Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

31 July 2015

Jet Tempur Rafale untuk Malaysia

7:58 AM Posted by Unknown No comments
Jet Tempur Rafale

PARIS:(DM) - Prancis yakin memenangkan dua pesanan asing terhadap jet tempur Rafale pada awal tahun depan, sekaligus memperpanjang serentetan keberhasilan ekspor baru-baru ini, ujat sebuah sumber, Selasa.

Setelah gagal selama bertahun-tahun untuk memenangkan pesanan bagi pesawat perang mereka, Prancis kini telah menjual 24 Rafale ke Mesir dan Qatar dalam beberapa bulan terakhir dan sedang dalam pembicaraan untuk menyelesaikan penjualan 36 lainnya untuk India.

“Harusnya ada dua kontrak ekspor lainnya untuk Rafale pada awal tahun depan,” tidak termasuk India, kata sumber itu.

“Diskusi yang paling maju adalah dengan Malaysia dan UEA,” tambah sumber itu.

Dalam perkembangan selanjutnya, sumber mengatakan bahwa Perancis sedang bernegosiasi dengan India untuk menjadi pilihan pemasok pesawat lebih lanjut selain 36 Rafale yang telah disetuju untuk dibeli.

Pada bulan April, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan ia telah meminta agar 36 pesawat Rafale “siap terbang” untuk memodernisasi armada pesawat perang negaranya. Keputusan ini bergulir setelah tiga tahun berhadapan langsung dengan pemerintah Perancis dalam perundingan dengan produsen pesawat, Dassault.

India mengisyaratkan tentang pembelian lebih lanjut dengan kemungkinan hingga 126 pesawat dengan Dassault, Prancis.

image

PERSAINGAN
Banjir pesanan ekspor untuk Rafale telah menguncang pasar pertahanan global dan memberikan momentum segar kepada pesawat perang Perancis untuk menambah slot produksi.

Analis dan diplomat mengatakan nafsu membeli untuk jet juga meningkat sebagai akibat dari berkurangnya pengaruh Amerika Serikat di dunia Arab bersama dengan masalah keamanan yang lebih luas.

Namun, Dassault masih menghadapi persaingan ketat dari AS dan saingan Eropa.

Kuwait akan mengumumkan segera pesanan 28 Boeing F/A-18 E/F super Hornets, senilai $ 3 miliar ditambah kesepakatan yang akan membuat lini produksi jet Tersebut ‘berjalan baik ke 2019.

Malaysia, yang ingin mengganti armada jet tempur Rusia MiG-29 masih melihat Rafale, F / A-18, Saab Gripen Swedia dan Eurofighter Typhoon.

Keputusan Malaysia diharapkan terjadi tahun ini, namun eksekutif industri penerbangan telah memperingatkan bahwa masalah fiskal karena harga minyak dan komoditas yang lebih rendah dapat menyebabkan keterlambatan dalam menempatkan pesanan.

Indonesia, yang perlu mengganti F-5s AS yang sudah tua, dilaporkan akan mempelajari Rafale, Eurofighter dan Sukhoi Su-35 Rusia serta Gripen Swedia dan F-16 Lockheed Martin.

Eurofighter merupakan produksi dari konsorsium yang terdiri EADS, mewakili Jerman dan Spanyol, Italia Finmeccanica dan BAE Systems Inggris.

jkgr

0 komentar:

Post a Comment