Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

17 February 2014

Pesawat Jumbo Airbus 380 Tak Bisa Terbang Jika PTDI Tutup

12:08 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
http://images.detik.com/content/2014/02/17/1036/airbus.jpgBandung:(DM) -BUMN produsen pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah menjadi mitra strategis perusahaan pesawat dan helikopter dunia seperti Airbus.

Melalui tender internasional, PTDI berhasil menjadi pemasok utama atau tunggal untuk pembuatan komponen vital pesawat super jumbo Airbus 380. PTDI membuat salah satu komponen sayap yang bernama Outer Fixed Leading Edge.

Komponen ini masuk kategori tersulit dan vital dalam sebuah pesawat terbang. Maka ketika PTDI tidak atau terlambat memproduksi komponen ini, maka produksi A380 akan terganggu.

"Kalau PTDI ditutup, mereka menjerit. Karena kita single distributor. Bahkan Menteri Keuangan Prancis bertemu Presiden SBY, minta jangan pailitkan PTDI. Karena kalau kita setop, mereka setop,” kata Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI Budiman Saleh di Kantor Pusat PTDI di Bandung, akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, PTDI sempat diputus pailit Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada tahun 2007. Namun putusan ini dibatalkan Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2008. Jika PTDI berhasil dipailitkan maka proses produksi komponen A380 ikut terhenti.


Hingga saat ini, komponen outer fixed leading edge ini telah terpasang pada 165 pesawat jumbo A380. Selain komponen A380, PTDI juga membuat komponen pesawat jenis A320, A321, A340, A350 hingga Boeing 747.

Airbus 320, 330, 340,350,380. Semua buat komponen di sayap,” jelasnya.

Selain membuat komponen pesawat, PTDI juga dipercaya Eurocopter memproduksi komponen helikopter. Seperti komponen tail boom dan fuselage dari Helikopter tipe EC725 dan EC225.

Untuk bisnis komponen pesawat atau aerostructure, PTDI pada tahun 2013, memperoleh kontrak baru senilai Rp 112 miliar dan senilai Rp 728 miliar akan diperoleh pada tahun 2014.
(hen/hen)

detik 
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment