Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

22 November 2014

HIMARS Tambahan untuk Tanah Arab

10:44 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
HIMARS
Uni Emirat Arab (UEA)-(DM) - membeli 24 kendaraan peluncur roket "HIMARS" dari Amerika Serikat. UEA juga membeli seratus roket ATACMS yang memiliki jangkauan hingga 300 kilometer. Setiap ATACMS membawa 300 bom kecil yang dapat menghancurkan kendaraan lapis baja atau personel.

HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) adalah versi yang lebih murah, ringan dan mobile dari MLRS (Multiple Launch Rocket System) asli (M270). Tidak seperti MLRS aslinya yang beroda track, HIMARS lebih sebagai truk yang dipasangi peluncur roket, masing-masing HIMARS membawa satu pod untuk enam roket (bukan dua pod seperti pada MLRS asli).

HIMARS yang berbobot 12 ton ini dapat dengan mudah diangkut oleh pesawat angkut C-130 Hercules, tidak seperti MLRS asli yang bobotnya 22 ton.
HIMARS

900 HIMARS awal mulai dikirimkan ke unit-unit tempur Amerika Serikat pada tahun 2004. Angkatan Darat AS merupakan pengguna HIMARS terbesar, sisanya dari Korps Marinir. UEA sendiri termasuk negara yang menambah impor HIMARS, dengan impor pertamanya pada tahun 2006. Selain Amerika Serikat dan UEA, HIMARS juga dioperasikan oleh Yordania dan Singapura.

Kunci keberhasilan tempur HIMARS terletak pada penggunaan GMLRS (guided multiple launch rocket system) berdiameter 227 mm dan bobot 309 kilogram, roket pandu GPS. Jangkauannya 85 kilometer dan mampu mendarat pada jarak enam meter dari target di jangkauan berapapun. Hal ini karena penggunaan GPS yang menambah kemampuannya untuk tepat ke lokasi target.

Sebagian besar pengguna HIMARS menggunakan roket Guided Multiple Launch Rocket System (GMLRS) yang berhulu ledak 82 kg dan berdaya ledak tinggi. Angkatan Darat AS membeli lebih dari 100.000 roket GMLRS, dan roket yang dijuluki sebagai "70km Sniper" ini diklaim memperoleh sukses besar di Perang Irak dan Afghanistan.

Roket dengan panduan GPS jelas lebih efektif daripada roket terarah, roket versi lama yang kini sudah mulai ditinggalkan.
 
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment