kapal SURC di Filipina Selatan - ahram online
Manila:(DM) – Pemerintah Amerika Serikat menghibahkan
enam kapal patroli kepada tentara Filipina untuk dioperasikan di wilayah
selatan yang kerap diacak-acak para pemberontak Islam.
Unit kecil kapal tepi sungai (small unit riverine craft /SURCs) merupakan bagian dari program AS untuk pelatihan dan perlengkapan (persenjataan) pasukan “anti teror” militer luar negeri, ujar Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Jose Alano dalam pernyataannya, Rabu kemarin (25/9)..
“SURC akan diterjunkan untuk memperkuat kekuatan laut kita, demi menumpas terorisme dan mereka yang melanggar hukum seperti krisis yang terjadi di Mindanao sekarang,” ujar Alano.
Kapal kecil ini dirancang untuk melakukan patroli di sungai dan wilayah pantai, berkecepatan tinggi, muat 14 pasukan marinir dan enam awak kapal. Keenam kapal kecil ini bernilai total sekitar US$ 12 juta.
Tiga pekan belakangan ini, ribuan pasukan elit berperang melawan gerilyawan Moro National Liberation Front (MNLF) pimpinan Nur Misuari yang menduduki beberapa desa-desa pantai di kota pelabuhan selatan penting Zamboanga di Pulau Mindanao.
Mindanao dan gugusan pulau-pulau di sekitarnya juga menjadi wilayah petempuran kelompok bersenjata lain, seperti gerilyawan komunis, bandit dan kelompok Abu Sayyaf yang suka gila-gilaan melakukan teror.
Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan Al-Qaidah, juga menyasar orang asing untuk diperas duitnya setelah diculik.
Pasukan AS telah ditempatkan di Filipina selatan sejak tahun 2002 untuk membantu tentara Filipina dalam memburu anggota Abu Sayyaf, yang menurut kategori pemerintah AS adalah digolongkan sebagai organisasi teroris.
Unit kecil kapal tepi sungai (small unit riverine craft /SURCs) merupakan bagian dari program AS untuk pelatihan dan perlengkapan (persenjataan) pasukan “anti teror” militer luar negeri, ujar Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Jose Alano dalam pernyataannya, Rabu kemarin (25/9)..
“SURC akan diterjunkan untuk memperkuat kekuatan laut kita, demi menumpas terorisme dan mereka yang melanggar hukum seperti krisis yang terjadi di Mindanao sekarang,” ujar Alano.
Kapal kecil ini dirancang untuk melakukan patroli di sungai dan wilayah pantai, berkecepatan tinggi, muat 14 pasukan marinir dan enam awak kapal. Keenam kapal kecil ini bernilai total sekitar US$ 12 juta.
Tiga pekan belakangan ini, ribuan pasukan elit berperang melawan gerilyawan Moro National Liberation Front (MNLF) pimpinan Nur Misuari yang menduduki beberapa desa-desa pantai di kota pelabuhan selatan penting Zamboanga di Pulau Mindanao.
Mindanao dan gugusan pulau-pulau di sekitarnya juga menjadi wilayah petempuran kelompok bersenjata lain, seperti gerilyawan komunis, bandit dan kelompok Abu Sayyaf yang suka gila-gilaan melakukan teror.
Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan Al-Qaidah, juga menyasar orang asing untuk diperas duitnya setelah diculik.
Pasukan AS telah ditempatkan di Filipina selatan sejak tahun 2002 untuk membantu tentara Filipina dalam memburu anggota Abu Sayyaf, yang menurut kategori pemerintah AS adalah digolongkan sebagai organisasi teroris.

0 komentar:
Post a Comment