Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

05 October 2014

Swedia akan akui negara Palestina

7:27 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
Bendera Palestina (FOTO. ANTARA/Istimewa)

SWEDIA:(DM) - Pemerintah baru kiri-tengah Swedia akan mengakui negara Palestina, yang akan membuatnya negara besar pertama Eropa mengambil langkah itu, kata Perdana Menteri Stefan Lofven pada Jumat.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui pengakuan nyata negara berdaulat Palestina pada 2012, tapi Eropa Bersatu dan sebagian besar negara kelompok itu belum memberikan pengakuan resmi.

"Sengketa Israel dengan Palestina hanya dapat dipecahkan dengan penyelesaian dua-negara, yang dirundingkan sesuai dengan hukum antarbangsa," kata Lofven dalam pidato pelantikannya di parlemen.

"Penyelesaian dua-negara memerlukan saling pengakuan dan kemauan hidup berdampingan secara damai. Oleh karena itu, Swedia akan mengakui negara Palestina," katanya.

Bagi Palestina, langkah Swedia itu akan menjadi dorongan bagi upayanya mewujudkan negara merdeka.

Dengan nama baiknya sebagai perantara jujur di urusan antarbangsa dan dengan suara berpengaruh dalam kebijakan luar negeri Eropa Bersatu, keputusan itu mungkin membuat negara lain bangkit dan memperhatikan saat Palestina mengancam bergerak sepihak membentuk negara.

Namun, kemungkinan muncul kecaman kuat terhadap Swedia dari Israel, serta dari Amerika Serikat dan Eropa Bersatu, yang bersikeras bahwa negara Palestina merdeka harus muncul hanya melalui perundingan.

Di dalam Eropa Bersatu, beberapa negara, seperti, Hungaria, Polandia dan Slovakia, mengakui Palestina, tapi mereka melakukannya sebelum bergabung dengan kelompok 28 anggota itu.

Jika pemerintah kiri-tengah itu mewujudkan rencananya, Swedia akan menjadi negara pertama mengakui Palestina saat menjadi anggota Eropa Bersatu.

Partai Sosial Demokrat dan Hijau berjumlah kecil di parlemen dan pemerintah kiri-tengah mendatang itu cenderung menjadi salah satu yang terlemah di Swedia dalam beberapa dasawarsa.

Mantan pemerintah kanan-tengah tidak mengakui Palestina, karena pemerintah Palestina tidak menguasai wilayah mereka.

Palestina menginginkan negara merdeka di Tepi Barat dan Gaza, dengan ibukota di Yerusalem Timur.

Sementara batas Gaza jelas, wilayah tepat dari yang akan menjadi Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur hanya akan ditentukan melalui perundingan dengan Israel pada penyelesaian dua-negara, yang saat ini ditangguhkan, demikian Reuters.(B002) AS nilai Swedia terburu-buru akui Palestina

Ilustrasi Asap membubung setelah Israel kembali melancarkan serangan udara di Gaza, Palestina, Rabu (20/8). Militan Hamas di Jalur Gaza kembali menembakkan roket setelah gagalnya perundingan gencatan senjata, dan serangan udara Israel kembali merenggut nyawa warga Palestina di Gaza. (ANTARA FOTO/REUTERS/Ahmed Zakot/ox/14) 


Amerika Serikat pada Jumat mengatakan bahwa merupakan langkah "prematur" untuk mengakui Palestina sebagai negara baru.

Sebelumnya pada hari yang sama, Swedia secara resmi mengakui Palestina dan mengatakan bahwa langkah tersebut ditujukan sebagai bagian dari solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

"Kami berpendapat bahwa pengakuan internasional untuk negara Palestina adalah hal yang prematur," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Jen Psaki, kepada para wartawan yang bertanya soal keputusan Swedia.

"Kami memang mendukung kemerdekaan Palestina, namun hal itu hanya bisa diraih melalui jalan perundingan, penyelesaian persoalan stauts, dan pengakuan mutual dari kedua pihak," kata Psaki.

Menurut Psaki, Israel dan Palestina harus menjadi pihak "yang sepakat dengan syarat-syarat bagaimana mereka hidup berdampingan di masa depan sebagai dua negara."

Dalam perhitungan AFP, ada setidaknya 112 negara yang mengakui negara Palestina.

Selain Swedia, negara anggota Uni Eropa lain yang mengakui Palestina adalah Bulgaria, Siprus, Republik Ceko, Hungaria, Malta, Polandia, dan Rumania, demikian AFP.(G005/H-AK)

Antara
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment