiring dengan memanasnya perseteruan di
Sabah, Presiden Filipina Benigno Aquino III langsung mendesak para
loyalis Sultan Sulu untuk menyerah tanpa syarat. Aquino mengatakan,
Sultan Jamalul Kiram III telah melangkah di jalur yang salah.
"Jika
kalian (loyalis Sulu) memiliki keluhan, jalan yang kalian tempuh saat
ini adalah jalan yang salah. Satu-satunya cara yang paling benar adalah
menyerah," ujar Aquino lewat juru bicaranya, Edwin Lacierda, seperti
dikutip GMA, Sabtu (2/3/2013).
Aquino menjelaskan pula,
Pemerintah Filipina berupaya sekuat tenaga untuk menghindari munculnya
korban jiwa dalam konflik Sabah. Namun loyalis Sultan Kiram mengabaikan
peringatan Aquino. Mereka memilih untuk berperang dan mati di wilayah Malaysia itu.
"Karena langkah yang kalian ambil, apa yang kita
coba untuk hindari justru terjadi. Oleh karena itu, menyerahlah tanpa
syarat," tegasnya.
Bersamaan dengan itu, media Malaysia
memberitakan bahwa Aquino dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak telah
menggelar dialo untuk membahas insiden Sabah. Sama seperti Filipina,
Malaysia juga meminta loyalis Sultan Sulu itu untuk menyerah tanpa
syarat. Namun saat ini, Najib tampaknya mulai menutup pintu negosiasi
karena ulah Kesultanan Sulu.
"Pemberontak Sulu harus menyerah atau mereka menghadapi tindakan dari aparat keamanan kami," ujar Najib.
Seperti
diketahui, baku tembak di Sabah telah menewaskan belasan orang. Dua
dari belasan orang yang tewas dalam baku tembak itu adalah komandan
polisi Malaysia. Mereka bernama Inspektur Zulkifli Mamat dan Kopral
Sabaruddin Daud.
Jenazah Zulkifli dan Sabaruddin telah sampai di
Pangkalan Udara Militer Malaysia di Subang pada pukul 12.30. Najib juga
hadir di tempat itu dan memberikan penghormatan pada perwira polisinya
yang tewas di Sabah.
0 komentar:
Post a Comment