Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

17 February 2014

Pesawat CN235 Warisan BJ Habibie, Dipakai Malaysia Hingga Korsel

11:55 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
http://images.detik.com/content/2014/02/17/1036/cn235.jpgJakarta:(DM) -Perkembangan industri pesawat terbang tanah air tidak lepas dari tangan dingin Profesor BJ Habibie. Dibentuk sejak 1976, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terlahir sebagai BUMN pembuat pesawat terbang dan helikopter.

Sampai saat ini, berbagai pesawat hingga helikopter laris manis terjual. Salah satunya pesawat penumpang dan militer CN235. Pesawat ini awalnya dikembangkan mulai 1979. Saat itu, BJ Habibie selaku pimpinan PTDI menggandeng Cassa (sekarang Airbus Military) untuk merancang dan memproduksi pesawat bermesin turboprop dan mampu membawa 35 orang. Hingga akhirnya, pesawat ini berhasil diperkenalkan kepada publik (roll out) untuk pertama kalinya pada September 1983.

Sejak itu, PTDI dan Cassa melakukan penjualan CN235, di dalam dan luar negeri. Untuk pasar luar negeri, negara-negara yang telah menggunakan pesawat ini, seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, Pakistan, hingga Korea Selatan.

Bahkan PTDI saat ini sedang menjajaki kerjasama peningkatan kapasitas CN235 milik Korea Selatan dan Malaysia.


"Kita mau upgrade. Kita kerjasama dengan Malaysia, terus Korea ada 12 unit CN235 mau kita convert," kata Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI Budiman Saleh di Kantor Pusat PTDI di Bandung saat ditemui akhir pekan lalu (14/2/2014).

Saat ini, kebutuhan CN235 telah bergeser ke arah pesawat pengawas pantai. Pesawat CN235 varian Maritime Patrol (MPA) dibutuhkan karena mampu membawa peralatan untuk pengawasan dan pengamanan maritim. Pesawat tipe CN235 MPA ini telah digunakan oleh TNI AL dan pasukan penjaga pantai Korea Selatan untuk mengawasi perairan.

"Tren sekarang di dunia maritime, orang sedang bergairah dengan maritime awareness. Mereka sadar kedaulatan. PTDI aktif pasarkan CN 235 Maritime Patrol Aircraft (MPA). Dia bisa monitor illegal fishing, illegal immigrant, bisa monitor kapal penerobosan, bisa pantau polusi minyak, bisa deteksi kapal selam," kata Budiman.

Sejak dikembangkan mulai 1979, pesawat CN 235 telah terjual hingga 311 unit di seluruh dunia. Untuk bagian PTDI, mampu menjual 60 unit di dalam dan luar negeri. Sedangkan Cassa telah menjual 251 unit.

Pengembangan dari pesawat CN235 tidak berhenti disitu saja. PTDI dan Cassa merancang CN235 next generation (nextG). Nantinya kapasitas penumpang akan dinaikkan. Pesawat, CN235 nextG ini, menggunakan sistem navigasi dan komunikasi digital dan glass cockpit technology.
(feb/dnl)

detik 
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment