Foto : Aparat keamanan India di Kashmir (AFP
ISLAMABAD:(DM) - Jammu dan Kashmir yang terletak di antara
India dan Pakistan terkenal dengan keindahannya. Namun Guinness Book of
World Records mencatat wilayah itu sebagai wilayah yang dipenuhi
aktivitas militer karena sengketa Kashmir merupakan sengketa wilayah
terpanjang yang pernah ada di dunia ini.
"Kashmir adalah medan perang terbesar, dan zona militer terluas di dunia. Banyak sekali basis militer yang ditempatkan di wilayah itu. Pidato terpanjang di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah pidato membahas sengketa Kashmir," demikian menurut Guinness, seperti dikutip Pak Tribune, Kamis (4/4/2013).
Warga Kashmir selama ini menuntut penarikan pasukan India di wilayahnya sejak dulu. Mereka berpendapat, kehadiran India di Kashmir menjadi pelanggaran HAM berat. Guinness pun mencatat, 1 juta pasukan di perbatasan Kashmir saling mewaspadai satu sama lainnya.
Seorang pejabat Kashmir pro-India Rajya Sabha dan Ghulam Nabi Ratanpuri menilai, pernyataan Guinness World Book of Records bukanlah pernyataan baru. Kejadian yang lebih buruk ketimbang di Kashmir sempat terjadi di India.
"Yang lebih parah daripada ini, telah terjadi di India pada masa lalu. Amnesty International melaporkan pelanggaran HAM di Kashmir, dan ada juga laporan dari organisasi pengawas HAM di Kashmir," ujar Ratanpuri.
Meski demikian, pejabat Kashmir lainnya Dr Mustafa Kmaal menyambut laporan Guinness mengenai Kashmir. Kamaal turut mendesak pasukan India yang ada di wilayah Kashmir agar menarik dirinya.
"Kashmir adalah medan perang terbesar, dan zona militer terluas di dunia. Banyak sekali basis militer yang ditempatkan di wilayah itu. Pidato terpanjang di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah pidato membahas sengketa Kashmir," demikian menurut Guinness, seperti dikutip Pak Tribune, Kamis (4/4/2013).
Warga Kashmir selama ini menuntut penarikan pasukan India di wilayahnya sejak dulu. Mereka berpendapat, kehadiran India di Kashmir menjadi pelanggaran HAM berat. Guinness pun mencatat, 1 juta pasukan di perbatasan Kashmir saling mewaspadai satu sama lainnya.
Seorang pejabat Kashmir pro-India Rajya Sabha dan Ghulam Nabi Ratanpuri menilai, pernyataan Guinness World Book of Records bukanlah pernyataan baru. Kejadian yang lebih buruk ketimbang di Kashmir sempat terjadi di India.
"Yang lebih parah daripada ini, telah terjadi di India pada masa lalu. Amnesty International melaporkan pelanggaran HAM di Kashmir, dan ada juga laporan dari organisasi pengawas HAM di Kashmir," ujar Ratanpuri.
Meski demikian, pejabat Kashmir lainnya Dr Mustafa Kmaal menyambut laporan Guinness mengenai Kashmir. Kamaal turut mendesak pasukan India yang ada di wilayah Kashmir agar menarik dirinya.

0 komentar:
Post a Comment